Batu Tonjong Goong di Banjaranyar Ciamis Hidup, Mitos atau Fakta?

Batu Tonjong Goong
Batu Tonjong Goong, Desa Karyamukti, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis. Foto: Suherman/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Sebagian masyarakat Desa Karyamukti, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat masih mempercayai cerita para leluhurnya terkait silsilah dan keajaiban Batu Tonjong Goong.

Batu tersebut berada tepat di bawah jembatan Tonjong Goong di Dusun Karanganyar, Desa Karyamukti.

Konon menurut cerita, batu yang menonjol di bawah jembatan ini bukanlah benda mati, namun benda hidup. Batu ini juga dianggap ‘ciciren’ atau jika jika suatu hari nanti, wilayah tersebut akan menjadi sebuah wilayah yang ramai.

“Menurut cerita para orang tua terdahulu, batu ini memang hidup sehingga warga tidak pernah merusaknya. Dari tahun ke tahun tonjolan batu ini terus mendekati lempengan batu yang berada di seberangnya,” terang Kepala Desa Karyamukti, Sudaryat Chandra saat ditemui HR Online, Rabu (04/12/2019).

Mesih dikatakan Sudaryat, tonjolan batu yang dinamakan Tonjong Goong ini terus memanjang dengan sendirinya. Masyarakat pun percaya akan cerita dari para orang tua terdahulu terkait batu tersebut. Bahkan Batu Tonjong Goong menjadi ‘ciciren’ akan perkembangan wilayah.

“Batunya kini sudah kian dekat dengan lempengan yang ada di seberangnya. Paling tinggal sekitar 59 centi-an lagi. Padahal dulu setahu saya, tonjolan batu ini memang jaraknya jauh dengan lempengan seberang. Namun makin ke sini tonjolan batu ini terus mendekat dan sudah hampir rapat,” katanya.

Menurut cerita dari para orang tua, lanjut Sudaryat, jika tonjolan batu tersebut sudah menyatu dengan lempengan yang ada di seberangnya. Maka wilayah tersebut akan menjadi sebuah wilayah yang ramai atau jadi sebuah kota. 

“Katanya sih, jika batu ini sudah rapat, maka wilayah ini akan menjadi sebuah kota yang ramai akan penduduk dan memang, saat ini pun lokasi wilayah ini sudah mulai dipadati oleh penduduk. Mungkin ini akan menjadi sebuah cerita sejarah yang patut kita hargai dan harus ‘dimumule’ atau dijaga,” terangnya. (Suherman/R7/HR-Online)

Loading...