Jumat, November 26, 2021
BerandaBerita TerbaruGalaksi Terjauh dari Bumi, 13 Miliar Tahun Cahaya

Galaksi Terjauh dari Bumi, 13 Miliar Tahun Cahaya

Galaksi terjauh dari Bumi telah ditemukan oleh seorang astronom dari National Radio Astronomy Observatory atau NRAO. Galaksi tersebut dinamakan MAMBO 9.

Galaksi Terjauh dari Bumi Ditemukan dengan ALMA

Penemuan galaksi terjauh dapat terdeteksi melalui ALMA atau Atacama Large Millimeter Array. sebuah teleskop astronomi interferometer yang ditempatkan di gurun Atacama, Chili.

Para astronom dapat mengamati cahaya dari galaksi besar tersebut yang mempunyai jarak 970 juta tahun setelah Big Bang. MAMBO 9 merupakan galaksi pembentuk bintang berdebu dengan jarak terjauh dalam pengamatan selama ini.

Penulis utama dari penelitian bernama Caitlin Casey, University of Texas di Austin Amerika Serikat, menjelaskan jika survey ALMA akan dirancang secara khusus. Tentu saja dengan harapan agar proses identifikasi galaksi yang membentuk bintang berdebu di alam dapat terungkap.

Pengamatan galaksi terjauh dari Bumi ini dapat dilihat dengan cara yang tidak terhalang. Hal ini menjadikan pengamatan lebih mudah. Para astronom pun merasa sangat beruntung.

Techezporist.com pada Senin, 16 Desember lalu telah melansir bahwa penemuan galaksi paling jauh ini terhalang galaksi yang dekat dengan Bumi, sehingga cahayanya tidak terlihat.

Namun, dengan memanfaatkan ALMA galaksi yang dekat tersebut dapat difungsikan sebagai lensa gravitasi. Meskipun citra obyek tidak begitu jelas secara detail.

Jika diteliti lebih lanjut, para astronom akan menemukan massa gas dan debu yang luar biasa besar pada MAMBO 9. Jumlahnya diperkirakan melebihi semua bintang yang terdapat di galaksi Bima Sakti, yakni sepuluh kali lipat lebih banyak.

Dalam survey ALMA, Casey menginginkan banyak penemuan terbaru lagi. Misalnya saja tentang bagaimana galaksi tersebut dapat terbentuk.

Selain itu, dapat terpecahkan juga tentang misteri debu yang terdapat di galaksi tersebut. Serta mengapa galaksi terbentuk begitu awal.

Galaksi MAMBO 9 Sejauh 13 Miliar Tahun Cahaya

Jarak MAMBO 9 dari Bumi sejauh 13 miliar tahun cahaya. Galaksi tersebut merupakan galaksi paling jauh dari Bumi.

MAMBO 9 telah memecahkan rekor baru karena merupakan galaksi terjauh dari bumi, namun masih dapat diamati oleh para astronom.

Jarak tersebut diibaratkan usia alam semesta 13,7 miliar tahun. Lebih tepatnya 970 juta tahun galaksi MAMBO 9 terlahir. Bisa dibandingkan, saat ini kita berada di waktu 13,7 miliar tahun setelah alam semesta ada.

Pada galaksi terjauh dari Bumi ini diperkirakan hanya terdapat 100 bintang. Dipenuhi dengan gas kosmik serta debu.

Galaksi juga belum mampu memproduksi banyak bintang seperti pada galaksi Bima Sakti. Galaksi Bima Sakti saat ini mempunyai bintang lebih dari 1 miliar.

Diperlukan waktu selama 13 miliar tahun untuk mencapai Bumi. Jarak MAMBO 9 begitu jauh, cahaya untuk dapat sampai disana harus menempuh jarak dan waktu yang sangat jauh.

Jadi, dimanakah letak galaksi tersebut. Diperkirakan jaraknya akan semakin jauh atau dua kali lipat dari pengamatan sekarang ini.

Untuk dapat melihat galaksi terjauh dari Bumi diperlukan teleskop radio ALMA di Chili. Tidak cukup hanya menggunakan teleskop optik biasa.

Para astronom tidak terlalu berharap agar dapat menyaksikan galaksi dengan adanya bintang besar yang tempatnya jauh seperti MAMBO 9.

Penemuan galaksi tersebut dapat mengubah pemikiran mengenai galaksi yang lebih cepat dari waktunya untuk dapat mempunyai bintang raksasa.

Jumlah produksi bintang di galaksi generasi pertama akan mempengaruhi isi alam semesta. Selain itu, juga dapat membantu galaksi untuk berevolusi.

Dengan menggunakan ALMA, galaksi jauh akan terhalang galaksi di depannya. Galaksi terjauh dari Bumi dapat diperbesar dengan lensa pembesar dengan bantuan gravitasi lensa lubang hitam yang menghalanginya.

Namun gambar tidak akan nampak utuh. Terkadang, dalam gambar akan muncul lengkungan, muncul 2 bahkan sampai 4 gambar lebih. Visual dari galaksi akan terlihat akibat gravitasi lensa.

Generasi Bintang pada Galaksi

Gas hidrogen merupakan sumber bahan bakar dari bintang. Saat bintang generasi pertama lahir, tidak akan mempunyai materi padat.

Setelah bintang tersebut meledak, maka akan terlahir generasi bintang kedua. Bedanya, pada generasi ini akan membawa gas lebih banyak.

Untuk generasi selanjutnya, hampir sama dengan bintang matahari yakni mempunyai kandungan bahan metal.

Galaksi terjauh dari Bumi ini belum membangun bintang ukuran raksasa. Meskipun kandungan gas atau debu jauh lebih besar apabila dibandingkan dengan semua bintang yang terdapat di galaksi Bima Sakti(R10/HR-Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru