Pesawat Rahasia AS Kembali ke Bumi, Ini Misi Hingga Kontroversinya

Pesawat Rahasia AS yang turun ke bumi
Pesawat Rahasia AS yang kembali ke bumi. Foto: Net/Ist

Pesawat rahasia AS yang diketahui bernama X-37B Pentagon akhirnya kembali ke Bumi. Pesawat ruang angkasa tanpa awak ini sudah mengorbit di planet selama 2 tahun.

Mengenai apa yang dilakukan pesawat tersebut, hingga kini belum ada penjelasan lebih lanjut. Tak mengherankan karena hal tersebut memang misi rahasia.

Namun yang pasti, misi rahasia pesawat X-37B Pentagon ini dicatat terlama dalam sejarah. Peluncuran pesawat ini sendiri dilakukan pada 7 September 2017.

Pesawat Rahasia AS

Pesawat X-37B Pentagon mendarat kembali ke Bumi pada 27 Oktober 2019, tepatnya di Kennedy Space Center Shuttle Landing Facility di Florida.

Peluncuran pesawat X-37B Pentagon ke misi kelima didukung dengan bantuan roket SpaceX Falcon 9. Mulanya, pesawat ini direncanakan untuk mengorbit hanya selama 270 hari saja, namun nyatanya sampai 780 hari.

Melalui siaran pers, Angkatan Udara AS menunjukkan beberapa foto pesawat rahasia AS setelah melakukan pendaratan. Seperti biasanya, pihaknya tak menampilkan gambar secara detail.

Menurut Letnan Kolonel Jonathan Keen selaku manajer program X-37B, wahana antariksa yang satu ini merupakan komponen kunci dari komunitas luar angkasa.

Dengan memanfaatkan pesawat X-37B Pentagon, pihaknya mencoba untuk melakukan eksplorasi ruang angkasa Amerika di masa depan.

Mengenal Pesawat X-37B Pentagon

Pesawat X-37B Pentagon adalah program uji eksperimental yang digunakan untuk memperlihatkan teknologi dalam platform uji ruang angkasa tanpa awak.

X-37B hadir dengan ukuran panjang 8,8 meter dan lebar 4,6 meter. Jika dilihat secara mendetail, pesawat ini mirip dengan pesawat ulang-alik ikonik. Hanya saja, ukurannya lebih kecil.

Pesawat X-37B sebenarnya sudah didesain pada awal 1990-an. Kala itu, NASA tengah mempelajari alternatif yang lebih hemat biaya dari pengorbit Space Shuttle.

Pesawat rahasia AS ini terbukti bisa dihandalkan dan dapat dimanfaatkan kembali untuk Angkatan Udara AS. Sebenarnya Boeing sendiri sudah menghadirkan dua pesawat X-37B untuk Angkatan Udara AS.

Keduanya bisa digunakan kembali dengan dukungan panel surya dan baterai lithium-ion. Diketahui juga bahwa kedua pesawat X-37B sudah melakukan banyak penerbangan.

Menurut Heather Wilson yang adalah mantan Sekretaris Angkatan Udara AS, menjelaskan bahwa pesawat X-37B bisa berputar dan berubah arah saat berada di tingkat ketinggian yang lebih rendah.

Dari sini seakan menunjukkan bahwa pesawat X-37B ini juga memainkan peran non-ilmiah. Hal ini diungkapkannya pada Juli 2019 kepada sebuah panel di Forum Keamanan Aspen.

Kontroversi Pesawat X-37B

Peluncuran pesawat rahasia AS tak lepas dari kontroversi sejak awal peluncurannya. Tak mengherankan karena tidak ada yang tahu apa yang dilakukan pesawat ini selama mengorbit.

Angkatan Udara AS mengatakan bahwa pesawat X-37B mengemban misi dalam pengurangan resiko, eksperimen dan konsep operasi untuk wahana antariksa yang dapat dimanfaatkan lagi.

Randy Walden selaku Direktur Kapabilitas Angkatan Udara mengungkapkan bahwa pesawat X-37B sudah melakukan banyak misi.

Adapun salah satunya yaitu menjadi tempat untuk melakukan berbagai eksperimen laboratorium penelitian Angkatan Udara.

Selain itu, pesawat rahasia AS X-37B juga membantu dalam hal pengiriman satelit kecil ke luar angkasa. Namun para ahli mengaku prihatin dengan apa yang disampaikan Randy Walden.

Melalui akun Twitter, Jonathan McDowell selaku astronom Harvard-Smithsonian for Astrophysics menuliskan, peluncuran satelit oleh X-37B yang tanpa izin memperlihatkan bahwa Amerika Serikat melanggar perjanjian secara terang-terangan.

Seperti yang diketahui, sejak tahun 1962, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) mempunyai Daftar Benda yang diluncurkan ke Luar Angkasa.

Perjanjian tersebut berkaitan erat dengan pertanggungjawaban negara yang mengirimkan obyek ke luar angkasa. Dijelaskan juga bahwa sepertiga satelit yang tak terdaftar adalah milik Amerika Serikat.

Mengenai apa yang dituliskannya tersebut, McDowell berpikir positif bahwa mungkin saja pemerintah Amerika Serikat memang belum sempat mendaftarkannya. Hanya saja, kemungkinannya kecil.

Disamping itu, peluncuran pesawat X-37B juga memunculkan banyak spekulasi, salah satunya diduga memata-matai China.

Pada tahun 2012, sebuah laporan di majalah Spaceflight tertulis bahwa orbit X-37B berkaitan erat dengan Tiangong-1, laboratorium ruang angkasa mantan China.

Dengan alasan tersebut, tak sedikit orang yang menganggap bahwa pesawat X-37B dimanfaatkan untuk mengawasi setiap ruangnya.

Terkait kontroversi yang ada, kini pesawat rahasia AS sudah kembali ke Bumi. Meski belum menjelaskan apa yang sebenarnya dilakukan, diharapkan misinya memberi dampak positif. (R10/HR-Online)

Loading...