Cegah Paham Radikalisme, HMI Syari’ah IAID Ciamis Gelar Diskusi Publik

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syari’ah IAID Cabang Ciamis, menggelar diskusi publik.
Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syari’ah IAID Cabang Ciamis, menggelar diskusi publik. Foto: Istimewa.

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Syari’ah IAID Cabang Ciamis, menggelar diskusi publik. Tema yang diusung adalah “Mencegah Paham Radikalisme dengan Mengamalkan Nilai-nilai Pancasila”.

Diskusi publik tersebut berlangsung di Aula Jenderal Soedirman, Desa Dewasari, Kecamatan Cijeungjing, Kabuaten Ciamis, Jawa Barat, Kamis (26/12/2019).

Ketua pelaksana kegiatan, Syamsul Hidayat, mengatakan, berangkat dari keresahan para kader HMI ketika berdiskusi membahas tentang radikalisme yang belum juga menemui titik temu, sehingga dengan inisiatif para kader membuat kegiatan diskusi publik tentang radikalisme dan Pancasila, dengan mendatangkan narasumber dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), serta Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis.

“Perlu diketahui bahwa realita di masyarakat, nilai-nilai Pancasila sudah sangat jarang di amalkan, hanya sebatas hapalan saja, termasuk di kalangan mahasiswa,” katanya.

Syamsul berharap, adanya kegiatan diskusi seperti ini bisa menambah wawasan para mahasiswa dalam mencegah paham radikalisme, dengan cara pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Ketua Umum HMI Komisariat Syari’ah, Cucu Muharam, menambahkan, kata radikal jika dipahami secara bahasa berasal dari radik, yang artinya berfikir mendasar. Kemudian, yang menjadi persoalan adalah paham isme-isme secara aplikatif di lapangan menjadi fanatik.

“Persoalan radikalisme perlu kita pahami secara menyeluruh dari berbagai sudut pandang. Karena, berbicara radikalisme ini berbicara tentang pemahaman atau ideologi yang perlu kita cegah dengan ideologi pula, yakni ideologi Pancasila sebagai dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia,” terangnya.

Untuk itu, kata Cucu, HMI sebagai wadah kader intelektual akan selalu menyerukan semangat ke-Indonesiaan, dan semangat ke-Islaman sebagai nilai dasar gerak HMI dalam mencegah radikalisme.

“Ini menjadi tingkah laku secara politis mengatasnamakan agama. Karena tidak satupun agama yang berkonsep fanatik, apalagi Islam yang rahmatan Lil’alamin,” tandasnya. (Fahmi/R3/HR-Online)