Cuaca di Planet Mars Berhasil Disimulasikan NASA, Seperti Ini Visualisasinya

Cuaca di Planet Mars
Visualisasi Planet Mars. Foto: Ist/Net

Lembaga antariksa NASA berhasil mensimulasikan cuaca di planet Mars. Seperti yang diketahui, kondisi di planet Mars dan Bumi sangatlah berbeda.

Tak heran jika simulasi cuaca Mars yang dilakukan NASA mengundang rasa penasaran banyak pihak. Bahkan dalam simulasi cuaca tersebut, NASA juga mempelajari atmosfer, iklim, dan masih banyak lagi tentang planet Merah.

Simulasi Cuaca di Planet Mars

NASA melakukan simulasi cuaca Mars dengan bantuan superkomputer. Adapun tim yang melakukan simulasi ini disebut Mars Climate Modelling Center.

Dalam melakukan simulasi cuaca, tim peneliti berada di Ames Research Center. Dengan bantuan superkomputer, pengerjaan bisa menciptakan hasil simulasi yang memuaskan.

Semakin sesuai dengan harapan karena sebagian besar pekerjaan peneliti dibantu General Circulation Model (GCM). Dalam melakukan simulasi cuaca di planet Mars, peneliti fokus pada komponen penting yang ada di Mars.

Seperti yang diketahui, planet Mars mengandung lebih dari 95% karbondioksida, sedikit oksigen, dan uap air. Namun tak hanya itu, peneliti juga fokus pada debu di Mars.

Dalam simulasi cuaca di planet Mars yang dilakukannya, para peneliti berharap bisa mempelajari Mars secara lebih mendalam. Dimana hal tersebut akan memudahkan misi perjalanan ke Mars.

Disamping itu, peneliti juga berharap simulasinya bisa memudahkan peneliti dalam memahami sejarah sistem tata surya, bagaimana planet berkembang, hingga kondisi iklim di masa silam.

Tak berhenti di situ saja, tim juga berupaya untuk memahami bagaimana planet Mars dulunya bisa memiliki lingkungan yang hangat dan basah, setidaknya miliaran tahun yang lalu kala matahari lebih redup.

Untuk saat ini, peneliti memperkirakan bahwa kondisi lingkungan di planet Mars tersebut karena atmosfer CO2 miliknya jauh lebih tebal daripada yang sekarang.

Dengan atmosfer yang tebal, planet yang dikenal dengan sebutan Merah ini dulunya bisa menangkap panas dan memperangkapnya.

Selain itu, kondisi planet Mars yang hangat dan basah juga bisa disebabkan oleh dampak perubahan iklim yang terjadi di masa lalu.

Namun semua itu hanya dugaan awal. Kepastiannya mungkin bisa terjawab seiring berjalannya penelitian dengan menggunakan simulasi cuaca di planet Mars.

Pemodelan simulasi yang dilakukan oleh para peneliti juga diharapkan bisa menjawab apakah planet Mars mampu mendukung kehidupan.

Sebagaimana yang diketahui, planet Merah ini seringkali digadang-gadang sebagai calon hunian manusia di masa depan.

Visualisasi Simulasi Cuaca

Hasil simulasi yang dilakukan peneliti dalam mengungkap kondisi cuaca di Mars menampilkan visualisasi yang menakjubkan.

Dalam simulasi yang dilakukan, peneliti fokus pada wilayah Tharsis. Untuk diketahui, wilayah ini berada tepat di garis khatulistiwa.

Di lokasi ini, peneliti mengungkapkan ada empat gunung berapi yang memiliki ukuran besar. Penampakan atau visualisasi simulasi cuaca Mars ini bisa terlihat dengan bantuan data tentang musim panas yang ada di belahan bagian utara Mars.

Dalam visualisasi yang ditunjukkan pada simulasi cuaca di planet Mars, peneliti melihat keberadaan awan secara jelas, padahal jarang sekali ditemukan sebelumnya.

Untuk bisa mengungkapnya secara jelas memang dibutuhkan dukungan teknologi komputer yang kuat. Selain itu, perlu juga bantuan pemodelan canggih agar lebih mudah memahaminya.

Simulasi superkomputer lengkap dengan General Circulation Model (GCM) pun dinilai sebagai teknologi mutakhir yang tepat untuk digunakan.

Berkat simulasi superkomputer, awan putih bisa terlihat menyelimuti planet Mars. Dari hasil simulasinya, peneliti juga menjelaskan bahwa awan muncul dan hilang karena dipengaruhi oleh kondisi planetnya yang juga berganti siang dan malam.

Para peneliti menemukan fakta bahwa awan yang terlihat dalam simulasi cuaca di planet Mars terbentuk dalam waktu semalam. Kemudian siang harinya terlihat menampakan diri.

Mengenai komposisinya, awan yang ada di Mars ini terdiri dari air es. Hal ini mengingatkan kita dengan awan teresterial.

Hanya saja, awannya lebih tipis. Meski begitu, perilakunya serupa. Bahkan awan di planet Mars ini memiliki peranan penting tersendiri dalam sistem anginnya.

Diketahui bahwa awan di planet Merah ini bisa membantu proses pergerakan air yang ada di sekitarnya sehingga bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Bukan hanya komposisi dan bentuknya saja yang menarik untuk diteliti, akan tetapi juga dampak pengaruh yang ditimbulkannya.

Untuk diketahui, awan putih yang terlihat dalam simulasi cuaca di planet Mars ini membentuk intensitas angin. Dimana nantinya juga berpengaruh terhadap penggantian siklus. (R10/HR-Online)

Loading...