Jelang Penilaian Adipura, Warga Ciamis Dilarang Bakar Sampah di Pinggir Jalan

penilaian adipura
Ilustrasi membakar sampah di pinggir jalan. Foto: Ist/Net

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),– Menjelang penilaian Adipura, Pemerintah Kabupaten Ciamis mengimbau seluruh warga agar membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, yang sama pentingnya juga adalah warga diimbau agar tidak melakukan pembakaran sampah, terutama di pinggir jalan.

Kasi Kebersihan Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, Ajat Jantnika, mengatakan, terkait penilaian Adipura, pihaknya terus membersihkan Kota Ciamis yang menjadi pusat penilaian.

“Untuk wilayah pasar dan terminal, kami sudah mengerahkan petugas kebersihan supaya melakukan pembersihan dan mengangkut sampah sepagi mungkin, sehingga tidak ada sampah yang menumpuk dan berserakan di tempat sampah,” ungkap Ajat kepada HR Online, Kamis (5/12/2019).

Tidak hanya wilayah tersebut, kata Ajat, petugas kebersihan juga diperintahkan untuk mengangkut sampah di lokasi yang sampahnya sering berserakan, meski tempat sampah sudah disediakan.

Khusus untuk lokasi-lokasi tersebut, Ajat meminta petugas supaya sampahnya diangkut lebih cepat mulai pukul 06.00 WIB, sehingga sekitar pukul 09.00 WIB, sampah sudah terangkut.

“Minggu sekarang penilaian Adipura sudah dilakukan oleh tim penilai dari pemerintah pusat kepada setiap kabupaten, maka dari itu warga masyarakat supaya sebaik mungkin dalam membuang sampah, jangan sampai sudah ada bak sampah tetapi sampah dilemparkan begitu saja sehingga tidak masuk ke bak sampah,” kata Ajat.

Ajat juga berharap masyarakat memiliki kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya dan memperhatikan kebersihan lingkungan masing-masing, terlebih warga di wilayah perkotaan.

Selain itu, lanjut Ajat, pihaknya juga mengimbau kepada warga untuk tidak melakukan pembakaran sampah, baik di perkotaan maupun d ipedesaan. Pembakaran sampah saat musim kemarau sekarang ini dinilai Ajat sangat membahayakan.

“Bakar-bakar sampah tidak dilakukan warga di tepi jalan maupun di kebun, kalau di kota dan di tempat sampah dibakar maka akan menimbulkan bau tidak sedap,” kata Ajat.

Lanjut Ajat, asap dari pembakaran sampah yang bau tersebut akan mencemari lingkungan. Terlebih jika ada penilaian Adipura, aroma tak sedap yang berasal dari pembakaran sampah bisa mengurangi penilaian.

“Bukan hanyaa warga perkotaan saja, tapi warga di pedesaan juga jangan membakar sampah di kebun, takutnya terjadi kebakaran,” jelasnya. (ES/R7/HR-Online)

Loading...