Komitmen Kopri STITNU Al Farabi Pangandaran Bangun Daerah

Kopri STITNU Al Farabi Pangandaran
Kopri STITNU Al Farabi Pangandaran dan PMII saat berfoto dengan sejumlah pemateri dalam Harlah Kopri di gedung DPRD Pangandaran. Foto: Istimewa

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Puluhan kader Kopri STITNU Al Farabi Kabupaten Pangandaran atau Korp PMII Putri serta Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar refleksi hari lahir KOPRI ke-52, Senin (11/12/2019).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung DPRD Pangandaran menghadirkan sejumlah tokoh untuk berdialog langsung dengan para mahasiswa yang aktif di organisasi ekstra kampus itu.

Di antara yang hadir, Ketua Tim Penggerak PKK Hj Ida Nur Laela, Anggota DPRD Encep Najmudin, serta Alumni Kopri Hilfa Ilham Maulida.

Menurut Ketua Kopri STITNU Al Farabi, Rima Malida, refleksi harlah ini tiada lain untuk mengingat perjalanan dan perjuangan Kopri sejak didirikan hingga saat ini, terutama dari sisi kontribusinya terhadap bangsa.

“Sebagai organisasi kaderisasi, tentunya semangat untuk mengikuti proses di Kopri harus terus ditingkatkan. Hal ini agar kader kita cakap dan mampu di berbagai hal yang mana tidak diajarkan dalam kampus secara formal,” kata Rima.

Rima menambahkan, Kopri sebagai salah satu organisasi yang fokus pada keperempuanan, khusus di Pangandaran ia harap bisa memberikan sumbangsih terhadap pembangunan yang dilakukan oleh semua pihak, terutama pemerintah.

“Banyak hal soal keperempuanan yang bisa kita perjuangkan bersama-sama. Hal ini tiada lain agar bangsa ini semakin baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Pangandaran, Hj Ida Nurlaela, mengatakan, pihaknya mengapresiasi Kopri STITNU Al Farabi yang juga turut membangun dalam membangun daerah, terutama di kalangan perempuan.

“Ini yang kita tunggu. Semangat mahasiswa ini spirit bagi kita untuk Pangandaran menjadi lebih maju. Maka dari itu, persiapkanlah skill atau kemampuan yang dimiliki. Kita harus bisa berdiri sendiri tanpa harus menggantungkan pada orang lain, apalagi bantuan pemerintah,” kata Ida dalam sambutannya.

Ida pun berharap, ke depan mahasiswa di Pangandaran harus lebih sering mengangkat isu-isu yang berkaitan dengan kehidupan nyata dalam setiap kegiatan, seperti masalah bagaimana meningkatkan perekonomian di Pangandaran.

“Sebentar lagi Pangandaran menjadi salah satu kawasan wisata berkelas dunia. Maka dari itu, kita harus persiapkan sejak saat ini segala sesuatunya dari sekarang, terutama masalah ekonomi,” tuturnya. (Enceng/R6/HR-Online)

Loading...