DP3AKB Jabar; Pangandaran Belum Termasuk Kabupaten Layak Anak

Kabupaten/kota Layak Anak (KLA) di setiap daerah kabupaten/kota penting adanya. Karena, KLA adalah kabupaten atau kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen bersama antara pemerintah, legislatif, masyarakat dan dunia usaha.
rakor dan evaluasi Tim Akselerasi KLA Kabupaten Pangandaran, Kamis (12/12/2019), di Aula Setda Kabupaten Pangandaran. Foto : Entang SR/HR.

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Kabupaten/kota Layak Anak (KLA) di setiap daerah kabupaten/kota penting adanya. Karena, KLA adalah kabupaten atau kota yang mempunyai sistem pembangunan berbasis hak anak melalui pengintegrasian komitmen bersama antara pemerintah, legislatif, masyarakat dan dunia usaha.

Termasuk juga dengan media massa dan lembaga masyarakat yang terencana dan terintegrasi secara menyeluruh, serta berkelanjutan dalam menjamin terpenuhinya hak dan perlindungan anak di kabupaten/kota.

Hal itu ditegaskan Kepala Bidang Pemenuhan Hak Anak DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Inge Wahyuni, saat menggelar rakor dan evaluasi Tim Akselerasi KLA Kabupaten Pangandaran, Kamis (12/12/2019), di Aula Setda Kabupaten Pangandaran.

Baca berita terkait: Wujudkan Pangandaran Kabupaten Layak Anak Butuh Kerjasama Semua Elemen

Dalam kesempatan itu, Inge juga menyampaikan bahwa KLA bertujuan membangun inisiatif pemerintahan, yang mengarah pada upaya transformasi konvensi hak anak dari kerangka hukum ke dalam definisi strategi, dan intervensi pembangunan dalam bentuk kebijakan.

“Pemerintah provinsi juga turut berperan aktif dalam melakukan akselerasi implementasi KLA di seluruh daerah yang ada di Jawa Barat ini,” katanya.

Inge juga mengungkapkan bahwa, Jawa Barat ingin meraih predikat Provila, karena dari 27 kabupaten/kota yang ada, sudah 85 persen kategori KLA. Sekarang tinggal 4 kabupaten/kota yang belum KLA, termasuk Kabupaten Pangandaran. (Ntang/R3/HR-Online)

Loading...