Lubang Hitam di Galaksi Bima Sakti Ini Dijuluki Monster

lubang hitam di galaksi bima sakti
Lubang hitam di Galaksi Bima Sakti. Foto: Ist/Net

Menjelang akhir tahun ini, para ilmuwan menemukan lubang hitam di galaksi Bima Sakti yang terkesan misterius dan aneh.

Dalam penemuannya, disebutkan bahwa black hole tersebut memiliki ukuran yang begitu besar. Padahal secara teori harusnya tidak ada lubang hitam sebesar itu.

Diketahui bahwa lubang hitam ini memiliki massa 70 kali massa Matahari. Meski sulit dipercaya, namun nyatanya seperti itulah penemuannya.

Lubang Hitam di Galaksi Bima Sakti

Dengan ukuran yang jauh lebih besar daripada matahari, black hole ini dijuluki dengan lubang hitam monster. Lubang hitam ini adalah black hole bintang.

Dalam menemukan lubang hitam dengan ukuran tak biasa ini, peneliti mengkaitkannya dengan proses pembentukan black hole di alam semesta.

Pada umumnya, lubang hitam di galaksi Bima Sakti terbentuk karena ledakan bintang yang mati dan runtuh. Untuk diketahui, sebelum runtuh, bintang paling masif yang ada di galaksi Bima Sakti akan kehilangan sebagian besar massanya.

Padahal selama hidupnya, bintang tersebut mengandung komposisi zat kimia yang beragam. Hilangnya komposisi tersebut bukan hanya karena ledakan, akan tetapi juga pengaruh angin bintang yang kuat.

Lubang hitam itu sendiri hanya bisa terbentuk dari bintang yang besar, kuat, dan memiliki rentang massa tertentu. Akhir hidupnya pun diperkirakan melalui proses ketidakstabilan supernova.

Baca Juga: Galaksi Tempat Bumi Berada Ternyata Memakan Galaksi Lain, Bima Sakti Kanibal?

Dimana proses tersebut akan menghanguskan inti bintang secara menyeluruh. Dari proses terbentuknya lubang hitam yang selama ini diyakini tersebut, membuat ilmuwan sangat bingung dalam menjelaskan temuannya.

Seharusnya, lubang hitam yang ada di galaksi memiliki ukuran tak lebih dari 20 kali massa matahari. Hal ini sudah dipercaya oleh ilmuwan sejak dulu.

Penemuan lubang hitam di galaksi Bima Sakti dengan ukuran raksasa sangat tidak mungkin jika melihat model evolusi bintang saat ini. Kini pun ilmuwan tengah disibukkan untuk meneliti lebih jauh lubang hitam monster yang dinamainya LB-1 ini.

Keyakinan para ilmuwan mulai terbantahkan setelah ditemukannya lubang hitam LB-1 yang terletak sekitar 15 ribu tahun cahaya ini.

Penemuan lubang hitam monster ini sendiri sudah dipublikasikan dalam jurnal Nature pada hari Rabu, 27 November 2019 oleh para peneliti Tiongkok.

Sejak dipublikasikan, penemuan lubang hitam raksasa tersebut langsung mencuri perhatian. Tak hanya dari kalangan ilmuwan lain saja, akan tetapi juga masyarakat.

Penelitian Lubang Hitam

Sesuai dengan penjelasan astronom Jifeng Liu yang berasal dari National Astronomical Observatory of China, seharusnya tak mungkin ada lubang hitam dengan ukuran raksasa seperti LB-1.

Dijelaskan juga bahwa LB-1 ini berukuran dua kali lebih masif jika dibandingkan dengan prediksinya selama ini. Timnya pun merasa tertantang untuk menjelaskan formasi lubang hitam yang misterius ini.

Untuk memudahkan dalam penelitian lubang hitam di galaksi Bima Sakti, Liu beserta tim memutar otak dengan menggunakan Large Sky Area Multi-Object Fiber Spectroscopic Telescope (LAMOST) di China.

Teknologi tersebut dimanfaatkannya untuk menemukan bintang yang hampir mati. Hingga pada akhirnya, teknologi ini menuntun tim peneliti dalam menemukan bintang raksasa berwarna biru.

Setelah itu, tim melanjutkan pengamatannya dengan bantuan teleskop Gran Telescopio Canarias di Spanyol. Tak hanya itu, peneliti juga memanfaatkan Keck Observatorium di AS.

Penggunaan teknologi ini berperan penting dalam mengungkap sifat alami yang dimiliki oleh temuan para ilmuwan tersebut.

Dari serangkaian penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa bintang tersebut berusia 35 juta tahun lalu. Bintang ini memiliki massa sebesar 8 kali massa matahari.

Selama hidupnya, bintang ini mengorbit lubang hitam setiap 79 hari. Penghitungan ini didasarkan pada orbit yang dikenal dengan lingkaran yang mengejutkan.

Bintang ini diperkirakan memiliki pengaruh yang besar terhadap pembentukan lubang hitam di galaksi Bima Sakti sehingga ukurannya bisa sebesar ini.

Jika dilihat dari ukuran tipis LB-1, peneliti juga menyebut bahwa pembentukan tak hanya melibatkan satu bintang saja.

Meski begitu, ada juga dugaan sebaliknya yang menyebut bakal ada dua lubang hitam dengan ukuran yang lebih kecil dan saling mengorbit.

Kemungkinan lain yang juga mempengaruhi kemunculan lubang hitam monster tersebut yaitu supernova fallback. Hanya saja, ilmuwan tak pernah membuktikannya.

Dalam penelitian lubang hitam di galaksi Bima Sakti yang masih misterius ini, ternyata ilmuwan juga menemukan black hole lain. Diketahui bahwa lubang hitam ini terbentuk karena tabrakan dua black hole dalam GW150914. (R10/HR-Online)

Loading...