Terobosan Ala Dinkes Pangandaran Tekan ODGJ

Terobosan Ala Dinkes Pangandaran Tekan ODGJ
Terobosan dari Dinkes Kabupaten Pangandaran dengan membentuk Komunitas Kaswari, sebagai solusi untuk menekan angka ODGJ yang terus naik. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Balai Kampung Dusun Barengkok, Desa Cijulang, Rabu (27/11/2019). Foto : Madlani/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Kabupaten Pangandaran trennya selalu meningkat setiap tahunnya.

Menurut data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pangandaran, angka ODGJ di Kabupaten Pangandaran dari tahun 2017 sebanyak 385 orang. Kemudian di tahun 2018 sebanyak 425 orang, tahun 2019 sampai bulan September sebanyak 545 orang.

“Jadi setiap tahun ODGJ di Kabupaten Pangandaran trennya selalu meningkat,” ujar Kasie Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Pangandaran, dr. Rina Veriany kepada HR Online, Rabu (27/11/2019).

Untuk mengatasi hal tersebut, Dinkes Kab. Pangandaran membuat sebuah terobosan, dengan membentuk Komunitas Kaswari (Kesehatan jiwa mandiri produktif), di Balai Kampung Dusun Barengkok, Desa Cijulang, Rabu (27/11/2019).

“Kami menggagas Komunitas Kaswari, dengan harapan pemberdayaan penderita gangguan jiwa melalui kegiatan positif supaya bisa pulih,”

Rina menambahkan, komunitas tersebut merupakan kumpulan orang-orang yang berjiwa sosial tinggi terhadap masalah kesehatan jiwa atau ODGJ. Anggota komunitas dari setiap kader posyandu yang ada di wilayah Puskesmas Cijulang.

“Kita bersama para kader posyandu berkumpul dengan yang memiliki masalah kejiwaan,” kata Rina.

Ditambahkannya, bahwa pertemuan tersebut sebagai upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif, juga meningkatkan pada cara melakukan pengobatannya.

“ODGJ diajak dengan tujuan supaya bisa melakukan aktivitas positif. Sehingga selain pulih dan sembuh, juga bisa produktif mandiri ketika kembali ke masyarakat,” tuturnya.

Rina menjelaskan, Komunitas Kaswari saat ini sebagai proyek percontohannya, sehingga yang baru gabung sekitar 70 orang. Komunitas ini juga mendapat dukungan dari camat, tokoh masyarakat, tokoh agama yang ada di wilayah Puskesmas Kecamatan Cijulang.

“Mudah-mudahan yang belum bisa datang, kedepan bisa ikut bergabung. Sehingga upaya dengan kebersamaan dapat meningkatkan pelayanan kita di bidang kesehatan,” ucapnya.

Pendampingan ODGJ

Lebih lanjut Rina menambahkan, dengan adanya kumpulan-kumpulan seperti ini bukan hanya untuk mendampingi ODGJ saja, melainkan bisa merubah stigma masyarakat terhadap ODGJ tidak negatif lagi.

Selain itu, masyarakat pun bisa penyamakan Orang Dengan Gangguan Jiwa dengan penyakit lain seperti hipertensi, diabetes melitus dan lainnya, yang bisa disembuhkan dengan pengobatan.

“Di Kabupaten Pangandaran tiap tahun Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) selalu meningkat. Jadi, mudah-mudahan dengan adanya komunitas ini kedepannya bisa ditekan biar tidak makin naik lagi,” katanya.

Rina menjelaskan, tujuan utamanya menekan jumlah penderita ODGJ di Kabupaten Pangandaran. Selain itu juga, mengupayakan peningkatan pelayanan kesehatan jiwa dan memberdayakan penderita gangguan jiwa tersebut, dengan melakukan aktivitas yang positif.

“Sehingga harapannya bisa pulih serta mandiri dan produktif dalam kehidupannya di masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, pendamping dari kader Posyandu Kenangan Nusa Gede, Ayu Sri Rejeki (34) mengatakan, dirinya melakukan pendampingan bukan hanya kesehatan jiwa saja, tetapi juga sebagai pusat informasi konseling remaja (PIKR), dengan satu dusun ada 2 orang pendamping.

“Saya mendampingi saudara Dn (39) yang tidak semangat lagi untuk hidup. Dia selalu pusing diakibatkan banyak mengkonsumsi obat dan doping. Dn ini mantan pekerja di kapal laut,” papar Ayu.

Lebih lanjut Ayu Sri Rejeki mengatakan, proses berobat yang dilakukan Dn sudah ke dokter dan sudah dirujuk ke RSUD Banjar. Dirinya mendukung kegiatan ini sehingga ODGJ tidak banyak yang menganggap dikucilkan.

“Mereka (ODGJ) tersebut bisa bergaul juga ada interaksi sosial dengan masyarakat, sehingga mereka tidak merasa dikucilkan,” katanya.

Penderita ODGJ, IR (32) kepada HR Online mengatakan, dirinya setelah baru melahirkan ada halusinasi tubuhnya, selalu ada orang lain. Sehingga merasa tidak nyaman dan gampang marah-marah.

Berkat sering berkumpul dan konsultasi dengan Komunitas Kaswari, akhirnya IR sudah bersosialisasi dengan masyarakat.

“Saya saat ini sudah mulai bisa berinteraksi dengan orang. Belajar fokus setelah adanya kumpulan-kumpulan yang dilakukan oleh komunitas Kaswari Pangandaran ini,” tuturnya. (Madlani/R5/HR-Online)