Antisipasi Lonjakan Harga Akhir Tahun, Pemkot Banjar Gelar Pasar Rakyat

Lonjakan harga akhir tahun
Sebagian masyarakat saat berbelanja di stand pasar rakyat di halaman Kantor Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar. Foto:Muhlisin/HR

Berita Banjar, (harapanrakyat.com),- Dalam rangka antisipasi lonjakan harga jelang libur akhir tahun, Pemerintah Kota Banjar menggelar Pasar rakyat di halaman Kantor Kecamatan Purwaharja, Senin (2/12/2019).

Pasar rakyat yang berlangsung selama sehari tersebut memasarkan barang-barang berupa kebutuhan pokok atau sembako.

Koordinator pasar rakyat yang juga Kepala Bagian Ekonomi Setda Kota Banjar, Indah Silviana, mengatakan, pasar rakyat ini dalam rangka antisipasi lonjakan harga dan menyambut libur akhir tahun.

Pihaknya pun menggandeng Dinas pertanian Ketahanan pangan, Dinas Perdagangan dan UKM Kota Banjar serta bekerjasama dengan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tasikmalaya.

Ia menyebut, sebagian komoditas yang dipasarkan di antaranya kebutuhan pokok berupa sembako, seperti gula, minyak, telur, gas, cabai dan beras.

“Semua barang yang dipasarkan dijual dengan harga grosir. Harganya juga lebih murah dari harga pasar, tapi bukan berarti ini disubsidi. Tapi memang kita juga mendatangkan grosir,” kata Indah kepada HR Online.

Selain antisipasi lonjakan harga menjelang liburan akhir tahun, lanjut Indah, juga untuk menjaga stabilitas harga jika nantinya terjadi lonjakan. Selain itu untuk mencukupi komoditas kebutuhan masyarakat.

“Ini kan mendekati akhir tahun, bisa untuk antisipasi ketika nanti tiba-tiba ada kenaikan harga,” jelas Indah lagi.

Di tempat yang sama, Nanan Rohanan, Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kota Banjar, mengatakan, pihaknya menyediakan beras kualitas medium dengan harga murah. Sementara barang lainnya dari Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan (DKUKMP) Kota Banjar.

Saat ini, lanjut Nanan, stok kebutuhan beras untuk Kota Banjar masih tergolong aman untuk beberapa bulan ke depan, meski ada sebagian yang gagal panen akibat musim kemarau.

Meski begitu, ia mengklaim kondisi tersebut masih bisa ditutup dari daerah yang lain.

“Persediaaan beras masih banyak atau surplus untuk empat bulan ke depan. Jadi masih aman. Kita hitung dalam sehari warga Kota Banjar membutuhkan sekitar 55 ton beras,” pungkasnya. (Muhlisin/R6/HR-Online)

Loading...