Rabu, Oktober 27, 2021
BerandaBerita TerbaruAjakan Update Aplikasi Twitter, Apakah Tujuan dari Pihak Twitter?

Ajakan Update Aplikasi Twitter, Apakah Tujuan dari Pihak Twitter?

Update aplikasi Twitter kini telah diumumkan oleh pihak Twitter. Pembaruan yang diumumkan oleh pihak Twitter masih menjadi pertanyaan.

Banyak pengguna yang bertanya-tanya mengapa Twitter mengajak penggunanya untuk melakukan pembaruan. Pendapat ini beredar setelah pihak Twitter mengumumkannya melalui akun Twitternya.

Ajakan pihak Twitter untuk melakukan pembaruan tentunya memiliki maksud dan tujuan. Banyak pengguna yang berspekulasi bahwa pembaruan ini terkait dengan adanya celah keamanan.

Ajakan Pihak Twitter Untuk Update Aplikasi Twitter

Twitter merupakan platform media sosial yang memiliki banyak pengguna. Bahkan hampir semua orang telah menggunakan platform Twitter ini.

Kebanyakan orang yang menggunakan platform ini memang didominasi oleh kaum milenial. Tidak heran jika aplikasi Twitter memang menarik perhatian banyak orang.

Banyaknya pengguna Twitter membuat pihak Twitter memberikan beberapa fitur. Fitur tersebut digunakan untuk kenyamanan para pengguna.

Baru-baru ini pihak Twitter juga mengumumkan sebuah ajakan. Ajakan tersebut berkaitan dengan update aplikasi Twitter.

Ajakan dari pihak Twitter ini membuat para pengguna bertanya-tanya. Kemudian pihak Twitter mengatakan bahwa pembaruan dilakukan karena ada celah keamanan.

Hal inilah yang menjadi alasan mengapa pihak Twitter mengajak para pengguna untuk melakukan update. Pihak Twitter menemukan adanya celah keamanan pada aplikasinya.

Celah aplikasi ini bisa mengganggu kenyamanan dan keamanan data pengguna. Oleh karena itu, para pengguna diharapkan melakukan pembaruan aplikasi.

Update aplikasi Twitter ini digunakan untuk mengatasi hal-hal yang tidak diinginkan. Mengingat celah keamanan ini bisa dimanfaatkan oleh beberapa orang yang memiliki kemampuan hacker.

Banyak hal yang bisa dilakukan oleh pihak hacker. Diantaranya adalah mengambil alih akun pengguna lain.

Kemudian memanfaatkannya mulai dari membuat kicauan dan yang lainnya. Bahkan hacker juga bisa mengirim direct messages menggunakan akun orang lain.

Hal ini sangat mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna. Oleh karena itu, pihak Twitter mengajak pengguna melakukan pembaruan atau update.

Dampak Bug Hingga Update Aplikasi Twitter

Bug memang bisa menyerang kapan saja. Bahkan penyerangannya dilakukan dalam waktu cepat. Sehingga pengguna tidak akan menyadarinya secara langsung. Oleh karena itu, pihak Twitter sudah memberikan peringatan kepada para penggunanya.

Update aplikasi Twitter memang mengatasi adanya celah keamanan yang masuk. Biasanya celah keamanan bisa masuk dalam bentuk iklan.

Apabila pengguna Twitter dengan sengaja mengeklik iklan tersebut, maka data pengguna bisa dibagi.

Hal ini berdampak pada keamanan pengguna Twiiter. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya jika akun pengguna bisa diambil alih oleh hacker.

Jadi, update aplikasi Twitter ini tidak semata-mata hanya ajakan biasa. Tetapi juga pencegahan dari bug yang ada di Twitter.

Meskipun pihak Twitter belum memiliki bukti kode adanya bug tersebut. Namun update ini dilakukan sebagai wujud pencegahan dari pihak Twitter.

Pembaruan ini memang baru diumumkan dan diharapkan pengguna Twitter melakukannya. Mengingat bug bisa menyerang keamanan data dari pengguna.

Adanya informasi ini tidak hanya berdampak pada pengguna saja. Tetapi hal ini juga berdampak pada pihak Twitter itu sendiri.

Sebelumnya pihak Twitter merencanakan untuk melakukan penghapusan akun Twitter milik pengguna yang sudah meninggal.

Namun penghapusan ini ditunda oleh pihak yang bersangkutan. Sebelumnya penghapusan ini akan dilakukan pada kawasan Uni Eropa, namun akhirnya ditunda. Pihak Twitter beralasan bahwa belum ada cara untuk melestarikan akun milik pengguna.

Disamping itu, pihak Twitter juga masih memikirkan mengenai bug yang ada di aplikasi. Update aplikasi Twitter merupakan langkah awal untuk pencegahan dampak dari celah keamanan.

Sebelumnya mengeluarkan pengumuman ini, pihak Twitter memiliki kebijakan lain. Salah satunya adalah akan menghapus akun yang tidak aktif selama 6 bulan lebih.

Hal ini langsung mendapat tanggapan dari para pengguna. Para pengguna berpendapat bahwa mereka akan kehilangan akses pertemanan dari akun lama.

Namun Twitter akan tetap melakukan hal ini. Mulai dari kawasan Uni Eropa terlebih dahulu. Kemudian meluas hingga ke negara-negara lainnya.

Akun-akun yang sudah tidak aktif selama 6 bulan lebih akan dihapus. Hal ini diambil secara tegas oleh pihak Twitter.

Update aplikasi Twitter ini juga harus dilaksanakan segera oleh pengguna Twitter. Agar akun yang dimiliki tidak terkena masalah bug dan sejenisnya. (R10/HR-Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru