Curiosity Rover Selfie di Mars, Jalankan Misi Langka Kumpulkan Sampel Batuan

Robot Curiosity Rover Selfie
Robot Curiosity Rover Selfie di Mars. Foto: Net/Ist

Robot Curiosity Rover selfie berhasil diabadikan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA). Robot tanpa awak ini selfie pada tanggal 11 Oktober 2019 atau hari ke-2.553 selama di Mars.

Foto Curiosity Rover selfie robot penjelajah planet Merah ini adalah kali kedua Curiosity saat mengumpulkan sampel bebatuan. Diketahui ada 57 foto yang berhasil ditangkap.

Pengambilan foto selfie dilakukan di beberapa titik lokasi yang dilewati Curiosity. Beberapa diantaranya yaitu kawasan Glen Etive, area Bukit Vera Rubin dan Kawah Gale.

Dalam mengabadikan fotonya, NASA memanfaatkan Mars Hand Lens Imager (MALHI) yang dirancang secara khusus di lengan robot Curiosity.

Curiosity Rover Selfie

Sebelum mengambil foto selfie, robot Curiosity mengebor bebatuan di ketiga titik di atas. Dari pengeboran yang dilakukan, Curiosity berhasil mengumpulkan bebatuan dalam bentuk bubuk.

Khusus untuk kawasan Glen Etive, robot Curiosity melakukan pengeboran sebanyak dua kali. Sampel bebatuan yang berhasil dikumpulkan nantinya akan dibawa ke Bumi.

Dari foto selfie yang diperlihatkan, tampak ada dua jejak lubang pengeboran di sisi kiri robot Curiosity. Lokasi inilah yang disebut dengan Glen Etive.

Pengeboran langka yang dilakukan sebelum Curiosity Rover selfie dinamakan dengan percobaan kimia basah. Lokasi Glen Etive ini pun termasuk wilayah yang menarik untuk dipelajari dalam percobaan tersebut.

Perlu untuk diketahui, kawasan Glen Etive mengandung banyak mineral tanah liat. Dimana tanah liat tersebut mampu melestarikan banyak senyawa kimia.

Tak hanya itu, kandungan tersebut juga menjadi bukti keberadaan air cair di masa lampau. Melakukan pengeboran di Glen Etive pun dirasa tepat.

Paul Mahaffy selaku peneliti utama laboratorium portabel Goddard Space Flight Center NASA mengungkapkan bahwa pihaknya memang akan melakukan uji kimia basah di lokasi yang dinilai menarik.

Jika semua sampel batuan sudah terkumpul dan diambil, maka selanjutnya sampel akan dimasukkan ke dalam wadah penyimpanan yang disebut Sample Analysis at Mars (SAM).

Nantinya sampel yang terlihat saat Curiosity Rover selfie ini akan dipanaskan menggunakan cangkir. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menguji kandungan gas yang ada di dalamnya.

Gas yang ditemukan ini akan dipelajari lebih lanjut guna mengetahui kandungan kimia dan sejarah asal usul planet Mars.

Lebih dari itu, pelarut khusus yang juga digunakan bisa memudahkan Curiosity dalam mengidentifikasi molekul organik yang di dalamnya mengandung karbon.

Percobaan Kimia Basah Sample Analysis at Mars

Sample Analysis at Mars mempunyai 74 tempat yang disediakan secara khusus untuk meletakkan sampel bebatuan yang didapat dari Mars.

Sebagian besar sampel yang diperoleh disimpan dalam bentuk kering. Setelah itu, sampel dipanggang dengan menggunakan oven mini. Dengan cara ini, peneliti bisa melihat gas apa saja yang mendidih.

Selain memperhatikan gas tersebut, Sample Analysis at Mars juga akan mencari bahan kimia yang di dalamnya menyimpan petunjuk mengenai lingkungan planet Mars pada miliaran tahun yang lalu.

Dimana dulunya planet Merah ini dinilai lebih ramah terhadap kehidupan mikroba. Berbeda jauh dengan kondisinya saat ini.

Bahan kimia nantinya juga memudahkan Sample Analysis at Mars dalam mendeteksi molekul berbasis karbon tertentu. Dimana zat tersebut sangat penting dalam pembentukan kehidupan, yang mana disebut sebagai senyawa organik.

Sementara untuk analisis bubuk batuan yang berhasil dikumpulkan dan terlihat saat Curiosity Rover selfie dari Glen Etive seluas 154 km akan dilakukan oleh Paul Mahafyy.

Dijelaskan bahwa data Sample Analysis at Mars sangat kompleks sehingga membutuhkan waktu yang tak sebentar untuk menafsirkannya.

Bahkan menurut anggota tim misi tersebut, hasil yang didapat dari percobaan yang dilakukan baru bisa dilihat tahun depan.

Sebenarnya, pada September 2014 lalu juga terlihat Curiosity Rover selfie saat mencapai dasar gunung yang ada di planet Mars. Bahkan robot ini sudah memanjatnya.

Sejak saat itulah, robot Curiosity berhasil mengkarakterisasikan lingkungan yang dinilainya memiliki potensi untuk layak huni.

Tak hanya itu, robot ini juga menjalankan misi dalam pencarian petunjuk tentang transisi planet Mars di masa lampau.

Dimana kondisi mulanya basah sampai menjadi gurun. Lalu kering dan dingin seperti halnya kondisinya yang diketahui sekarang.

Robot Curiosity Rover selfie menunjukkan misi yang tengah dijalankannya. Hasil yang didapat pun akan sangat bermanfaat saat sudah dibawa ke Bumi nantinya. (R10/HR-Online)

Loading...