SMA Al Fadlil Ciamis Berhasil Kembangkan Produk Pertanian Organik

Siswa SMA Al Fadlil
Siswa SMA Al Fadlil saat menunjukkan produknya bersama Kepala Sekolah, H Zaenudin. Foto: Muhafid/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- SMA Al Fadlil Kecamatan Lakbok, Kabupaten Ciamis berhasil mengembangkan berbagai produk pertanian organik. Bahkan, produk mereka kini sudah dipasarkan ke masyarakat.

Diketahui, SMA Al Fadlil merupakan salah satu sekolah yang berada di Desa Kalapasawit, Kecamatan Lakbok. Sekolah yang belum satu tahun berjalan ini, berada di lingkungan Ponpes Roudlotul Huda.

Produk hasil siswa tersebut, di antaranya pupuk ramah lingkungan berupa mol buah maja, mol nasi, mol daun sirida, dan mol  buah pisang dan pepaya.

Produk siswa
Produk yang dihasilkan oleh siswa untuk pertanian organik. Foto: Muhafid/HR

Selain itu ada produk minuman sehat, di antaranya kopi stamina, seje manis, serta kunir asam. Selain itu, mereka juga berhasil membuat pupuk bokashi yang merupakan pupuk padat ramah lingkungan.

Kepala SMA Al Fadlil, H Zaenudin, menjelaskan, berbagai produk pertanian organik dan minuman sehat tersebut merupakan bentuk impelementasi pelajaran yang dikenyam oleh siswa.

Salah satu mata pelajaran unggulannya, kata H Zaenudin, muatan lokal berupa pertanian ramah lingkungan dan menyehatkan serta berkelanjutan.

Karena itu, sebagai bentuk motivasi bagi siswa, produk-produk yang dihasilkan dikenalkan kepada masyarakat.

“Ini bagian dari pembelajaran siswa, baik di bidang pertanian organik maupun di bidang bisnis. Melalui produk yang dihasilkan ini, kita harap mereka menjadi generasi islami yang berwawasan global serta berkeribadian Qur’ani,” kata H Zaenudin, Sabtu (16/11/2019).

Siswa SMA
Siswa saat melakukan pengemasan produk pertanian organik. Foto: Muhafid/HR

Pembelajaran di bidang pertanian tersebut, lanjut H Zaenudin, SMA Al Fadlil bekerjasama dengan Yayasan Aliksa Organik, sebuah lembaga yang fokus bergerak pada bidang pertanian.

Adapun  harga yang dibanderol, lanjut H Zaenudin, untuk mol dipatok mulai Rp 25 ribu hingga Rp 50 ribu per botolnya. Sedangkan untuk minuman sehat mulai Rp 7.500 hingga Rp 20 ribu. Adapun pupuknya dipatok Rp 10 ribu per kilogramnya.

“Dari hasil penjualan ini, dialokasikan untuk modal produksi serta membantu santri yang kurang mampu. Kita harap SMA Al Fadlil ini ke depan semakin berkembang dan memiliki ciri khas di bidang ini,” pungkasnya. (Muhafid/R6/HR-Online)

Loading...