Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kota Banjar Kampanyekan Pola Hidup Sehat

Pola Hidup Sehat
1. Pembinaan terhadap komunitas waria dilakukan Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Banjar, terkait dengan pola hidup sehat. Foto: Istimewa

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Dalam upaya pencegahan dan pengendalian penyakit di masyarakat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjar, di tahun 2019 ini terus mengkampanyekan akan pentingnya menerapkan pola hidup sehat di masyarakat, agar terhindar dari berbagai penyakit, terutama penyakit menular, seperti HIV, TB, dan hepatitis.

Melalui Bidang Pencegahan dan pengendalian Penyakit (P2P), Dinkes Kota Banjar di tahun 2019 telah, sedang dan akan melaksanakan beberapa kegiatan di masyarakat, dalam rangka pencegahan sekaligus pengendalian penyakit.

Kegiatan yang telah dilakukan diantaranya melaksanakan survey pengetahuan tentang HIV pada usia 15-24 tahun, serta melaksanakan monitoring dan evaluasi (monev) konselor melalui PKVHI (Perhimpunan Konselor VCT HIV Indonesia).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjar, dr. Herman Umar, M.Kes., mengatakan, untuk melaksanakan program pengendalian HIV/AIDS di Kota Banjar, peran konselor sangat penting, terutama untuk memberikan dukungan secara psikologis bagi ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) supaya mau berobat teratur dan tidak putus asa.

Apabila peran dan dukungan dari konselor gagal, maka ODHA yang telah berobat akan mengalami putus obat yang mengarah terhadap resistensi obat. Selain itu, peran dan dukungan dari petugas konselor juga sangat penting bagi mereka yang berisiko, namun tidak mau memeriksakan diri, dan mereka yang HIV positif tapi belum siap masuk dalam tahap pengobatan.

“Dalam upaya pencegahan HIV, kita juga melakukan MoU dengan Kemenag antara Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) dan Dinas Kesehatan, tentang pemeriksaan tes HIV bagi calon pengantin,” terangnya.

Kemudian, lanjut dr. Herman Umar, pihaknya juga rutin melaksanakan pelayanan kesehatan terhadap ibu hamil (bumil) melalui program screening triple eliminasi yang di 10 Puskesmas yang ada di Kota Banjar.

Screening atau pemeriksaan tahap awal ini bermanfaat untuk mengetahui adanya penyakit menular pada ibu hamil, seperti HIV, sifilis, atau hepatitis. Dengan begitu, maka dokter dapat menentukan langkah pencegahan supaya penyakit tersebut tidak menular pada janin yang dikandungnya.

Pada bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kota Banjar juga melakukan pembinaan terhadap masyarakat yang berisiko tinggi terpapar penyakit menular. Dalam hal ini, pembinaan dilakukan pada komunitas waria secara rutin setiap dua minggu sekali, dengan memberikan penyuluhan kesehatan dan tes HIV.

Dinkes Kota Banjar juga melaksanakan program kolaborasi TB-HIV dalam setiap tahunnya. Kegiatan kolaborasi TB-HIV ini merupakan rangkaian kegiatan bersama program pengendalian TB dan pengendalian HIV. Tujuannya untuk mengurangi beban TB dan HIV pada masyarakat akibat kedua penyakit tersebut.

“Sejalan dengan rekomendasi WHO, kegiatan kolaborasi TB-HIV di Indonesia, termasuk di Kota Banjar, adalah kegiatan yang berupaya untuk mempercepat diagnosis dan pengobatan TB pada pasien HIV, dan sebliknya mempercepat diagnosis dan pengobatan HIV pada pasien TB, dengan memperkuat jejaring layanan keduanya,” jelas Kepala Dinkes Kota Banjar.

dr. Herman Umar, menambahkan, bahwa pada bulan Desember mendatang, Dinas Kesehatan Kota Banjar akan melaksanakan kegiatan peringatan Hari Kesehatan Nasional dan Hari AIDS Sedunia. Kegiatan tersebut sudah rutin dilakukan dalam setiap tahunnya sebagai salah satu upaya mengkampanyekan pola hidup sehat. (Eva/Koran HR)

Loading...