28 Rumah Warga di Panjalu Ciamis Rusak Akibat Disapu Angin Puting Beliung

angin puting beliung
Salah satu rumah warga di Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, mengalami kerusakan akibat angin puting beliung. Foto: Istimewa

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Sebanyak 28 rumah di Desa Hujungtiwu dan Desa Bahara, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, dilaporkan mengalami kerusakan akibat angin puting beliung yang terjadi pada Selasa (26/11/2019) sore.

Angin kencang yang disertai hujan itu merusak atap rumah warga. Tak sedikit genting rumah warga yang beterbangan akibat disapu angin kencang.

Camat Panjalu Dede Suparman, ketika dihubungi Rabu (27/11/2019), membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, kerusakan rumah akibat bencana ini rata-rata pada bagian atap rumah.

“Kami masih melakukan pendataan bersama pemerintah desa setempat. Data sementara yang masuk kepada kami tercacat sebanyak 28 rumah warga yang mengalami kerusakan,” katanya.

Selain merusak rumah, lanjut Dede, angin puting beliung pun banyak merobohkan pohon hingga terdapat kabel listrik PLN yang putus akibat terkena reruntuhan pohon. “Akibat ada kabel PLN yang putus, aliran listrik sempat padam. Namun beruntung pihak PLN bergerak cepat memperbaiki,” ujarnya.

Dede mengatakan warga yang rumahnya terkena dampak angin puting beliung pada hari ini tengah melakukan perbaikan atap genting yang tersapu angin. Menurutnya, kerusakan rumah warga rata-rata mengalami rusak ringan dan sedang.

“Daerah dua desa itu memang sering dilanda angin kencang. Karena posisinya berada di daerah ampah. Namun baru kali ini angin kencang yang sampai merusak hingga puluhan rumah warga,” katanya.

Dede mengatakan, laporan dari pemerintah desa setempat, warga hari ini melakukan gotong royong memperbaiki beberapa rumah yang mengalami kerusakan. Hal itu dilakukan agar perbaikan rumah cepat selesai.

“Karena saat ini musim hujan. Kalau genting yang rusak tidak cepat dibetulkan, dipastikan pemilik rumah akan kewalahan apabila sore atau malam ini terjadi hujan. Bisa dibayangkan air hujan akan masuk ke dalam rumah dan merusak perabotan rumah tangga. Makanya, agar perbaikan rumah biar cepat, warga melakukan gotong royong,” pungkasnya. (Fahmi2/R2/HR-Online)

Loading...