Lemak Penyebab Perut Buncit dan Cara Menghilangkannya

Lemak penyebab perut buncit terbagi menjadi dua jenis, yakni lemak lunak atau subkutan, dan lemak keras atau visceral.
Lemak penyebab perut buncit terbagi menjadi dua jenis, yakni lemak lunak atau subkutan, dan lemak keras atau visceral. Photo : Ilustrasi.

Lemak penyebab perut buncit terbagi menjadi dua jenis, yakni lemak lunak dan keras (subkutan dan visceral). Keduanya menjadi penyebab perut buncit yang sangat berbahaya bagi kesehatan.

Dirangkum dari berbagai sumber, Minggu (01/12/2019), seseorang dengan kelebihan lemak perut menandakan kalau orang tersebut kelebihan berat badan yang berisiko terkena berbagai jenis penyakit, seperti kardiovaskular dan diabetes.

2 Jenis Lemak Penyebab Perut Buncit

Lemak Subkutan

Jenis lemak subkutan atau lemak perut yang lunak ini biasanya kalau dipegang akan terasa lembut dan kenyal.

Berdasarkan hasil penelitian kesehatan, 90 persen lemak di tubuh merupakan lemak lunak, sedangkan 10 persennya adalah lemak keras atau visceral.

Keberadaan lemak lunak ini tepat di bawah kulit yang menyediakan sumber energi dan membuat suhu tubuh tetap hangat.

Jenis lemak tersebut tidak berbahaya dan mudah dihancurkan dengan cara rutin berolahraga serta menjalankan diet sehat.

Lemak Visceral

Sementara, jenis lemak perut visceral atau lemak keras ini juga merupakan jenis lemak penyebab perut buncit dan biasanya terletak di sekitar organ tubuh utama, seperti paru-paru, jantung dan hati.

Keberadaan lemak yang keras ini tidak dapat dirasakan langsung dan cukup berbahaya. Bukan hanya pada orang bertubuh gemuk saja, tapi juga bagi mereka yang bertubuh langsing.

Pasalnya, lemak visceral menghasilkan hormon serta zat peradangan yang bisa menyebabkan munculnya berbagai penyakit berbahaya.

Jika lemak tersebut mengalami perkembangan maka akan mengarah terhadap resistensi insulin, kolesterol tinggi, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, dan komplikasi penyakit lainnya.

Cara Menghilangkan Lemak Subkutan dan Visceral

Penumpukan lemak lunak dan lemak keras terjadi ketika seseorang punya kehidupan yang sedentari, yakni kebiasaan dalam hidupnya yang tidak melibatkan banyak aktivitas.

Selain itu, orang tersebut juga kurang massa otot, tidak ada kardio, porsi makannya melebihi dari yang dibutuhkan tubuh, dan terkena penyakit diabetes.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghilangkan lemak perut bersamaan dengan lemak yang terdapat di bagian tubuh lainnya.

Untuk menghilangkannya, orang yang mengalami kelebihan lemak ini harus bisa mempertimbangkan defisit kalori, konsumsi makanan sehat, dan menghindari asupan makanan jenuh, karbohidrat olahan, makanan trans fat loaded dan gula.

Kemudian, harus meningkatkan konsumsi protein, sayuran, biji-bijian, buah-buahan, lemak sehat, serta nutrisi penting lainnya.

Agar lemak di perut berkurang, seseorang juga harus melakukan aktivitas fisik setidaknya 30 menit dalam sehari, disamping mengurangi kalori dan melakukan diet yang sehat.

Melakukan latihan kombinasi kardio serta resistensi, dibarengi dengan tidur yang cukup akan membantu menurunkan lemak berlebih.

Namun, ada satu hal yang perlu diingat juga, yaitu manajemen stres. Karena stres akan mengarah pada perkembangan hormon kortisol, yang pada akhirnya bisa menyebabkan seseorang memilih makan untuk mengalihkan perhatian.

Perlu diketahui bahwa makan karena stres bisa berbahaya bagi kesehatan dan rentan mengalami lemak perut berlebih, apalagi yang dikonsumsinya merupakan jenis makanan cepat saji. (Eva/R3/HR-Online)