Tingkatkan Daya Beli Masyarakat, Koperasi dan UKM di Kota Banjar Harus Bersinergi

Koperasi dan UKM di daerah diharapkan ikut serta mendorong sekaligus meningkatkan daya beli di Kota Banjar, Jawa Barat, menjadi lebih baik lagi.
Acara pelatihan kewirausahaan bagi 62 koperasi dan UKM di salah satu rumah makan di Kota Banjar, Selasa (12/11/2019). Foto : Nanang Supendi/HR.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Koperasi dan UKM di daerah diharapkan ikut serta mendorong sekaligus meningkatkan daya beli di Kota Banjar, Jawa Barat, menjadi lebih baik lagi. Untuk itu, sangat penting koperasi dengan pelaku UKM saling bersinergi demi mencapai harapan tersebut.

Hal itu dikatakan Wakil Walikota Banjar, H. Nana Suryana, kepada HR Online, saat ditemui usai membuka acara pelatihan kewirausahaan bagi 62 koperasi dan UKM di salah satu rumah makan di Kota Banjar, Selasa (12/11/2019).

Menurutnya, koperasi dan UKM ini ada dalam satu leading sektor, tapi kenyataan yang ada kerap tidak bergandengan tangan. “Maka mari sinergikan, saling support untuk geliat pertumbuhan ekonomi Kota Banjar,” katanya.

Karena, hal tersebut akan berdampak terhadap penyerapan tenaga kerja atau mengurangi pengangguran, sehingga akan bisa meningkatkan daya beli masyarakat Kota Banjar.

Dirinya juga yakin kalau koperasi dan UKM di Kota Banjar mampu mewujudkan hal itu dan kapasitas yang dimilikinya juga meningkat. Terpenting diaktualisasikan atau dipraktekan.

“Koperasi dan UKM ini tak bisa berdiam diri atau sekedar memiliki kemampuan saja, tetapu harus mengikuti perkembangan teknologi atau digitalisasi. Jika itu semua tak

Dilakukan maka akan tergerus atau ketinggalan zaman. Produknya pun akan ikut tenggelam atau tak dikenal luas hingga ke daerah lain,” ujarnya.

Untuk itu, lanjut Nana, pemerintah kota juga menargetkan di Kota Banjar ini harus berdiri agro mart. Dirinya tak ingin warga atau pelaku usaha di Banjar kalah oleh pasar modern lainnya. “Koperasi dan UKM di Kota Banjar harus bisa menciptakan agro mart,” tandas Nana.

Wacana Kampung Produktif

Sementara itu, Kepala DKUKMP Kota Banjar, Saeffudin, mengaku, bahwa pihaknya selalu berinovasi dalam rangka pengingkatan pertumbuhan ekonomi serta peningkatan SDM, salah satunya dengan terus berupaya memberdayakan koperasi dan UKM.

“Kami harus selalu bisa berinovasi dalam memberdayakan koperasi dan UKM. Mulai

tahun ini, kami sedang wacanakan kampung UMKM atau Kampung Produktif. Perwalnya masih

proses penyusunan. Semoga tahun ini bisa dilaunchingkan,” katanya.

Lokasi Kampung Produktif ini ditetapkan di wilayah Kelurahan Bojongkantong, Kecamatan Langensari, dan Desa Karyamukti, Kecamatan Pataruman.

Saeffudin menjelaskan, prinsip dasar dalam pembentukan Kampung Produktif adalah “dari, oleh dan untuk masyarakat”, yang artinya memberikan layanan yang didasarkan atas prakarsa berbagai pihak, yakni masyarakat pelaku ekonomi, lembaga, organisasi masyarakat dan pemerintah.

Begitu pula program dan kegiatannya dilaksanakan oleh berbagai unsur tersebut. Tujuannya untuk kepentingan masyarakat setempat dalam meningkatkan kesejahteraan, melalui peningkatan pendapatan dan kesempatan berusaha.

Maka tak berlebihan, kata Saeffudin, jika program kampung UMKM atau kampung produktif itu dimaksudkan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap masyarakat agar bisa lebih produktif dalam upaya meningkatkan pendapatannya melalui pembinaan secara terintegrasi, berkelanjutan, dan lintas sektoral.

Hasil yang ingin dicapai pihaknya dari program tersebut adalah hadirnya pelaku usaha UMKM atau IKM yang berdaya saing, tangguh, mandiri, serta taat aturan. Juga mudahnya akses permodalan, mudahnya pemasaran, adanya kelembagaan ekonomi, tersedianya lapangan usaha.

Selain itu, desa dan kelurahan juga dapat memanfaatkan anggaran penguatan ekonomi masyarakat secara tepat sasaran, serta meningkatnya pendapatan masyarakat.

“Kami harap dengan program kampung UMKM atau kampung produktif ini, nantinya tercipta indikator keberhasilan, yaitu diantaranya adanya UMKM naik kelas, meningkatnya UKM yang memiliki legalitas usaha, terbentuknya kemitraan dengan lembaga keuangan,” terang Saeffudin.

Pihaknya juga berharap terbentuknya kemitraan dengan lembaga pemasaran, termanfaatkannya marketplace/aplikasi penjualan on-line, meningkatnya pangsa pasar, terbentuknya koperasi dan/atau meningkatnya kepesertaan koperasi, meningkatnya jumlah pelaku wirausaha pemula/baru, serta teranggarkannya program Gempar Kampung Produktif pada APBD dan APBDes. (Nanks/R3/HR-Online)