Pemerintah Kota Banjar Enam Kali Raih Predikat Kota Peduli HAM

Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, tercatat sudah enam kali meraih predikat sebagai Kota Peduli HAM dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Penghargaan tersebut juga diterimanya di tahun 2019 ini.
Penyerahan penghargaan Kota Peduli HAM dilakukan oleh Dirjen HAM, Mualimin Abdi, kepada Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, pada acara peringatan Hari HAM se-Dunia ke-71, bertempat di Gedung Merdeka, Bandung, tanggal 10 Desember 2019 lalu. Photo : Istimewa.

Berita Banjar (harapanrakyat.com),- Pemerintah Kota Banjar, Jawa Barat, tercatat sudah enam kali meraih predikat sebagai Kota Peduli HAM dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Penghargaan tersebut juga diterimanya di tahun 2019 ini.

Terkait dengan hal itu, Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, mengatakan bahwa, hak asasi manusia adalah kebutuhan dasar setiap orang. Namun, hak asasi manusia juga harus seimbang dengan kewajiban serta tidak merugikan bagi orang lain.

“Kami sangat bersyukur atas raihan ini, dan mengucapkan terima kasih banyak kepada jajaran pemkot serta semua warga masyarakat Kota Banjar yang sudah berupaya dan berikhtiar secara bersama-sama dalam menjaga kebersamaan, saling menghargai, menghormati tanpa pandang asal-usul, keyakinan, maupun pekerjaan,” ucapnya.

Menurut Ade Uu, penghargaan kota peduli tergadap hak asasi manusia yang diterima Pemkot Banjar ini sangat luar biasa. Karena, penghargaan tersebut sebagai bentuk apresiasi dari Kemenkum HAM RI dan Komnas HAM RI, dalam memperingati Hari HAM se-dunia tahun 2019.

“Tentunya hal itu tak lepas dari hasil kerja keras pemerintah daerah beserta masyarakatnya yang mampu menjaga HAM di daerahnya. Harus diakui pula bahwa raihan penghargaan ini merupakan kerja keras seluruh pihak dalam menegakan dan menghormati berbagai macam bentuk hak asasi manusia di Kota Banjar”, ungkapnya.

Walikota Banjar pun menegaskan, Pemkot Banjar berkomitmen untuk menyelenggarakan berbagai program kegiatan, khususnya yang berkaitan dengan implementasi penyelenggaraan HAM seluas-luasnya.

Semua itu tak lepas dari upaya pemkot dalam memenuhi hak-hak dasar masyarakatnya. Termasuk juga hak-hak bagi para penyandang disabilitas, serta persamaan hak bagi setiap elemen masyarakat.

Adapun penyerahan penghargaan tersebut dilakukan oleh Dirjen HAM, Mualimin Abdi, kepada Walikota Banjar, Hj. Ade Uu Sukaesih, saat peringatan Hari HAM se-Dunia ke-71, bertempat di Gedung Merdeka, Bandung, tanggal 10 Desember 2019 lalu.  

Kota Peduli ak asasi manusia adalah suatu penghargaan bagi kota/kabupaten yang sudah memenuhi 83 indikator penilaian yang berkaitan dengan HAM, sesuai dengan Permen Hukum dan HAM Nomor 34 Tahun 2016, tentang Kriteria Daerah kota/Kabupaten Peduli HAM. Salah satunya implementasi Peraturan Presiden Nomor 75, 2015, tentang Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia.

Acara penyerahan penghargaan tersebut dihadiri Dirjen HAM, Mualimin Abdi, para deputi di Kemenkum HAM, serta sejumlah pejabat lainnya, seperti gubernur, bupati/walikota, dan para penerima penghargaan.

Kota Banjar sendiri menjadi salah satu daerah yang telah sukses meraih penghargaan Kota Peduli HAM. Tercatat sudah enam kali Pemkot Banjar dianugerahi predikat sebagai Kota Peduli Hukum dan HAM dari Kemenkum HAM RI.

Salah satu parameter pemberian gelar tersebut dikarenakan adanya dukungan dari seluruh elemen warga masyarakatnya dalam melaksanakan program-program HAM.

Berdasarkan Permenkum HAM RI, ada tujuh kriteria dalam penilaiannya untuk bisa disebut sebagai pemerintah daerah yang peduli HAM.

Tujuh kriteria itu meliputi hak atas kesehatan, hak pendidikan, hak perempuan dan anak, hak atas kependudukan, hak pekerja, hak atas perumahan yang layak, serta hak atas lingkungan berkelanjutan. (Eva/R3/HR-Online)

Loading...