BUMDes Pasirnagara Ciamis Latih “Emak-emak” Bikin Kerajinan Anyaman Bambu

Dalam upaya meningkatkan taraf perekonomian di masyarakat, melalui BUMDes, Pemerintah Desa Pasirnagara, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melakukan pembinaan kepada ibu rumah tangga untuk menggeluti usaha kerajinan anyaman yang dibuat dari bambu.
Sekretaris Desa Pasirnagara, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Ahmad Zaelani, menunjukkan kerajinan anyaman bambu berupa besek terawang yang buat oleh emak-emak di desa tersebut. Foto : Suherman/HR.

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Dalam upaya meningkatkan taraf perekonomian di masyarakat, melalui BUMDes, Pemerintah Desa Pasirnagara, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melakukan pembinaan kepada ibu rumah tangga untuk menggeluti usaha kerajinan anyaman yang dibuat dari bambu.

Sekretaris Desa Pasirnagara, Ahmad Zaelani, saat ditemui HR Online, Jum’at (06/12/2019), mengatakan, kegiatan tersebut merupakan langkah untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat. Terutama para “emak-emak” agar bisa mencari tambahan nafkah rumah tangga.

“Kegiatan ini baru berjalan sekitar dua mingguan, dengan sasaran “emak-emak” karena pembuatan kerajinan anyaman ini dibutuhkan ketekunan dan ketelatenan,” terangnya.

Lebih lanjut Zaelani mengatakan, untuk jenis anyaman yang tengah dikembangkan saat ini adalah jenis kerajinan tas yang terbuat dari anyaman bambu.

Selain membuat tas keranjang anyaman bambu, emak-emak di desa tersebut juga dilatih membuat besek terawang yang bahan bakunya masih dari bambu.

“Insya Allah, ke depannya kita akan terus kembangkan lagi beberapa jenis anyaman lainnya,” ujarnya.

Untuk mengembangkan bisnis anyaman ini, pihaknya bekerjasama dengan pihak pengusaha anyaman yang ada di Rajapolah, Tasikmalaya.

“Kegiatan ini saya pandang sangat bagus dan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Selain itu, kami juga mempunyai tujuan untuk menyelamatkan masyarakat dari jeratan “bank enok” atau kosipa yang kian hari kian menjamur di masyarakat,” kata Zaelani.

Dengan diadakannya kegiatan tersebut, pihaknya berharap ke depan para ibu rumah tangga alias “emak-emak” yang ada di desanya akan lebih terbina lagi. Sehingga nanti mereka tidak harus meminjam ke kosipa.

“Di BUMDES ini nantinya juga para pengrajin bisa menanam modal maupun meminjam modal dengan jaminan hasil kerajinan mereka,” pungkas Zaelani. (Suherman/R3/HR-Online)

Loading...