Tanda-tanda Van Belt Motor Matic Segera Diganti

Tanda-tanda Van Belt Motor
Van belt pada motor matic. Foto: kobayogas

Van Belt atau V-Belt merupakan salahsatu komponen atau sparepart yang ada di motor matic. Untuk fungsinya hampir sama dengan rantai yang ada di motor bebek atau berkopling. Cuma, perbedaannya yakni dalam bentuknya saja, karena sabuk penggerak ini menggunakan bahan karet.

Fungsi dari V-Belt sendiri adalah sebagai penggerak roda yang ada di bekakang. Untuk posisinya, sabuk penggerak ini ada di dalam CVT, jadi tidak bisa melihat langsung atau harus dibongkar terlebih dulu.

Berbeda dengan rantai yang bisa dilihat dengan mata secara langsung, maka kondisinya bisa kelihatan. Sedangkan Van Belt karena tertutup oleh cover CVT, maka pemilik motor matic harus rutin mengecek agar tahu kondisinya.

Memang motor matic ini sangat praktis dan mudah dikendarai. Akan tetapi, masalahnya adalah untuk memeliharanya tidaklah mudah. Seperti V-Belt jika tidak rutin dicek, maka bisa-bisa putus saat di jalan.

Jadi, Van Belt ini merupakan bagian sparepart yang sangat penting dan perlu ada perhatian khusus. Pasalnya, sama halnya dengan rantai, V-Belt juga mempunyai batas usia pemakaian.

Mengutip dari berbagai sumber, batas usia dari sabuk penggerak yang ada di motor matic ini yaitu tidak sampai 30.000 km.

Nah, supaya tidak putus saat dikendarai, berikut ini tanda atau ciri Van Belt yang harus diganti sebelum terlambat. Karena jika putus maka motor tidak bisa jalan.

1. Cek Kondisi V-Belt

Untuk mengecek kondisi v-belt memang tidak mudah, Anda harus membongkar CVT. Memang ribet tapi jika tidak dilakukan maka bisa masalah nanti di jalan.

Untuk tanda fisik dari van belt yang harus diganti adalah pada bagian lekukannya. Jika berbentuk ā€œVā€, maka v-belt tersebut harus diganti. Atau bisa juga melihat dari geriginya. Apabila geriginya sudah tidak bagus, maka wajib diganti.

Yang jangan dilewatkan adalah mengecek apakah ada bagian dari van belt yang retak atau tidak. Karena jika ada retak ditakutkan akan putus tiba-tiba ketika motor matic dijalankan. Jadi harus secepatnya diganti.

Tanda Van Belt Harus Diganti

2. Motor Tidak Ada Tenaga

Untuk ciri selanjutnya adalah tarikan pada motor matic tidak ada tenaganya atau sudah ngempos.

Ternyata van belt yang ada pada motor matic ini snagat berpengaruh terhadap lacu kendaraan. Sehingga, jika v-belt ini sudah tidak maksimal lagi, maka secepatnya harus diganti.

Jadi jangan salah apabila Anda merasakan motor yang tadinya bisa lari kencang, mendadak ngempos atau seperti tidak ada tarikannya. Dalam kasus ini juga biasanya akan mengalami motor mendadak agak berat saat ditarik gasnya.

3. Perhatikan Kilometer

Satu lagi yang sering diindahkan oleh pengguna motor matic adalah, jarang memperhatikan kilometer. Padahal, van belt ini ada usianya yakni bisa dilihat dari jarak yang sudah ditempuh pada spidometer.

Memang setiap motor matic masa pemakaian v-belt berbeda-beda, pasalnya itu semua tergantung dari pemakaian motor itu sendiri.

Namun, untuk ideal dari masa pemakaian van belt itu sendiri adalah apabila telah digunakan maksimal sejauh 15 ribu km. Karena, jika melebihi batas kelipatan 15 ribu km, maka v-belt akan mulai retak, atau sudah tidak pantas untuk digunakan lagi.

Jadi, dari tanda-tanda di atas, mulai dari sekarang jangan dibiasakan untuk membiarkan atau tidak memperhatikan motor matic kesayangan Anda, tertutama pada van belt. Karena, jika v-belt itu putus di tengah jalan, maka akan merusak spare part lainnya yang ada di dalam. (Adi/R5/HR-Online)

Loading...