Garis Harimau di Bulan Saturnus, Misteri Aneh yang Kini Terpecahkan

Garis Harimau di Bulan Saturnus
Garis Harimau di Bulan Saturnus. Foto: Istimewa

Garis harimau di bulan Saturnus sudah menjadi kajian ilmuwan sejak tahun 2005. Garis ini terlihat jelas mengukir wilayah selatan satelit Saturnus yang bernama Enceladus.

Anehnya, garis ini tak ditemukan di tempat lain yang ada di Tata Surya. Sebenarnya keanehan dan misteri bulan keenam terbesar milik Saturnus ini sudah tercium sejak awal ditemukannya, yakni pada akhir abad ke-18.

Adanya garis harimau di permukaannya ini pun menambah deretan misteri tersebut. Namun kini ilmuwan percaya bahwa mereka telah berhasil memecahkan misterinya.

Garis Harimau di Bulan Saturnus

Penampakan garis-garis harimau di satelit Saturnus ini pertama kali terlihat oleh Cassini. Cassini adalah pesawat ruang angkasa milik Badan Antariksa AS, NASA.

Garis harimau ini berupa celah yang memiliki jarak sepanjang 130 kilometer dan terpisah sejauh 35 kilometer. Celah ini sejajar dan berjarak sama.

Menurut Doug Hemingway selaku penulis utama studi, ada hal menarik yang bisa didapat dari garis harimau tersebut.

Diketahui bahwa celah garis harimau di bulan Saturnus tersebut terus meletus dengan air es. Menariknya, tak ada planet atau bulan sedingin es yang memperlihatkan fenomena yang sama seperti itu.

Meski sudah sedingin es, namun bulan Enceladus tak membeku. Hal ini dikarenakan satelit Enceladus memiliki orbit yang aneh.

Orbitnya mampu merenggangkan lapisan es yang memang tipis sehingga mudah membelah. Secara kebetulan juga garis-garis yang ada di kutub selatan retak di kawasan sebelum garis-garis di kutub utara.

Rekan penulis penelitian Doug Hemingway yang bernama Max Rudolph juga menjelaskan bahwa model yang dimilikinya menunjukkan jarak retakan yang teratur.

Garis harimau di bulan Saturnus pertama tetap terbuka sehingga mengakibatkan garis-garis lainnya tampak paralel. Ketika air naik dari posisi strip yang pertama, maka garis-garis mulai terbentuk.

Tak berhenti disitu saja, dijelaskan juga bahwa berat bahan es yang jatuh kembali mengakibatkan lapisan esnya menjadi melentur. Hal tersebut membuatnya mampu menjadi pemicu celah paralel.

Mekanisme ini bisa terjadi hanya saat gravitasinya lemah. Hal ini pun baru terjadi di bulan Enceladus. Penjelasan ini menjadi jawaban dari salah satu pertanyaan penting terkait garis-garis harimau.

Sekilas untuk diketahui, garis-garis harimau berupa gumpalan air yang naik dari fraktur permukaan ini membuktikan bahwa ada samudra di bawah lapisan es Enceladus.

Tak heran jika bulan Saturnus ini lantas menjadi objek penyelidikan yang penting. Bukan hanya dari perspektif geologis saja, akan tetapi juga dari perspektif astrobiologis.

Fakta Menarik Bulan Enceladus

Selain garis harimau di bulan Saturnus, masih ada banyak fakta menarik lainnya yang akan kita kupas pada pembahasan kali ini.

Fakta ini masih seputar Enceladus sebagai bulan keenam terbesar milik Saturnus. Untuk mengetahui apa saja faktanya, anda bisa langsung simak ulasan berikut.

Bisa Memantulkan Hampir Semua Cahaya

Perlu untuk anda ketahui bahwa bulan Enceladus ini mampu memantulkan hampir semua cahaya yang mengenainya.

Kemampuan ini menyebabkan permukaannya terlihat putih dengan formasi strip biru. Sementara untuk penyebabnya, kemampuan ini dimilikinya karena adanya kandungan albedo sebesar 100%.

Berukuran Kecil

Satelit yang penuh dengan misteri ini mendapatkan nama karena terinspirasi dari nama seorang Titan yang ada di dalam mitologi Yunani.

Selain namanya yang menarik, ukuran bulan ini juga tak kalah mencuri perhatian. Diketahui bahwa bulan Enceladus memiliki ukuran kecil dengan diameter hanya 504 km.

Dikarenakan ukurannya kecil, bentuk Enceladus tak sebulat seperti benda luar angkasa lainnya yang ukurannya lebih besar.

Bahkan karena ukurannya yang kecil, pesawat ruang angkasa merasa kesulitan untuk menelitinya lebih detail. Seperti pesawat ruang angkasa Voyager 1 dan 2. Hal ini juga dirasakan saat meneliti garis harimau di bulan Saturnus.

Geografi Permukaan

Meski data yang didapat pesawat tanpa awak tentang bulan Enceladus sangat sedikit, namun ilmuwan berhasil mengungkap lebih banyak informasi melalui gambar dan pengukuran yang diambil wahana tersebut.

Informasi yang dibeberkan ini juga termasuk bagaimana geografi permukaannya. Diketahui bahwa bulan Enceladus ini hampir tak memiliki kawah.

Selain itu, geografi permukaannya juga memiliki usia yang bervariasi. Beberapa daerahnya bisa dibilang muda dengan usia sekitar 100 juta tahun.

Terlepas dari semua itu, fakta menarik dan penampakan garis harimau di bulan Saturnus bisa menambah wawasan kita mengenai alam semesta. (R10/HR-Online)

Loading...