Leher Kaku dan Tegang, Kenali Penyebab dan Penanganannya

leher kaku dan tegang
Ilustrasi leher kaku. Foto: Istimewa

Leher kaku dan tegang seringkali dianggap sepele karena memang gejala ini sering kita alami. Padahal, kondisi leher kaku bisa jadi karena adanya cedera pada bagian tulang belakang ataupun gejala gangguan tubuh lainnya.

Ada banyak unsur yang menyusun bagian leher manusia, seperti otot, ligamen,tendon, dan tulang. Masing-masing unsur ini saling mendukung guna menopang kepala, termasuk agar kepala mudah digerakkan.

Aktivitas dan kegiatan fisik tak jarang yang menyebabkan terjadinya kekakuan pada bagian sekitar leher. Mungkin banyak diantara anda yang juga sering mengalami leher kaku dan tegang dan menganggapnya sebagai hal lumrah.

Penyebab Leher Kaku dan Tegang

Leher yang kaku umumnya akan bisa reda dan hilang dengan sendirinya. Bahkan sangat jarang terjadi leher yang kaku merupakan tanda-tanda adanya suatu serangan penyakit yang serius.

Namun tak jarang rasa kaku pada leher ini juga kerap disertai rasa sakit. Ada yang ringan hingga yang membuat kita sulit menggerakkan kepala. Tak jarang pula rasa sakit ini mengganggu aktivitas dan pekerjaan kantor.

Karena itulah untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan, ada baiknya anda perlu mewaspadai kondisi ini. Berikut ini sejumlah penyebab leher kaku dan tegang yang kerap terjadi.

Terjadinya Keseleo Leher

Leher yang terasa kaku atau tegang lebih sering akibat posisi tidur yang salah. Begitu juga duduk dalam waktu lama bisa menimbulkan kekakuan leher. Namun bisa juga hal ini akibat cedera karena jatuh.

Karena Salah Urat

Leher kaku dan tegang juga bisa disebabkan karena salah urat atau otot. Kondisi ini bisa terjadi akibat adanya cedera pada bagian otot, syaraf di leher, ligamen, ataupun pada bagian tulang.

Leher yang tegang akibat cedera biasanya diikuti timbulnya rasa pusing, sakit kepala serta rasa panas di sekitar leher. Ada juga yang merasakan sakit pada bahu atau punggung hingga kesulitan berkonsentrasi atau hilang ingatan.

Penyakit Artritis

Rasa sakit dan kaku pada leher juga bisa dipicu karena gangguan artritis. Peradangan pada sendi leher atau cervical spondylosis bisa makin parah jika tidak segera mengubah posisi tubuhnya.

Jika anda mengalami cervical spondylosis biasanya juga disertai dengan timbulnya gejala tertentu. Seperti sakit kepala, terganggunya keseimbangan, kesulitan berjalan, atau mati rasa di sekitar lengan atau tangan.

Penyakit Meningitis

Meskipun jarang terjadi, leher kaku dan tegang juga bisa merupakan gejala awal penyakit meningitis. Apalagi jika diikuti demam, rasa mual, muntah, mudah marah, sensitif pada cahaya, hingga tak bisa bangun dari tidur.

Meningitis terjadi akibat radang yang terjadi pada bagian meningen yang melindungi dan menyelimuti saraf tulang belakang dan otak. Penyakit meningitis umumnya disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur.

Cara Mengatasi Leher Kaku dan Tegang

Mengenali penyebab leher kaku sangatlah penting untuk mengatasinya. Setelah mengetahui penyebabnya, ada beberapa cara mengatasi leher kaku dan tegang yang bisa anda lakukan.

Perbaiki Tempat Tidur

Leher yang kaku lebih sering disebabkan kesalahan saat duduk atau tidur. Tak jarang tempat tidur yang terlalu empuk atau terlalu keras bisa menyebabkan sakit leher. Karena itu memperbaki tempat tidur bisa menjadi solusinya.

Perbaiki dan Ubah Posisi Tubuh

Tubuh yang sering membungkuk atau posisi duduk yang salah dan lama bisa menyebabkan leher kaku dan tegang karena menarik otot leher. Karena itu segera ubah postur tubuh dengan meluruskan posisi leher, bahu dan punggung.

Kompres dengan Menggunakan Es

Untuk meredakan radang atau cedera yang menyebabkan leher kaku bisa dilakukan dengan mengompres menggunakan es batu. Bungkus es batu dengan kain dan tempelkan pada tubuh yang sakit.

Kompres dengan Air Panas

Selain dengan es, air hangat juga bisa untuk mengompres leher yang kaku. Gunakan saja heating pad untuk mengompresnya. Bisa juga dengan mandi air hangat untuk meredakan ketegangan otot tubuh.

Itulah informasi tentang berbagai penyebab leher kaku dan tegang serta penanganannya yang semoga bermanfaat. Namun jika kondisi tak menurun dengan cara di atas, segera konsultasikan dengan dokter. (R9/HR-Online)

Loading...