Proyek Pembangunan Jalan Penghubung Pangandaran Tasikmalaya Dimulai

jalan penghubung Pangandaran Tasikmalaya
Jalan penghubung Pangandaran Tasikmalaya mulai dibangun di Desa Bojongkondang, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Proyek pembangunan jalan yang menghubungkan Kabupaten Pangandaran dengan Kabupaten Tasikmalaya sudah dimulai. Proses pengerjaan jalan penghubung Pangandaran Tasikmalaya ini berlokasi di Dusun Desa, Desa Bojongkondang, Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran.

Deden Hidayat, salah seorang warga yang kerap melewati jalan tersebut, mengatakan, dalam seminggu, dirinya bisa sampai 4 kali melewati jalan Bojongkondang via Gunung Singkup tersebut, saat hendak menuju Tasikmalaya.

“Jalan ini merupakan jalan yang paling sering digunakan masyarakat Langkaplancar dan sekitarnya untuk menuju kota kabupaten Tasikmalaya, karena jalan ini dianggap lebih dekat dibanding jalan-jalan lainnya,” ujarnya, Minggu (17/11/2019).

Deden mengaku dari Langkaplancar, dirinya memerlukan waktu sekitar 2,5 jam untuk sampai di Kabupaten Tasikmalaya. Namun, jika proyek jalan Bojongkondang-Singkup sudah selesai, maka dirinya hanya butuh waktu sekitar 1,5 jam untuk sampai di Tasikmalaya.

“Dengan begitu, apabila masyarakat Pangandaran nanti mau ke Tasikmalaya, jalur ini merupakan jalur paling tepat untuk dilewati,” paparnya.

Rencananya, proses pembangunan jalan penghubung Pangandaran Tasikmalaya tersebut akan selesai sebelum 2020 nanti.

Sementara tokoh masyarakat Desa Bojongkondang, Dace, mengatakan, dengan diperbaikinya jalan Bojongkondang via Gunungsingkup Tasikmalaya dipastikan akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat, khususnya masyarakat Langkaplancar.

“Jalan ini merupakan akses paling ramai digunakan warga Langkaplancar untuk menuju Tasikmalaya. Para pedagang warungan di Wilayah Langkaplancar selalu melewati jalan ini jika mau belanja dagangannya ke Pasar Tasikmalaya,” ucapnya.

Dace berharap jika pembangunan jalan tidak selesai 100 persen pada tahun anggaran 2019, maka pembangunan jalan diharapkan bisa dilanjutkan pada tahun berikutnya.

“Jangan sampai berhenti meski tidak selesai 100 persen pada tahun 2019 sesuai anggaran yang ada,”  pungkas Dace. (Enceng/R7/HR-Online)

Loading...