Jumat, Agustus 19, 2022
BerandaBerita PangandaranBupati Pangandaran Pergoki Motor Masuk Bibir Pantai

Bupati Pangandaran Pergoki Motor Masuk Bibir Pantai

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Sebuah motor yang memasuki bibir pantai barat Pangandaran, berhasil diamankan oleh petugas. Motor tersebut melanggar aturan zona aman wisatawan yakni bibir pantai.

Menurut Irsan, salah seorang petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pangandaran, motor yang diamankan itu kepergok oleh Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata.

Irsan menuturkan, secara tidak sengaja saat Bupati Pangandaran melintas ke kawasan pantai barat, ada sebuah motor yang dikendarai oleh wisatawan sedang asik bermain- main di bibir pantai barat.

“Spontan bupati pun turun dari mobil dan menghimbau kepada wisatawan itu, untuk tidak berkendaraan motor di zona aman wisatawan,” tuturnya kepeda HR Online, Rabu (18/12/2019). 

Selanjutnya, himbauan bupati untuk mengamankan motor tersebut direspon oleh pihak Dishub, yang sedang mengawal bupati.

“Kami langsung mengamankan motor kecil yang dipakai oleh wisatawan tersebut ke jalan raya,” ucapnya.

Selain motor sewaan, Dishub Pangandaran juga menyampaikan pemahaman dan pengertian kepada wisatawan, bahwa saat ini jenis kendaraan berupa motor dilarang untuk bermain-main di bibir pantai.

“Hal tersebut sudah disepakati bersama oleh para pelaku usaha, termasuk jasa sewaan kendaraan motor,” kata Irsan.

Berita Terkait : Pemerintah Larang Kendaraan Masuk Bibir Pantai Pangandaran, Ini Sanksinya!

Diberitakan HR Online sebelumnya, Pemkab Pangandaran melarang kendaraan masuk ke bibir pantai Pangandaran, baik motor maupun mobil. Hal itu menyusul penataan kawasan wisata yang sudah dilakukan pemerintah.

Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata, mengatakan, pemerintah sudah menyepakati dengan warga di sekitar kawasan pantai Pangandaran untuk menjaga kelestarian pantai.

Ia pun menyebut beberapa pelanggar tersebut sudah diberikan sanksi ringan. Agar hal itu tidak terjadi lagi, ke depan pemerintah akan bertindak lebih tegas, seperti ban kendaraannya dikempesin dan dipindahkan.

“Kita paksa agar orang mulai sadar bagaimana menjaga pantai. Sebab, ini modal kita dan tempat jualan kita. Jadi, pantainya itu harus bagus, agar berdampak wisatawan berdatangan,” kata Jeje lagi. (Ntang/R5/HR-Online)