Penemuan Kerangka Manusia di Skotlandia Ungkap Sejarah Kelam Dunia Medis Abad ke-19

Penemuan Kerangka Manusia
Penemuan Kerangka Manusia di Skotlandia. Foto: Istimewa

Penemuan kerangka manusia menggegerkan warga di Kota Aberdeen, Skotlandia belum lama ini. Tulang belulang manusia tersebut ditemukan oleh pekerja konstruksi.

Mulanya, para pekerja tengah menggali parit di halaman belakang rumah tua yang usianya lebih dari 200 tahun. Setelah diteliti, ternyata kerangka manusia tersebut adalah bekas ritual yang mengerikan.

Terkait penemuan mengerikan tersebut, para pekerja langsung melaporkannya ke pihak berwajib. Menanggapi hal itu, polisi pun memanggil Bruce Mann, arkeolog regional Aberdeenshire.

Penemuan Kerangka Manusia

Arkeolog Bruce Mann dipercaya untuk meneliti penemuan tulang belulang manusia yang mencuri perhatian dunia tersebut.

Penelitian yang dilakukan Bruce Mann bertujuan untuk mengetahui apakah kerangka tersebut milik jasad yang baru saja meninggal atau bukan.

Selain itu, Bruce Mann juga diminta untuk memastikan bahwa kerangka yang ditemukan tersebut berasal dari mana dan kapan.

Dalam penelitian yang dilakukannya, Bruce Mann menyimpulkan bahwa penemuan kerangka manusia tersebut memiliki usia lebih dari satu abad.

Beberapa bagian dari kerangka yang ditemukan bisa dikenali sebagai bagian tengkorak manusia. Namun ada hal mengerikan dalam penelitian yang dilakukannya tersebut.

Diketahui bahwa ada beberapa luka aneh yang ditemukan pada kerangkanya. Disinyalir bahwa kematiannya dulu tak wajar.

Bahkan ditemukannya kerangka manusia tersebut seolah menjadi titik terang dalam mengungkap sejarah mengerikan di dunia medis pada abad ke-19.

Dimana pada abad tersebut memang marak adanya mayat yang digunakan secara ilegal oleh mahasiswa kedokteran yang berasal dari Universitas Aberdeen Inggris.

Diketahui bahwa mayat tersebut digunakan untuk praktik bedah anatomi tubuh atau yang juga dikenal dengan cadaver.

Untuk lebih mengetahuinya, arkeolog pun melakukan penelitian secara lebih dalam dan terus menggali di lokasi yang sama saat penemuan kerangka manusia.

Hingga pada akhirnya, arkeolog menemukan 115 fragmen tulang manusia dan langsung membawanya ke Universitas Aberdeen Inggris.

Kerangka manusia yang ditemukan pun diteliti lebih lanjut oleh seorang ahli osteoarkeologi yang diketahui bernama Rebecca Crozier.

Kerangka manusia tersebut dikumpulkan dan diteliti dengan menggunakan penanggalan radiokarbon. Dari penelitian ini, arkeolog berupaya untuk mengungkap usia manusia tersebut.

Hasil Penelitian Terkait Penemuan Kerangka Manusia

Penelitian yang dilakukan menunjukkan hasil yang mengejutkan. Dimana diketahui bahwa kerangka manusia yang ditemukan ternyata berasal dari 7 manusia yang berbeda.

Bahkan yang lebih mengejutkan lagi, 2 diantaranya adalah anak-anak. Dari penelitian tersebut juga diperkirakan bahwa manusia tersebut hidup antara tahun 1750 dan 1850.

Tak hanya itu, penelitian lebih lanjut yang dilakukan Rebecca Crozier juga mengungkap ada luka bekas medis seperti kraniotomi.

Kraniotomi sendiri adalah pembedahan yang dilakukan pada bagian otak dengan membuka tengkorak kepalanya. Penemuan kerangka manusia ini pun semakin memperkuat dugaan praktik mengerikan yang dilakukan mahasiswa Universitas Aberdeen.

Padahal diketahui bahwa Universitas Aberdeen merupakan salah satu sekolah kedokteran terbaik yang ada di Britania pada abad tersebut.

Tak berhenti di situ saja, fakta mengerikan lainnya juga yang berhasil diungkap arkeolog yaitu tindakan menutupi kasus kriminalnya.

Mahasiswa Universitas Aberdeen secara sengaja diam-diam mengubur ketujuh mayat yang digunakan untuk praktik di halaman rumah pada tahun 1850-an.

Hal tersebut dilakukannya untuk menutup tindakan kriminal yang sudah dilakukannya. Dengan demikian, para pelaku terhindar dari hukuman.

Dalam penelitian yang dilakukan, Rebecca Crozier juga mengatakan bahwa pihaknya tak dapat mengungkap secara pasti bagaimana mahasiswa bisa mendapatkan ketujuh mayat tersebut.

Selain penemuan kerangka manusia yang diduga praktik mengerikan mahasiswa Universitas Aberdeen, dunia medis juga pernah digegerkan dengan aksi sadis yang dilakukan oleh dokter.

Adapun salah satu dokter sadis tersebut yaitu Dr Henry Howard Holmes. Lulusan Michigan Medical School ini membuka hotel dengan kamar tidur yang dilengkapi pintu rahasia dan pipa gas.

Korban yang diketahui semuanya perempuan dipilih secara acak, baik itu karyawan maupun tamu. Korban disiksa sampai tewas dan mayatnya dijadikan sebagai model bedah. Aksi yang benar-benar mengerikan.

Terkait tindakan kriminal yang dilakukannya, polisi memverifikasi tak kurang dari 27 korban. Bahkan masih ada banyak korban yang sulit diidentifikasi.

Penemuan kerangka manusia di Skotlandia menambah deretan sejarah kelam dan mengerikan di bidang kesehatan yang dikecam dunia. (R10/HR-Online)

Loading...