Peluncuran Satelit Cheops, Misi untuk Pelajari Exoplanet

Peluncuran Satelit Cheops
Peluncuran Satelit Cheops. Foto: Istimewa

Peluncuran satelit Cheops telah berhasil dilakukan oleh Badan Antariksa Eropa. Satelit ini diluncurkan untuk misi riset exoplanet.

Exoplanet merupakan istilah yang sering dipakai untuk merujuk planet yang berada di luar tata surya kita. Pada awal 1900an telah berhasil ditemukan sejumlah miliaran planet.

Peluncuran Satelit Cheops Eksplorasi Exoplanet

Cheops telah diluncurkan oleh Soyuz Fregat dari pelabuhan European Space Agency atau ESA yang berada di French Guiana, Amerika Selatan. Kemudian pada kontrol misi di Spanyol, peluncuran satelit Cheops dinyatakan berhasil.

Direktur ESA Gunther Hasinger, menyatakan jika Cheops dirancang guna membawa sains exoplanet ke taraf baru. Beberapa dekade terakhir ini, sudah lebih dari 4000 exoplanet telah ditemukan dengan bermacam-macam teknologi.

Para peneliti di ESA akan mempelajari sifat kimia dan fisik dari exoplanet dengan cara mengkarakterisasi planet tersebut terlebih dahulu.

Penelitian diawali dengan pengkajian asal mula dan material apa saja yang membentuknya. Jadi, dalam pencarian exoplanet ini tidak akan memakai satelit.

Cheops yang akan menentukan ukuran dari exoplanet, jadi bukan satelit. Dengan menggabungkan data dan informasi yang sudah ada, para peneliti dapat menentukan karakteristik dari planet. Jadi dapat dipastikan apakah planet berupa raksasa gas atau dapat dihuni seperti planet kita ini.

Peluncuran satelit Cheops merupakan misi kecil atau S-class bagi ESA. Tidak membutuhkan waktu yang lama supaya bisa mengkonsep misi ke tahap peluncuran.

Peluncuran Satelit Cheops, Pelajari Dunia Asing

CHEOPS adalah Characterising Exoplanets merupakan teleskop ruang angkasa Eropa untuk menentukan ukuran planet ekstrasolar yang diketahui.

Teleskop ini memungkinkan estimasi massa, kepadatan, komposisi serta pembentukannya. Diluncurkan pada 18 Desember 2019. Misi berupa kelas kecil pertama dalam program sains Cosmic Vision ESA.

Satelit berukuran mini ini mempunyai teleskop Ritchey-Chretien optikal dengan bukaan 30 cm. Pemasangan pada platform satelit kecil berukuran standar.

Peluncuran Satelit Cheops dijadwalkan meluncur dari gerbang luar angkasa di Kourou, Guyana Prancis. Cheops telah dirancang khusus untuk mempelajari secara rinci mengenai dunia-dunia asing yang ditemukan di luar tata surya kita oleh para astronom.

Penerbangan dimulai dari belakang Soyuz-FG Rusia dan akan ditempatkan di dataran rendah setelah peluncuran setelah menempuh waktu sekitar 145 menit.

Peluncuran Satelit Cheops kemungkinan akan dijadwalkan pada malam hari. Cakupan peluncuran akan dikelola ESA dan bisa dilihat streaming langsung di situs web dan video. Cakupan akan dimulai sebelum peluncuran.

Misi utama dari Cheops yakni untuk mengukur ukuran planet ekstrasurya. Temuan planet besar dilakukan oleh mesin perburuan seperti teleskop ruang angkasa Kepler. Exoplanet ini kemungkinan akan jatuh dalam rentang massa super Earth dan Neptunus.

Tinjauan Sains Cheops

Ribuan exoplanet yang ditemukan mempunyai ukuran massa minimum dari metode kecepatan radial. Sementara, yang lain tampak transit bintang induk yang mempunyai ukuran.

Exoplanet mempunyai ukuran yang akurat pada massa dan jari-jarinya. Namun pada petunjuk tentang sejarah pembentukan dan terbuat dari bahan apa belum terpecahkan.

Peluncuran satelit Cheops mempunyai misi untuk mengukur ukuran exoplanet transit yang mengorbit bintang yang berdekatan. Selain itu juga mencari transit exoplanet yang pada mulanya ditekan lewat kecepatan radial.

Diharapkan exoplanet transit ini bisa ditandai dengan baik sehingga bisa menjadi target utama untuk observatorium para ilmuwan di masa depan.

Pengukuran ukuran jari-jari dari planet ekstrasurya merupakan tujuan utama dari Cheops. Jika massa dan ukuran sudah diketahui, maka ilmuwan dapat menentukan kepadatan planet.

Sehingga dapat diperkirakan komposisi dari planet tersebut apakah berbentuk gas atau batu. Cheops akan menjadi instrument yang efektif dan efisien supaya bisa mencari transit dangkal.

Jari-jari pun dapat ditentukan secara akurat untuk exoplanet rentang waktu massa super Bumi ke Neptunus. Selain itu, Cheops juga akan mengukur sinyal fotometrik menggunakan presisi.

Tujuan sains yang berbeda memerlukan 500 poin target terpisah. Misalkan saja, 1 jam per titik durasi misi diperkirakan selama 1175 hari atau sekitar 3 tahun.

Peluncuran satelit Cheops ini juga didukung panel surya. Panel surya merupakan bagian dari sunshieldnya. Daya kelanjutannya yakni 60 W untuk operasi instrumen. Kapasitas data downlink 1,2 GB tiap hari. (R10/HR-Online)