Rabu, Januari 26, 2022
BerandaArtikel3 Trik Mengumpulkan DP Rumah KPR dengan Cepat

3 Trik Mengumpulkan DP Rumah KPR dengan Cepat

Mengumpulkan DP rumah KPR bisa jadi tantangan tersendiri. Namun ada trik tertentu yang bisa Anda lakukan untuk mengumpulkan Down Payment (DP) atau uang muka. Trik apa saja? Berikut penjelasannya.

KPR menjadi salah satu cara yang digunakan untuk memiliki rumah impian. Untuk KPR, Anda bisa mengumpulkan uang untuk DP rumah terlebih dahulu.

Semakin besar DP yang Anda berikan maka semakin ringan cicilan yang dibebankan kepada Anda ini.

Oleh sebab itu jika tidak bisa untuk mengumpulkan uang secara cash dalam jumlah banyak untuk pembelian rumah, Anda bisa mencari cara untuk mengumpulkan DP rumah KPR terlebih dahulu.

Trik Mengumpulkan DP Rumah KPR yang Cepat

Agar Anda bisa cepat mengumpulkan DP rumah sebaiknya tidak hanya mengandalkan dari tabungan saja karena akan lama. Anda bisa mencoba cara lain untuk mengumpulkan DP secara cepat seperti berikut ini:

  • Reksadana

Cara pertama yang bisa dilakukan untuk mengumpulkan DP rumah secara cepat adalah dengan ikut investasi seperti reksadana. Reksadana adalah investasi termurah yang bisa Anda ikuti dimana bisa dimulai hanya dengan modal mulai dari 50 ribu rupiah saja.  

Reksadana ini cocok bagi Anda yang masih awam tentang investasi karena aman dan dikelola langsung oleh Manajer Investasi. Di sini, tidak perlu menguasai terlalu mendetail terkait investasi karena ada manajer yang akan mengelolanya.

Jenis reksadana yang tepat juga akan membantu Anda untuk mengumpulkan DP rumah KPR dengan cepat. Yang bisa Anda pilih adalah reksadana pasar uang, meski return kecil namun keamanannya cukup tinggi.

Oleh sebab itu bagi Anda yang berencana untuk membeli rumah mulailah membeli reksadana sekarang juga, karena lebih cepat lebih baik.

  • Cicil DP

Mengumpulkan DP rumah KPR selanjutnya yang bisa Anda lakukan adalah mengikuti cicil DP. Biasanya hal ini akan ditawarkan oleh pihak developer. Untuk bisa melakukan hal ini Anda harus memilih developer kredibel dan memiliki legalitas.

Tujuannya agar Anda tidak mendapatkan hal-hal yang tidak di inginkan ke depannya seperti uang cicilan Anda dibawa kabur oleh pihak developer tanpa kejelasan.  

Cicil DP ini memiliki mekanisme berupa Anda membayarkan sejumlah DP kepada develepor atau pengembang dengan mencicilnya, lamanya tergantung kesepakatan.

Misalnya dalam jangka waktu 1 atau 2 tahun. Banyaknya uang DP ini akan ditentukan di awal antara 10% sampai dengan 15%.

Selama melakukan cicil DP Anda harus berhubungan baik dengan pihak bank. Setelah DP di cicil Anda bisa mengajukan KPR ke bank dan meminta developer untuk menunjukkan bukti pembayaran DP tersebut.

  • Hemat pengeluaran

Cara mengumpulkan DP rumah KPR terakhir adalah eratkan ikat pinggang pengeluaran Anda. Misalnya Anda menginginkan rumah dengan harga 600 juta maka DP yang harus Anda bayarkan sebesar 200 juta.

Tentu angka 200 juta ini bukanlah nominal uang yang kecil. Agar DP tersebut bisa cepat terkumpul redam keinginan Anda untuk pembelian hal-hal yang tidak perlu.

Hindari Membayar DP Rumah dengan Berhutang

Mengumpulkan DP rumah KPR ini memang memerlukan tekad dan niat yang kuat, karena tanpa kedua hal tersebut Anda akan kesulitan mengumpulkan DP dalam waktu cepat.

Selama ini masih banyak yang berhutang untuk pembayaran DP agar rumah baru bisa segera didapatkan. Hal ini adalah tindakan yang salah karena menghasilkan efek buruk untuk financial dalam jangka panjang.

Salah satu jenis hutang yang sering digunakan untuk membayar DP rumah KPR adalah KTA atau Kredit Tanpa Agunan. Saat melakukan hal ini sama saja sedang melakukan penggalian lubang secara bersamaan.

Saat penghasilan dirasa cukup untuk menutup lubang secara bersamaan banyak yang kemudian mengajukan KTA dan juga KPR secara bersamaan.

Padahal strategi mengumpulkan DP rumah KPR ini sangat tidak disarankan karena bunga KTA cukup besar ditambah lagi dengan cicilan KPR yang tidak sedikit.

Misalnya memiliki hutang KTA 50 juta bunga 1,5% per bulan dimana cicilan pokok ditambah bunga per bulan sebesar 2,1 juta rupiah.

Belum ditambah dengan cicilan KPR per bulan misalnya sebesar 6 juta maka dalam sebulan harus menanggung hutang 8,1 juta.

Pengeluaran untuk membayar cicilan tersebut sudah sangat besar sehingga akan berdampak pada keuangan keluarga.

Dampak buruknya adalah uang kebutuhan sehari-hari tidak cukup, uang untuk pendidikan anak terbengkalai, uang untuk gizi anak tidak cukup, dan lain sebagainya.

Baca Juga: Tips Membeli Rumah KPR Subsidi

Banyak yang menganggap bahwa harga properti akan selalu meningkat pesat sehingga memutuskan untuk buru-buru membeli rumah.

Meski harga yang terus meningkat, Anda tetap harus bersabar dalam mengumpulkan DP rumah KPR ini dibandingkan harus mengambil jalan pintas yang justru akan memberatkan keuangan Anda ke depannya. (R11/HR-Online)

- Advertisment -