Penemuan Fosil Ikan Purba di Rusia Mengejutkan Ilmuwan, Ini Alasannya

Penemuan Fosil Ikan Purba
Ikan Purba yang ditemukan di Rusia. Foto: Ist/Net

Penemuan fosil ikan purba di tambang batu bara di Volgograd, Rusia selatan, langsung menyedot perhatian dunia. Tak mengherankan karena penampakan ikan ini tidaklah biasa.

Jika diperhatikan secara sekilas, ikan ini terkesan aneh. Bagaimana tidak, ilmuwan menemukan fosil ikan ini memiliki gigi gergaji spiral.

Melihat penampakannya yang tak biasa, ilmuwan mengatakan bahwa ikan purba ini bisa jadi leluhur hiu yang hidup di masa sekarang.

Penemuan Fosil Ikan Purba

Temuan fosil ikan purba yang memiliki gigi gergaji spiral ini disebut dengan Helicoprion. Helicoprion ini adalah nenek moyang dari hiu hantu modern atau yang juga dikenal dengan ratfish.

Ikan yang sudah mengalami kepunahan ini hidup jutaan tahun sebelum dinosaurus. Sesuai dengan penjelasan profesor dari Universitas Negeri Idaho Leif Tapanila, Helicoprion ini menjadi predator terbesar yang ada di Bumi.

Sekitar 270 juta tahun lalu, keberadaan ikan ini menjadi ancaman yang sangat ditakuti oleh hewan lain di masa lampau.

Baca Juga: Penemuan Fosil Mammoth di Meksiko, Arkeolog: Ungkap Cara Manusia Purba Berburu

Hilangnya spesies ikan ini sendiri diakibatkan oleh kepunahan massal yang juga dialami oleh 96% spesies lainnya. Bahkan kepunahan tersebut menjadi kepunahan terbesar dalam sejarah dunia.

Kepunahan ini menjadi akhir dari era Permian sekitar 252 juta tahun lalu. Tak heran jika penemuan fosil ikan purba ini begitu mengejutkan.

Penemuan fosil ikan ini sudah diterbitkan dalam jurnal Royal Society Biology Letters. Untuk diketahui, sebenarnya deskripsi ikan ini sudah disampaikan untuk pertama kalinya pada tahun 1899.

Deskripsi yang dijelaskan oleh ilmuwan Rusia Alexander Karpinsky tersebut didasarkan pada temuan fosil di dekat Krasnoufimsk.

Karakteristik Ikan Purba Helicoprion

Dari fosil yang ditemukan, para ilmuwan berhasil mengungkap karakteristik yang dimiliki Helicoprion. Sebagaimana yang sudah dijelaskan sebelumnya, ikan ini memiliki gigi gergaji spiral.

Profesor Igor Novikov yang berasal dari Institut Paleontologi Moskow menyebut bahwa temuan fosil ini sebagai fosil yang paling misterius.

Meski terkesan penuh misteri, namun ada penjelasan detail yang disampaikannya. Menurut profesor Igor Novikov, spiral gigi berbentuk lingkaran yang ditemukan ilmuwan berasal dari zaman Paleozoikum akhir.

Gigi-giginya begitu tajam dan didampingi dengan akar spiral yang jumlahnya lusinan. Dari penemuan fosil ikan purba tersebut, ilmuwan juga bisa menjelaskan bagaimana cara ikan ini dalam memangsa.

Saat rahang menutup, maka giginya yang tajam akan berbalik. Dengan begitu, ikan ini mampu memantau mangsanya dengan baik.

Mangsanya yang bertubuh lunak, seperti cumi-cumi, bisa dengan mudah digerogoti menggunakan gigi-giginya tersebut.

Gigi-giginya yang tajam ini diduga diproduksi di dalam rahang bawah ikan. Hanya saja, perkiraan terhadap penemuan fosil ikan purba tersebut sulit dideteksi karena sebagiannya tersembunyi.

Selain memiliki gigi yang tajam dan bergerigi spiral, ikan purba ini juga memiliki ukuran yang luar biasa. Ikan ini mampu tumbuh dengan panjang sampai 7,6 meter.

Kemudian untuk bobotnya bisa mencapai 444 kilogram. Dengan ukuran dan bobot tersebut, ikan purba ini menjadi ikan terbesar yang ada di laut pada masa lampau.

Fakta Menarik Ikan Helicoprion

Dibalik karakteristiknya yang mencengangkan di atas, masih ada banyak fakta menarik tentang ikan purba Helicoprion yang ditemukan di Rusia ini.

Diketahui bahwa temuan ikan purba ini sudah berlandaskan bukti kuat yang dimasukkan ke dalam komputer yang ada di laboratorium virtualisasi khusus.

Meski diduga sebagai leluhur hiu modern, namun ikan purba ini lebih berkerabat dekat dengan ratfish. Keduanya mempunyai tulang rawan dengan klasifikasi yang berbeda.

Fakta lainnya yang tak kalah menarik untuk anda ketahui dari penemuan fosil ikan purba ini yaitu fosil gigi spiral besar miliknya menjadi fosil yang tersisa dari 100 spesimen di dunia.

Fosil ikan Helicoprion disebut langka sehingga temuannya begitu mencuri perhatian ilmuwan. Seperti yang diketahui, kerangka ikan ini memang dibuat dari tulang rawan.

Dengan alasan tersebut, maka tak heran jika fosilnya tak mampu bertahan dalam waktu lama. Temuan fosil ikan Helicoprion pun harus dijaga dengan baik.

Perlu untuk anda ketahui juga bahwa penelitian fosil ikan purba Helicoprion ini memanfaatkan CT scan spesimen unik dari Idaho.

Semua informasi tentang apa makhluk itu dan bagaimana cara berburu berhasil diungkap melalui penelitian terhadap penemuan fosil ikan purba tersebut. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh ahli geosains, Tapanila. (R10/HR-Online)

Loading...