Penemuan Fosil Mammoth di Meksiko, Arkeolog: Ungkap Cara Manusia Purba Berburu

Penemuan Fosil Mammoth
Penemuan Fosil Mammoth. Foto: Istimewa

Penemuan fosil mammoth oleh tim arkeolog National Institute of Anthropology and History (INAH) menjadi sorotan dunia.

Fosil mammoth ini sendiri ditemukan di negara bagian Tultepec, Meksiko, dengan jumlah lebih dari 800 tulang. Dari penemuan ini, arkeolog memprediksi bagaimana cara berburu yang dilakukan manusia purba dulunya.

Penemuan Fosil Mammoth

Fosil mammoth ditemukan di dalam dua lubang bundar berukuran raksasa yang diprediksi digunakan sebagai perangkap yang dibuat manusia purba.

Disebut raksasa karena perangkap ini memiliki diameter 25 meter (82 kaki) dengan kedalaman mencapai 1,7 meter (5,6 kaki).

Dari perangkap ini, arkeolog menemukan lebih dari 800 tulang yang meliputi 8 tengkorak, 5 rahang, 100 ruas tulang belakang, dan sebanyak 179 tulang rusuk.

Penemuan kerangka tersebut diprediksi berasal dari 14 ekor mammoth berbulu yang usianya 15 ribu tahun lalu. Mammoth tersebut ada yang jantan dan betina dengan ukuran dan usia yang berbeda-beda.

Tak hanya mengungkap jumlah dan usia mammoth, penemuan fosil mammoth juga memperlihatkan bagaimana cara berburu pada masa lampau.

Para arkeolog memprediksi bahwa ada 20-30 orang yang ikut menjalankan aksinya. Dalam berburu, mereka menggunakan obor sebagai penerangannya.

Selain itu, para pemburu juga menggunakan ranting-ranting yang digunakan untuk memisahkan mammoth dari kawanannya.

Kemudian mammoth akan digiring ke perangkap. Diprediksi juga bahwa masih ada banyak lubang perangkap di tempat tersebut.

Dengan banyaknya lubang perangkap yang sengaja dibuat, para pemburu memiliki peluang lebih besar untuk menjebak mammoth.

Ritual Terkait Penemuan Fosil Mammoth

Temuan fosil mammoth juga diprediksi berkaitan dengan suatu ritual. Para arkeolog menilai bahwa penemuan tersebut menandakan bahwa manusia purba pada zaman tersebut sudah mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme.

Bukan tanpa alasan, sebagian tulang mammoth hasil buruannya digunakan sebagai persembahan. Hal ini semakin diperkuat dengan ditemukannya 6 skapula yang berasal dari sisi kanan tubuh gajah purba ini.

Dimana hal tersebut memperlihatkan suatu bentuk kesengajaan yang berhubungan erat dengan suatu ritual atau upacara tertentu.

Arkeolog juga berpendapat bahwa ada kemungkinan ketidaklengkapan tersebut berkaitan dengan upacara untuk menghormati mammoth itu sendiri.

Tak berhenti di situ saja, bukti lain dalam penemuan fosil mammoth juga memperlihatkan bagaimana tulang rusuk mammoth yang digunakan untuk memotong dagingnya.

Kemudian ada juga tulang hasta yang dipakai sebagai alas pemoles yang kemungkinannya bisa menghilangkan lemak dari kulitnya.

Selain itu, tengkorak mamalia purba yang ditemukan juga terkesan aneh. Pasalnya, tengkoraknya dalam posisi terbalik. Hal tersebut menandakan bahwa lidah mammoth tersebut dikonsumsi dengan organ lainnya.

Meski begitu, ada juga arkeolog yang berpendapat bahwa hilangnya beberapa tulang rusuk mammoth juga bisa karena digunakan untuk membuat senjata atau alat potong hasil buruan.

Fakta Dibalik Penemuan Fosil Mammoth

Terlepas dari temuan kerangka gajah purba, ada segelintir fakta unik yang berkaitan dengan mammoth. Adapun salah satunya yaitu ukurannya.

Gajah purba yang berbulu ini memiliki ketinggian sekitar 9-11 kaki. Sementara bobotnya mencapai 5-7 ton. Mamalia ini sangat terkenal saat zaman es pada Pleistosen.

Dari ukurannya, sebenarnya tinggi mammoth berbulu sama dengan tinggi gajah Afrika meski bukan satu kerabat. Dimana gajah jantan, tingginya 8,9-11,2 kaki, dan gajah betina setinggi 8,5-9,5 kaki.

Fakta unik lainnya dari mammoth yaitu persebaran fosilnya. Diketahui bahwa penemuan fosil mammoth berhasil dilakukan di semua benua, kecuali kawasan Australia dan Amerika Selatan.

Adapun alasannya yaitu kemungkinan mammoth hanya menetap di satu waktu saja. Lalu mammoth pindah ke daerah lain. Tak heran jika fosil hewan purba zaman es ini tak bisa ditemukan di dua wilayah tersebut.

Perlu untuk anda ketahui juga bahwa gading mammoth berbulu menjadi satu-satunya jenis gading yang diperbolehkan untuk dijual.

Padahal kita semua tahu bahwa gading gajah modern dilarang keras untuk diperjualbelikan. Hal tersebut tak berlaku untuk mammoth.

Terkait jual beli gading mammoth yang legal ini, harganya bisa mencapai 1.000 dollar AS per 1 kilogramnya atau setara dengan Rp 14 juta.

Harga tersebut adalah harga gading saat dijual ke Tiongkok. Untuk diketahui juga bahwa beberapa tahun terakhir ini, Siberia disebut sedang demam mammoth karena harganya melejit. 

Melihat ada banyak fakta unik yang dimilikinya, tak heran jika penemuan fosil mammoth di Meksiko mampu menyedot perhatian dunia. (R10/HR-Online)

Loading...