Jenis Profesi yang Paling Risiko Terkena Kanker

risiko terkena kanker
Ilustrasi pekerja lapangan yang rentan terkena kanker. Foto: Istimewa

Ternyata banyak jenis pekerjaan yang rentan dengan risiko terkena kanker. Pengaruh dan interaksi dengan lingkungan tidak sehat bisa memicu beragam jenis penyakit kanker yang berbahaya.

Karena itu sangat penting untuk mengenali apakah jenis pekerjaan atau profesi yang sedang anda jalani saat ini rentan dengan penyakit berbahaya tersebut. Kesehatan tentunya jauh lebih mahal ketimbang jenis pekerjaan yang dilakukan.

7 Jenis Pekerjaan yang Meningkatkan Risiko Terkena Kanker

Lingkungan yang tidak sehat tentunya berpengaruh buruk untuk kesehatan. Namun ritme kerja juga berkaitan dengan risiko penyakit. Berikut jenis pekerjaan yang meningkatkan risiko terkena kanker yang wajib anda tahu.

Pekerjaan di Bidang Konstruksi

Profesi atau pekerjaan di dunia konstruksi termasuk yang sangat rentan dengan risiko penyakit kanker terutama yang berada di lapangan. Dari tukang batu, tukang kayu, pekerja kontraktor di lapangan.

Risiko terbesar ini utamanya datang dari paparan sinar matahari yang lama saat membangun rumah atau gedung. Karena itu melindungi tubuh dari paparan matahari bisa menekan risiko terkena kanker kulit.

Begitupun dengan kanker paru-paru ataupun mesothelioma juga rentan dialami profesi ini terutama akibat inhalasi asbes. Menutup hidung saat bekerja yang berkaitan dengan asbes bisa menekan risiko tersebut.

Penata Rambut dan Pekerja Salon

Orang yang bekerja di salon maupun penata rambut juga memiliki risiko terkena kanker. Sejumlah penelitian melaporkan pengaruh bahan kimia dari pewarna rambut ternyata bisa menyebabkan kanker paru-paru, kanker kandung kemih dan laring.

Profesi Manikur dan Pedikur

Profesi yang mirip dengan pekerja salon, khususnya yang bekerja di perawatan kecantikan juga rentan terhadap penyakit kanker. Sejumlah penelitian menemukan risiko ini akibat bahan kimia produk kecantikan yang ada.

Paparan dari bahan kimia produk manikur dan pedikur untuk mengecat dan merawat kuku berbahaya untuk tubuh. Cat kuku juga diketahui mengandung formalin dan titanium dioksida yang jika terhirup dapat menurunkan imunitas tubuh.

Pekerja Pabrik Karet

Karyawan yang bekerja di pabrik karet juga memiliki risiko terkena kanker. Baik kanker paru-paru, perut, ataupun kandung kemih. Hal ini terutama akibat paparan uap kimia, debu, terkena bahan kimia, dan produk olahan lainnya.

Sejumlah laporan memperlihatkan risiko leukemia dan limfoma juga mengancam pekerjaan ini. Pengaruh ataupun penyerapan karsinogen pada kulit bisa menyebabkan mereka terkena penyakit berbahaya ini.

Awak Pesawat

Profesi bergengsi sebagai pramugari ataupun awak pesawat ternyata juga rentan terhadap penyakit kanker. Hal ini karena paparan radiasi kosmik maupun sinar ultraviolet yang berlebihan bisa menyebabkan kanker.

Kanker kulit merupakan jenis penyakit yang banyak dilaporkan untuk orang yang bekerja pada ketinggian udara ini. Sel kulit pembawa pigmen bisa berkembang sebagai mutasi karena radiasi kosmik.

Pekerjaan Petani

Pekerjaan sebagai petani di sawah ternyata juga rentan terhadap kanker. Sebuah studi tentang dampak pertanian terhadap risiko terkena kanker pada wanita menyimpulkan angka 35 persen. Utamanya leukemia, limfoma, dan jenis kanker lainnya.

Angka ini jauh lebih tinggi risikonya ketimbang orang yang tidak bekerja di pertanian. Faktor penggunaan pestisida, pupuk, dan bahan kimia pertanian, termasuk knalpot mesin pertanian menjadi penyebab risiko kanker tersebut.

Pekerja Shift Malam

Orang yang bekerja malam atau mendapat shift malam juga lebih berisiko ketimbang yang bekerja siang hari. Siklus tidur yang berubah maupun terganggunya fungsi normal tubuh bisa memicu sejumlah penyakit berbahaya.

Jenis penyakit yang dilaporkan sering dialami pekerja shift malam adalah kanker payudara, kanker paru-paru pada pria, penyakit jantung, dan gangguan pada pembuluh darah.

Itulah berbagai jenis pekerjaan dan profesi yang rentan dan memiliki risiko terkena kanker. Penggunaan alat keamanan kerja maupun pengetahuan tentang penyakit berbahaya ini tentu akan berguna untuk menekan risiko tersebut. (R9/HR-Online)

Loading...