Rabu, Desember 1, 2021
BerandaBerita PangandaranBupati Jeje Tegaskan Kepala Desa Terpilih di Pangandaran Harus Pintar Cari Sumber...

Bupati Jeje Tegaskan Kepala Desa Terpilih di Pangandaran Harus Pintar Cari Sumber Anggaran

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Kepala Desa terpilih di Pangandaran diharapkan bisa mencari sumber anggaran dan mengelolanya untuk pembangunan.

Hal tersebut ditegaskan Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata saat pelantikan 62 Kepala Desa hasil Pilkades serentak.

“Setelah dilantik harus turun ke masyarakat, gali keinginan dan penuhi janji untuk kemajuan desa, harus pintar cari anggaran demi berbuat mengurus rakyatnya,” ujar Jeje usai pelantikan di Halaman Kantor Bupati Pangandaran, Kamis (19/12/2019).

Menurutnya, Kepala Desa terpilih di Pangandaran tersebut punya janji kepada warga yang ingin kehidupannya lebih baik setelah memilih Kepala Desa pilihannya.

“Kepala Desa terpilih kan punya janji, jadi rakyat ingin yang lebih baik dan lebih bagus lagi, makanya Kades jangan terjebak rutinitas kantor seperti ngurus surat menyurat, beresin kantor, ATK yang sifatnya administrasi saja, tapi harus turun ke bawah dan tahu persoalan,” kata Jeje.

Lebih lanjut Jeje Wiradinata menuturkan, dirinya berharap para Kepala Desa terpilih di Pangandaran tersebut turun ke bawah untuk menepati janjinya waktu kampanye.

“Kalau tidak pernah turun ke bawah pasti tidak tahu persoalan, dan bagaimana mau menepati janji-janjinya kalau di kantor saja,” tegas Jeje.

Masih dikatakan Jeje Wiradinaya, Kepala Desa juga harus pintar mencari dan merealisasikan anggaran untuk mengurus rakyatnya dan berbuat demi kemajuan desanya.

“Kalau melaksanakan pembangunan tidak teranggarkan di APBDes, Kepala desa harus pintar mencari sumber anggaran dari yang lainnya demi berbuat untuk rakyatnya,” kata Jeje.

Persoalan Keuangan Jadi Sorotan Utama

Jeje Wiradinata menambahkan, terkait Kades baru tapi perangkat desanya masih orang-orang lama, nantinya akan dibimbing masalah pengelolaan keuangan.

“Saat ini APBDes selesai paling nanti di bulan Januari 2020 kita akan undang semuanya,” katanya.

Persoalan pengelolaan keuangan, kata Jeje, memang menjadi sorotan utama. Persoalan bisa muncul lantaran Kades yang memegang uang di rekening. Kades juga punya stempel sehingga sangat rawan. (Madlani/R7/HR-Online)

- Advertisment -