Minggu, November 28, 2021
BerandaBerita TerbaruGigi Gemeretak Saat Tidur? Awas Bruxism!

Gigi Gemeretak Saat Tidur? Awas Bruxism!

Mungkin ada sebagian Anda yang sering mengalami gigi gemeretak saat tidur? Hal ini umumnya dialami oleh anak-anak. Namun gigi gemeretak ternyata juga banyak dialami orang dewasa. Gejala apakah ini?

Gigi gemeretak di dunia medis dikenal dengan istilah bruxism. Ini merupakan kondisi gigi yang saling bergesekan seperti sedang mengunyah. Gerakan ini terjadi karena tekanan rahang yang umumnya terjadi tanpa disadari saat tidur.

Mendengar anak-anak yang terlihat tidur lelap, namun tiba-tiba terdengar seperti sedang mengunyah makanan, kadang membuat kita ngilu mendengarnya. Tak sedikit orang tua yang menganggap gigi gemeretak saat tidur sebagai hal yang lumrah.

Bruxism memang tidak berbahaya, namun jika dibiarkan juga bukan hal yang baik. Selain bisa menjadi kebiasaan, juga akan mengganggu orang yang tidur di sebelahnya. Kebiasaan ini juga bisa merusak gigi akibat menipisnya email.

Jika anak-anak Anda ada yang mengalami gejala Bruxism, sebaiknya segera dicarikan solusinya. Selain risiko rusaknya gigi, mencari cara menghilangkan kebiasaan mengerat gigi saat tidur mungkin berguna mencegah hal lain yang merugikan anak.

Faktor Penyebab Gigi Gemeretak Saat Tidur

Penyebab gigi gemeretak saat tidur yang terjadi tanpa sadar ini belum diketahui secara pasti. Berikut ini berbagai faktor yang menyebabkan gigi mengerat saat tidur yang dikutipkan dari berbagai sumber.

Menurut sejumlah ahli medis, kebiasaan mengunyah saat tidur yang dialami anak-anak bisa terjadi akibat susunan gigi atas dan bawah yang tidak sejajar. Kondisi ini masih normal karena gigi mereka sedang tumbuh.

Namun ada juga ahli yang menilai gigi bergemeretak sendiri sebagai reaksi terhadap sakit pada telinga atau sakit gigi. Selain itu maloklusi dan tidak simetrisnya posisi rahang atas dan bawah juga bisa menyebabkan gejala itu.

Faktor lain penyebab gigi gemeretak saat tidur diantaranya refluks asam lambung ke esofagus, gangguan sleep apnea, ataupun komplikasi penyakit lain, seperti parkinson. Pemakaian obat tertentu juga bisa menyebabkan bruxism.

Gejala bruxism juga bisa disebabkan faktor psikologis seperti stres, ketakutan, marah ataupun frustrasi. Namun kepribadian seseorang yang hiperaktif atau agresif juga bisa memicu gejala ini.

Selain berbagai faktor penyebab yang telah disebutkan di atas ada juga yang mengaitkan gejala ini dengan hal-hal yang bersifat mitos. Sepertinya adanya gangguan jin saat kita tidur ataupun refleks dari mimpi buruk yang dialaminya.

Cara Menghilangkan Kebiasaan Gigi Gemeretak Saat Tidur

Untuk menghindari dampak buruk akibat kebiasaan gigi gemeretak perlu segera dicarikan solusinya. Ada beberapa cara menghilangkan kebiasaan mengerat gigi saat tidur yang bisa Anda coba, termasuk untuk anak-anak.

Diantaranya Anda bisa mencoba meredakan ketegangan atau stres yang dialami dengan mandi air hangat sebelum tidur. Selain itu mendengarkan musik yang menenangkan menjelang tidur juga bisa jadi solusi yang baik.

Sejumlah ahli juga menyarankan untuk mengubah asupan makanan yang lebih sehat. Hindari makanan atau jajanan instan yang merugikan kesehatan. Hindari juga minuman soda, soft atau sport drink, maupun minuman yang terlalu asam.

Alternatif lain cara mengatasi gigi yang bunyi waktu tidur adalah dengan menggunakan splin atau mouth guards. Alat yang umumnya terbuat dari akrilik atau bahan lembut ini dapat melindungi memisahkan rahang atas dan bawah.

Itulah berbagai cara mengatasi gigi gemeretak saat tidur yang bisa Anda lakukan. Namun, jika gejala bruxism ini dialami anak-anak, Anda tidak perlu khawatir, karena biasanya akan hilang dengan sendirinya. (R9/HR-Online)

- Advertisment -

Berita Terbaru