Es Mencair di Antartika, Keseimbangan Air di Bumi Terpengaruh

es mencair di antartika
Fenomena es mencair di antartika berpengaruh terhadap keseimbangan air di Bumi. Foto: Ist.Net

Es mencair di Antartika, hal tersebut telah dibuktikan oleh para ilmuwan. Terjadi penipisan lapisan es yang mengambang dan mengelilingi Antartika. Hal tersebut akan mempengaruhi peningkatan aliran es dari daratan ke laut.

Lapisan es yang berada di Antartika merupakan salah satu dari tudung es kutub untuk Bumi. Sekitar 98% benua Antartika diselimuti lapisan massa es tunggal terbesar di Bumi. Terdapat 26,5 juta km kubik es yang menyelimuti Antartika dari luas wilayah 14 juta km persegi.

Keseimbangan Air di Bumi Akibat Es Mencair di Antartika

Kondisi es mencair di Antartika sangat memprihatinkan. Lapisan es tersebut telah kehilangan massanya.

Telah dilakukan penelitian tentang lapisan es Antartika oleh tim ilmuwan yang dipimpin oleh Hilmar Gudmundsson dari Northumbria University di Inggris.

Penelitian bersumber dari pengukuran satelit di seluruh benua pada tahun 1994 dan 2017. Penelitian berfokus pada garis dimana lapisan es di darat bertemu dengan lapisan es mengambang dan berbasis di laut.

Model aliran es ini digunakan untuk membandingkan data dengan perubahan yang nampak di gambar satelit selama seperempat abad.

Hasilnya sama, selain es mencair di antartika, juga ada pola es mengalir dari lapisan es ke lautan. Menurut Gudmundsson, dari hasil penelitian tersebut akan ditemukan dampak yang dirasakan bumi.

Penipisan lapisan es ini mengarah pada respons instan signifikan terhadap aliran es yang kehilangan massa secara terus-menerus.

“Saya kaget melihat penemuan ini, lalu bagaimana caranya membangun model yang sama dengan pola kehilangan massa yang sedang diamati, meskipun ada proses lain yang mendukung tapi dengan tegas dapat dinyatakan jika perubahan yang diamati dalam lapisan es memang menimbulkan perubahan yang signifikan terhadap es di wilayah daratan,” ujar Gudmundsson.

Dapat disimpulkan bahwa keadaan permukaan air laut secara umum sangat tidak terlindungi. Hal ini merupakan dampak langsung dari es mencair di Antartika.

Para peneliti terhambat oleh kurangnya data serta keterbatasan permodelan. Sehingga untuk mengukur perubahan air laut akibat penipisan lapisan es Antartika mengalami kendala.

Fernando Paolo, dari Jet Propulsion Laboratory NASA yang dilansir Newsweek mengatakan bahwa temuan terbaru mempunyai implikasi yang signifikan bagi pemahaman tentang hilangnya massa es di Antartika.

Perubahan lapisan es di daratan akan berdampak pada aliran lapisan es. Tentu saja hal ini sangat mengejutkan.

Karena, perlu kita ketahui bahwa susunan es yang berkurang secara langsung bertanggung jawab atas meningkatnya debit es ke laut. Jadi, sangat penting untuk selalu memantau perkembangan dari debit es ke laut tersebut.

Penyebab Es Mencair di Antartika

Diperkirakan penyebab es mencair di Antartika adalah akibat dari pemanasan global. Dari 40 tahun yang lalu, para peneliti menemukan fakta bahwa es di Antartika lebih cepat mencair.

Pencairan permukaan air laut di seluruh dunia meningkat hingga 1,4 cm. Permukaan air laut di seluruh dunia berpotensi menjadi makin tinggi.

Di sekitar Wilkes, Antartika Timur merupakan area vital terkait lapisan es yang mencair. Area tersebut kemungkinan lebih sensitif terhadap perubahan iklim apabila dibandingkan dengan prediksi sebelumnya.

Daerah Antartika Timur mempunyai lapisan es lebih banyak dibandingkan Antartika Barat dan Semenanjung Antartika.

Bisa Jadi Penyebab Banjir

Jika terjadi berkelanjutan, peningkatan permukaan air laut akan membahayakan untuk tahun-tahun ke depan. Meningkatnya suhu air laut juga akan mempercepat lapisan es mencair.

Peneliti juga memperkirakan apabila hal ini berkelanjutan, maka akan terjadi banjir di daerah pesisir. Hal ini karena permukaan air laut dapat meningkat hingga 1,8 meter.

Es mencair di Antartika juga akan menimbulkan cuaca ekstrem secara terus menerus. Beberapa wilayah di dunia yang tadinya panas, dalam hitungan detik dapat berubah menjadi hujan badai yang tiba-tiba.

Selain itu juga akan terjadi musim panas yang sangat panas. Beserta musim dingin yang sangat dingin. Kemungkinan juga akan muncul badai dimana-mana akibat perubahan suhu yang ekstrem.

Sementara pada ekosistem laut dapat meningkat. Hal ini karena ikan dan mamalia laut akan mempunyai banyak makanan yang disebabkan plankton akan menggantikan ganggang.

Sangat penting untuk menjaga Bumi kita dari pemanasan global. Sehingga mengurangi kemungkinan dampak buruk bagi kehidupan mendatang. Es mencair di Antartika menjadi bukti dampak dari pemanasan global. (R10/HR-Online)

Loading...