Polisi Mulai Selidiki Ambruknya Bangunan di Kawasan Wisata Situ Leutik Kota Banjar

Kawasan Wisata Situ Leutik
Kapolres Kota Banjar, AKBP Yulian, usai nobar film Hanya Manusia di Studio Baninza Kota Banjar, Foto: Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),– Pasca ambruknya salah satu bangunan di kawasan wisata Situ Leutik Kota Banjar, Jawa Barat, yang mengakibatkan jatuhnya satu korban jiwa dan empat pekerja luka-luka, kepolisian Polres Kota Banjar mulai melakukan penyelidikan.

 “Saat ini masih dalam tahap penyeledikian. Satreskrim masih melakukan olah TKP dan memeriksa sejumlah pihak untuk memastikan bagaimana penyebabnya, apakah karena kelalaian atau kesengajaan, kita masih menunggu,” kata Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana di hadapan sejumlah awak media, usai nobar film Hanya Manusia di Baninza Cineplex Banjar, Kamis (7/11/19) sore.

Baca Juga: Bangunan di Tempat Wisata Situ Leutik Kota Banjar Ambruk, 1 Orang Tewas di TKP

Lanjut Kapolres AKBP Yulian, pihak kepolisian sudah melakukan langkah-langkah evakuasi, termasuk juga olah TKP untuk mengumpulkan keterangan dan dokumen sebagai barang bukti.


“Terkait dugaan sementara itu masih kita dalami, apabila ada faktor kelalaian ya disesuaikan dengan undang-undang yang berlaku,” katanya.

Sejauh ini, kata AKBP Yulian, selain korban yang meninggal dunia, ada 4 korban yang dibawa ke rumah sakit.

“Satu orang mengalami luka ringan, tiga orang mengalami luka serius dan masih dalam observasi,” lanjutnya.

Dia mengaku belum mendapatkan laporan pasti dari dari dokter rumah sakit. “Tapi untuk yang luka ringan tadi sudah diperbolehkan pulang,” pungkasnya.

Sementara diberitakan sebelumnya, salah satu bangunan di kawasan wisata Situ Leutik, Desa Cibeureum, Kota Banjar, Jawa Barat, ambruk dan menimpa 4 orang pekerja, satu orang diantaranya meninggal dunia di TKP. Bangunan tersebut dalam kondisi masih dibangun.

Peristiwa ambruknya sebuah bangunan yang belum selesai dibangun di kawasan wisata Situ Leutik itu terjadi Kamis (07/11/2019), sekitar pukul 08.00 WIB.

Wawan (47), saksi mata, mengatakan, sekitar pukul 08:00 WIB, dirinya mendengar teriakan dari sesama pekerja bahwa bangunan sudah mulai goyang. Kemudian, ia pun meloncat sambil teriak memperingatkan pekerja bangunan yang ada di lokasi tersebut.

“Kejadianya tadi pagi, saya langsung teriak untuk memperingatkan. Tak berselang lama, kemudian bangunan tersebut roboh dan menimpa para pekerja,” tutur Wawan. (Muhlisin/R7/HR-Online)

Loading...