Sakit Ulu Hati Jangan Disepelekan, Atasi dengan Cara Ini!

Sakit ulu hati merupakan keluhan yang biasanya dianggap sebagai gejala sakit maag.
Sakit ulu hati merupakan keluhan yang biasanya dianggap sebagai gejala sakit maag. Photo : Ilustrasi.

Sakit ulu hati merupakan keluhan yang biasanya dianggap sebagai gejala sakit maag. Itu memang benar, tetapi tidak sepenuhnya benar. Karena, sakit ulu hati bisa juga sebagai gejala penyakit lain.

Oleh karen itu, rasa sakit di bawah rongga dada dan di perut bagian tengah atau nyeri ulu hati harus diwaspadai, dan segera diatasi agar tidak berujung munculnya berbagai penyakit berbahaya, maupun sakit maag sekalipun.

Dirangkum HR Online dari berbagai sumber, Sabtu (23/11/2019), berikut ini beberapa penyakit berbahaya yang gejala awalnya ditandai dengan rasa nyeri pada ulu hati.

5 Gejala Penyakit Berbahaya

GERD

GERD adalah kondisi di mana asam lambung naik secara berlebih ke arah kerongkongan. Penyebab GERD bisa terjadi akibat klep antara asam lambung dengan kerongkongan tak dapat berfungsi dengan baik.

Tak hanya itu, gejala penyakit GERD bisa juga ditandai dengan mulut terasa pahit dan asam, perut terasa panas, serta dada terasa seperti terbakar atau heartburn.

Gastritis

Bukan hanya GERD, sakit pada ulu hati juga sebagai gejala penyakit Gastritis, yakni terjadinya peradangan di mukosa lambung. Penyakit tersebut dikenal dengan sebutan sakit maag.

Orang yang menderita gastritis biasanya akan merasakan adanya gejala nyeri pada ulu hati, perut kembung dan mual.

Ada beberapa penyebabnya, misal penggunaan obat pereda sakit NSAIDS dalam jangka waktu lama tanpa pengawasan dokter, atau akibat stres psikis yang tidak segera diatasi.

Perlemakan Hati

Sakit dibagian ulu hati juga bisa menjadi tanda dari adanya gangguan pada hati yang dikenal dengan nama perlemakan hati atau fatty liver yang disebabkan beberapa hal, seperti terlalu banyak mengonsumsi alkohol, atau penyakit metabolik seperti kolesterol tinggi dan diabetes.

Oleh sebab itu, hindari atau batasi konsumsi alkohol mulai saat ini, bahkan sebaiknya tidak mengonsumsinya sama sekali. Periksa juga kesehatan secara berkala supaya penyakit lainnya yang bisa berujung terjadinya perlemakan hati dapat dikendalikan atau dicegah.

Batu Empedu

Sakit ulu hati juga bisa menjadi gejala awal penyakit batu empedu. Penyakit ini merupakan gangguan kesehatan yang diakibatkan adanya batu di dalam saluran empedu atau kandung kemih.

Kondisi seperti ini pada umumnya tanpa gejala, tapi tak menutup kemungkinan terjadinya keluhan sakit di perut sebelah kanan atas dan menjalar hingga ke ulu hati.

Bukan cuma itu saja, keluhan yang ditimbulkan akibat penyakit batu empedu adalah kembung disertai dengan rasa tak enak di perut saat mengonsumsi makanan yang mengandung lemak.

Jika muncul gejala-gejala tersebut maka segera obati supaya keluhan rasa sakit tidak semakin parah yang pada akhirnya mengganggu atau bahkan sampai menurunkan kualitas hidup si penderitanya.

Penyakit Jantung Koroner

Penderita penyakit jantung koroner biasanya akan merasakan nyeri dada di bagian sebelah kiri. Tetapi, mereka juga bisa saja mengeluhan sakit di bagian ulu hati akibat terjadi penyumbatan pada pembuluh darah di bawah jantung.

Bagi penderita jantung koroner, kondisi tersebut dapat menimbulkan sensasi rasa sakit yang menjalar sampai ke bagian ulu hati.

Mulai sekarang, jangan selalu menganggap kalau nyeri di bagian tersebut adalah gejala penyakit maag. Segera periksakan ke dokter supaya bisa mendapatkan pengobatan yang tepat.

Jadi jangan menganggap sepele karena sakit pada ulu hati dapat menjadi tanda adanya penyakit berbahaya.

Cara Mengatasi Tanpa Obat

Penggunaan obat-obatan untuk maag memang cukup ampuh, namun sebaiknya jangan langsung dijadikan cara pertolongan pertama dalam mengatasi rasa sakit pada ulu hati.

Sebab, obat antasida jika digunakan secara berkepanjangan bisa meningkatkan efek samping yang sebetulnya dapat dihindari dengan beberapa cara berikut ini.   

Longgarkan Pakaian yang Menekan Perut

Sensasi sakit dibagian ulu hati ketika GERD kambuh akan terasa semakin parah hingga dada terasa sesak bila Anda masih menggunakan baju yang serba ketat.

Saat perut mulai terasa tidak nyaman, maka pakaian Anda harus segera dilonggarkan. Jika memungkinkan, sebaiknya ganti langsung dengan memilih pakaian yang lebih longgar.  

Berbaring dengan Posisi Kepala Lebih Tinggi

Munculnya rasa sakit ulu hati memang tidak dapat diprediksi, bisa terasa kapan saja, bahkan ketika menjelang tidur pun bisa saja muncul.

Agar Anda dapat tidur dengan nyenyak, cobalah posisi tidur dengan miring ke sebelah kiri dan kepala disangga menggunakan dua bantal.

Karena menurut penelitian, posisi tidur yang paling baik adalah miring ke sebelah kiri bagi mereka yang memiliki masalah pencernaan seperti halnya GERD.

Saat tidur miring ke kiri, maka posisi cairan asam lambung sebagai persimpangan yang membatasi antara kerongkongan dan lambung akan tetap berada di atas.

Selain itu, dengan posisi kepala lebih tinggi daripada pinggang juga dapat membantu mencegah naiknya asam lambung ke bagian kerongkongan. 

Berdiri Tegak

Dengan postur tubuh yang terlalu membungkuk dapat memperburuk rasa perih pada ulu hati, bahkan rasa sakit tersebut akan sulit hilang. Maka, ketika mulai terasa sakit pada ulu hati, cobalah duduk dengan tegak, atau langsung saja berdiri tegak.

Karena, berdiri tegak dapat meringankan tekanan otot cincin atau sfingter yang membatasi antara lambung dan kerongkongan. Dengan begitu maka asam lambung akan naik ke atas.

Kunyah Permen Karet

Menurut sebuah penelitian, mengunyah permen karet sekitar kurang lebih 30 menit usai makan dapat mengurangi rasa panas di dada.

Sebab, mengunyah permen karet akan memancing produksi air liur, sehingga bisa membantu menetralkan pH lambung sekaligus mengencerkan asam lambung. (Eva/R3/HR-Online)

Loading...