Perubahan Iklim di Dunia, 11.000 Ilmuwan Nyatakan Kondisi Darurat

Perubahan Iklim di Dunia
Ilustrasi Perubahan Iklim. Foto: Istimewa

Perubahan iklim di dunia sedang mengalami masa darurat. Hal ini sebagaimana yang diungkapkan oleh 11.000 ilmuwan yang berasal dari seluruh penjuru dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah dilakukan penelitian. Sebagai bentuk keseriusan, studi keilmuan tersebut juga sudah ditandatangani.

Tak hanya mengungkapkan mengenai krisis perubahan iklim, ilmuwan juga mendukung adanya tindakan nyata untuk menangani permasalahan tersebut.

Perubahan Iklim di Dunia

Pernyataan yang menyebut dunia tengah menghadapi perubahan iklim yang ekstrim sudah dimuat jurnal BioScience.

Dalam studinya, para ilmuwan mengungkap bahwa krisis iklim sudah tiba dan bahkan lebih cepat dari perkiraan para ilmuwan selama ini.

Selain itu, dalam studi tersebut juga menyampaikan bahwa para ilmuwan mengemban kewajiban moral untuk memberikan peringatan secara jelas terkait ancaman buruk yang akan ada.

Terkait perubahan iklim global ini, Oktober dicatat sebagai bulan dengan suhu terhangat. Namun dalam studi baru tersebut, pengukuran suhu permukaan global tidaklah memadai untuk mengetahui ancaman nyata dari panas berlebih.

Dengan alasan itu, ilmuwan yang menulis studi tersebut menambahkan serangkaian data yang mereka percaya bisa menunjukkan tanda vital grafis perubahan iklim di dunia yang terjadi dalam kurun waktu 40 tahun terakhir.

Adapun serangkaian data dalam pernyataan tersebut diantaranya yaitu tingkat pertumbuhan populasi manusia dan hewan, produksi daging dalam hitungan per kapita, dan penggunaan bahan bakar fosil.

Bukan hanya itu saja, ada juga indikator lain yang disebutkan, yakni hilangnya perlindungan yang selama ini diberikan pohon secara global.

Menanggapi sejumlah indikator tersebut, sebenarnya sudah ada banyak hal yang dilakukan. Mulai dari menciptakan energi terbarukan hingga meningkatkan konsumsi angin dan matahari.

Hanya saja, upaya yang dilakukan tersebut masih terbilang kurang. Bahkan angkanya 28 kali lebih kecil jika dibandingkan dengan konsumsi bahan bakar fosil di 2018.

Para peneliti menyebut bahwa sebagian besar data tanda vitalnya ada di arah yang salah. Upaya yang dilakukan pun justru semakin memperparah perubahan iklim di dunia.

Perlu untuk anda ketahui, pernyataan keadaan darurat perubahan iklim sendiri sudah disuarakan negara-negara di dunia, tak terkecuali Inggris, Irlandia, dan Skotlandia.

Tak hanya itu, ada lebih dari 400 ribu warga Australia yang menandatangani petisi untuk mendesak pemerintah menyatakan keadaan darurat perubahan iklim.

Aksi Nyata Terhadap Perubahan Iklim di Dunia

Professor William Ripple yang adalah penggerak utama deklarasi para ilmuwan sangat berharap bahwa pernyataan yang disampaikan bisa mendorong negara di dunia untuk menyuarakan deklarasi yang sama.

Diharapkan juga pernyataan para ilmuwan berlanjut pada aksi nyata untuk menangani perubahan iklim yang semakin mengkhawatirkan.

Dalam hal ini, para peneliti memberikan saran mengenai langkah apa saja yang bisa diambil, salah satunya di bidang energi.

Para ilmuwan berharap, pemerintah bisa meningkatkan harga karbon. Dengan demikian, konsumsi bahan bakar fosil tak akan terlalu tinggi.

Masyarakat pastinya akan berpikir berulang kali untuk menggunakan bahan bakar fosil apabila harganya kian melambung.

Masih terkait bidang energi, para ilmuwan juga berharap pemerintah mau mengganti minyak dan gas dengan alternatif energi yang lainnya.

Ungkapan serupa juga disampaikan oleh Dr Thomas Newsome selaku penulis utama studi yang berasal dari University of Sydney Australia.

Dr Thomas Newsome mengatakan bahwa perubahan iklim di dunia yang darurat harus mendapatkan penanganan yang tepat dan dilakukan secepat mungkin.

Adapun tindakan yang bisa dilakukan selain meminimalisir konsumsi bahan bakar fosil yaitu mengurangi emisi karbon, membatasi produksi ternak, dan menurunkan tingkat pembukaan lahan.

Jika tak ada tindakan, maka iklim akan semakin ekstrim. Hal ini berarti potensi Bumi untuk menunjang kehidupan akan mulai menghilang.

Disamping itu, para ilmuwan juga mengaku muak dengan berbagai konferensi iklim dan majelis yang nyatanya gagal untuk menangani perubahan iklim dunia.

Walau demikian, para ilmuwan tetap yakin bahwa gerakan yang dilakukannya bisa memberi harapan. Nantinya perubahan iklim bisa diatasi secara baik.

Gerakan ilmuwan memang bisa membawa Bumi ke arah yang lebih baik sesuai dengan harapan, namun tentunya perlu dukungan dari pemerintah.

Pemerintah harus mampu memberikan aksi nyata sehingga dampak pemanasan global atau perubahan iklim di dunia tak semakin menyiksa. (R10/HR-Online)

Loading...
Loading...