Kutu Hidup Sejak Zaman Dinosaurus, Ini Buktinya!

Kutu hidup sejak zaman dinosaurus
Kutu hidup sejak zaman dinosaurus. Foto: Istimewa

Kutu hidup sejak zaman dinosaurus, hal ini membuktikan bahwa kutu tidak takut terhadap dinosaurus. Nenek moyang dari parasit kecil ini telah ada dari zaman prasejarah.

Kutu bahkan menempel pada tubuh dan bulu dinosaurus agar dapat menghisap darahnya. Itulah yang menjadi sebab bulu dinosaurus banyak ditemukan dalam keadaan rusak seperti telah dimakan parasit.

Terutama pada dinosaurus jenis Archosaurus. Pada bulu dinosaurus ini paling banyak mengalami kerusakan.

Bukti Kutu Hidup Sejak Zaman Dinosaurus

Para ilmuwan telah membuktikan jika kutu hidup saat dinosaurus masih menginjakan kaki di bumi. Terdapat potongan-potongan kuning tua yang berusia 99 juta tahun.

Potongan tersebut mengandung bulu dinosaurus yang dipenuhi serangga seperti kutu. Pada salah satu bulu juga tampak ada tanda-tanda telah digigit.

Peneliti menjelaskan jika penemuan tersebut merupakan pertama kalinya terdapat kutu dari era penemuan dinosaurus. Dimana telah diketahui jika dinosaurus non unggas dan burung purba telah diidentifikasi mempunyai bulu.

Dr. Shungkun Shih, seorang profesor tamu di Capital Normal University di China bersama timnya mengatakan, “Ini merupakan penemuan paling awal yang dapat dicatat, secara resmi telah didokumentasikan mengenai keberadaan kutu atau serangga yang mengkonsumsi bulu,”

Dalam jurnal Nature Communications telah menyebutkan jika penelitian yang dikerjakan Shih beserta timnya menemukan 10 serangga yang mirip kutu.

Serangga tersebut ditemukan bersamaan dengan dua bulu dinosaurus dalam damar Burma. Diyakini berumur sekitar 99 juta tahun silam atau mungkin bisa sebelumnya. Hal tersebut menjadi bukti kuat kutu hidup sejak zaman dinosaurus.

Ukuran Kutu pada Zaman Dinosaurus Jauh Lebih Besar

Tim peneliti yang dipimpin oleh Shih juga mengatakan jika serangga ini merupakan jenis spesies yang sebelumnya tidak dikenal.

Kemudian serangga ini diberi nama Mesophthirus engeli. Serangga ini merupakan nimfa atau tahap perkembangan serangga sebelum menjadi matang.

Ciri-cirinya adalah mempunyai tubuh kecil tanpa sayap. Panjangnya sekitar 0,14 sampai 0,23 mm.

Bagian mulutnya sangat kuat, memiliki 4 gigi. Terdapat antena pendek yang kokoh di bagian kepala. Serangga ini diperkirakan dapat bertambah panjang hingga sekitar 9,5 mm pada fase dewasa.

Shih sangat terkejut dengan ukuran kutu hidup sejak zaman dinosaurus ini. Karena, kutu yang hidup di zaman prasejarah mempunyai ukuran lebih besar dari spesies kutu sekarang ini.

“Berdasarkan penelitian tentang fosil kutu, kami berpendapat jika kami mencari kutu ukurannya mungkin akan lebih besar dari kutu sekarang ini. Akan tetapi, kutu tersebut ternyata mempunyai ukuran yang sangat kecil. Hal tersebut dapat menjelaskan mengapa pada fosil di bebatuan atau kompresi tidak dapat ditemukan kutu,” kata Shih.

Berdasarkan hasil temuan juga menunjukkan jika serangga pemakan bulu ternyata sudah ada sejak pertengahan zaman Cretaceous.

Analisis dari dua bulu juga ditemukan dalam damar yang mempunyai panjang 12,7 mm dan lebar 13,6 mm. Hal ini menunjukkan kemungkinan asal mula bulu tersebut dari dua jenis dinosaurus.

Salah satunya adalah pennaraptoran atau sejenis burung persis sepertitheropoda. Meskipun ada kemungkinan mereka merupakan dua jenis bulu dari spesies yang sama.

“Ini merupakan bukti pertama bahwa dinosaurus yang mempunyai bulu sebenarnya menderita parasit yang mengunyah bulu-bulu mereka,” terang Shih.

Serangga Zaman Prasejarah Mirip Kutu Saat Ini

Penelitian ini telah disambut baik oleh Michael Benton, profesor paleontologi vertebrata di Universitas Bristol Inggris.

“Sangat menakjubkan dan meyakinkan, jika dalam satu spesimen mereka bisa menemukan sembilan kutu dari spesies yang sama. Masing-masing hanya seperlima dari satu milimeter dan berpegangan pada bagian yang beda dari bulu yang terperangkap dalam damar,” kata Michael Benton.

Benton juga menambahkan jika kerusakan pada bulu telah menunjukkan kesamaan yang dibuat oleh kutu modern saat ini. Hal tersebut menunjukkan bahwa kutu hidup sejak zaman dinosaurus dapat berevolusi bersamaan dengan perkembangan bulu.

Serangga zaman prasejarah hampir mirip dengan jenis kutu yang ditemukan saat ini. Penemuan tersebut sangat menarik di kalangan ilmuwan. Karena dapat mengetahui parasit pengganggu seperti kutu.

Kutu hidup sejak zaman dinosaurus berbulu ataupun hidup di burung purba. Temuan bulu dinosaurus pada zaman dahulu yang telah disertai dengan tanda-tanda gigitan kutu merupakan bukti bahwa kutu telah hidup sejak zaman prasejarah. (R10/HR-Online)

Loading...