Penyebab Nyeri Sendi Pada Anak dan Cara Mengatasinya

nyeri sendi pada anak
Ilustrasi nyeri sendi pada anak. Foto: Ist/Net

Meskipun kerap dialami orang tua, nyeri sendi pada anak juga sering terjadi. Ada banyak faktor yang menjadi penyebab nyeri sendi ini. Bahkan dalam banyak kasus penyakit ini tidak mudah segera dikenali penyebabnya.

Sejumlah penelitian menemukan makin banyaknya kasus anak-anak yang mengalami gangguan ini. Bahkan penelitian lain menemukan rata-rata 16 persen anak usia sekolah di Amerika Serikat mengalami nyeri tungkai.

Dalam berbagai kasus, nyeri sendi yang dialami anak-anak lebih disebabkan rasa sakit yang tumbuh akibat penyakit lain. Sejumlah kondisi non-inflamasi seperti sindrom hipermobobilitas sendi jinak (BJHS) dan nyeri tumbuh (Growth Pain).

Kebanyakan kasus tidak mudah dikenali penyebabnya begitupun dengan gejala yang ada juga tidak mudah dikenali. Beberapa gejala nyeri sendi yang umum ditemukan diantaranya adanya pembengkakan atau kaku.

Selain itu umumnya anak akan timbul ruam, sendi yang bengkak atau memerah, demam persisten, mengalami kelelahan, kehilangan selera makan, hingga penurunan berat badan.

Penyebab Nyeri Sendi Pada Anak yang Sering Terjadi

Penelitian menemukan bahwa lebih dari 30 persen anak-anak sekolah di berbagai negara sering mengalami nyeri muskuloskeletal kronis. Nah, berikut ini penyebab nyeri sendi pada anak yang sering terjadi.

  • Rasa Sakit Karena Pertumbuhan

Nyeri karena pertumbuhan (growing pain) dialami anak-anak berupa sensasi berdenyut atau sakit pada lutut, kaki atau kepala dan perut. Nyeri ini umumnya muncul sore atau malam namun akan hilang sendiri keesokannya.

  • Penyakit Lyme

Nyeri sendi yang terjadi pada anak-anak juga bisa disebabkan karena serangan penyakit Lyme. Ini merupakan infeksi karena bakteri Borrelia burgdorferi. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan kutu dengan gejalanya seperti nyeri sendi, demam, hingga kelelahan.

  • Penyakit Leukemia

Nyeri tulang dan sendi pada anak-anak juga perlu diwaspadai karena bisa merupakan indikasi leukemia. Penyakit kanker darah atau sumsum tulang ini yang diketahui merupakan jenis kanker yang sering menyerang anak-anak.

  • Penyakit Lupus

Gangguan autoimun ini juga ditandai dengan adanya rasa nyeri sendi pada anak. Kebanyakan penyakit lupus menyerang wanita saat remaja dengan gejala nyeri dan radang persendian, kelelahan, rambut rontok, dan ruam kulit hidung.

  • Juvenile Rheumatoid Arthritis

Juvenile rheumatoid arthritis atau juvenile idiophatic arthritis merupakan sejenis arthritis yang umum menyerang anak-anak. Gangguan ini akan menimbulkan rasa sakit dan pembengkakan pada satu atau lebih sendi dan bisa menyebabkan komplikasi.

Bagaimana Penanganannya?

Jika nyeri sendi berlangsung persisten dan makin parah setelah beberapa hari, maka sebaiknya segera bawa anak ke dokter. Komplikasi gangguan ini bisa berbahaya seperti terganggunya pertumbuhan anak hingga kecacatan.

Sebelum melakukan pengobatan, dokter biasanya akan melakukan diagnosis dengan mencari tahu riwayat kesehatan anak, gejalanya, pemeriksaan fisik, hingga melakukan rontgen.

Sedangkan pengobatan maupun penanganan nyeri sendi pada anak bisa diberikan melalui beberapa pilihan. Langkah ini juga bisa dilakukan untuk meredakan rasa sakit yang alami anak.

Langkah yang bisa dilakukan diantaranya memijat bagian yang sakit. Namun lakukan inisecara lembut untuk meringankan gejalanya. Anda juga bisa memandikan anak dengan air hangat agar bisa segera tidur nyenyak untuk meredakan sakitnya.

Selain itu anda juga bisa meregangkan betis dan paha secara perlahan. Ini bisa mengurangi sakit nyeri sendi yang dirasakan anak. Anda juga bisa bertanya ke dokter tentang latihan peregangan yang perlu diberikan pada anak.

Untuk meredakan nyeri sendi pada anak anda juga bisa membeli obat penghilang rasa sakit di apotik yang dijual bebas. Diantaranya acetaminophen atau ibuprofen yang bisa meredakan sakit nyeri sendi. (R9/HR-Online)

Loading...