Shockbreaker Motor Rusak, Ini Tanda-tandanya

Shockbreaker Motor Rusak
Shockbreaker motor matic. Foto : istimewa

Shockbreaker motor rusak biasanya ditandai dengan berbagai macam gejala. Salah satu gejala umum dari shock motor rusak adalah saat berada di jalan bergelombang akan mengeluarkan suara bledak-bledak.

Hal itu disebabkan karena hidrolik atau suspensi pada shockbreaker tidak bekerja dengan optimal, jadi yang diandalkan hanyalah per-nya saja. Sehingga saat dikendarai motor tersebut akan mental-mental.

Shockbreakber merupakan salah satu komponen yang paling penting pada kendaraan sepeda motor. Fungsinya adalah agar memberikan rasa nyaman ketika sedang dikendarai.

Belum lagi saat melewati jalanan yang berlubang, bergelombang atau polisi tidur, jika suspensi pada shockbreaker tidak berkerja maka tentunya sangat tidak nyaman. Pasalnya, fungsi utama dari shockbreaker adalah suspensinya bisa meredam gaya kejut.

Sedangkan penyebab shockbreaker motor rusak baik depan atau bagian belakang, bisa saja karena kelebihan beban, serta cara mengendarai yang tidak baik, seperti menghajar jalan rusak dan sejenisnya.

Ketika shockbreaker motor menghantam jalan berlubang dan mentok, maka seal-nya akan bergeser sehingga oli-nya pun akan keluar dengan sendirinya.

Karena tugasnya yang semakin berat itulah, maka suspensinya juga akan menjadi cepat rusak serta aus.

Selain itu, yang membuat shockbreaker motor cepat rusak bisa juga disebabkan karena kotoran dari pasir atau debu.

Jadi, apabila shockbreaker itu tidak terdapat pelindungnya, maka ketika terkena hujan bersamaan dengan pasir yang masuk ke dalam, bisa menjadi pisau serta bergesekan dengan as shock dan membuat bocor pada sealnya.

Lantas seperti apa tanda-tanda untuk shockbreaker sepeda motor yang rusak? sehingga akan ceat di servise atau diganti. Berikut ini ulasannya.

Tanda-tanda Shockbreaker Motor yang Rusak

Supensi tidak Bekerja Dengan Optimal

Tanda yang paling umum untuk shock motor yang harus segera diperbaiki atau diganti, adalah mengeluarkan suara menghentak atau jedug-jedug.

Suara hentakan itu keluar karena suspensi pada shockbreaker motor yang sudah tidak memantul dengan normal.

Sementara tanda shock pada bagian belakang yang terasa mental-mentul, ketika dikendarai akan merasakan ayunan dari suspensinya.

Sebagai contoh, apabila keadaan shockbreaker yang berkerja dengan normal, maka ayunan rebound atau balik cuma dua kali. Sedangkan untuk shockbreaker motor yang bocor, maka yang bekerja Cuma bagian pegasnya saja, dengan ayunan balik lebih dari dua kali.

Jika menemui gejala seperti itu, maka segeralah pergi ke bengkel untuk memeriksa bagian shock pada motor Anda. dari bengkel itulah akan diketahui apakah shockbreaker masih bisa diperbaiki atau harus diganti dengan yang baru.

Oli Bocor

Kemudian tanda lainnya dari shockbreaker motor yang rusak yaitu pada bagian peredam kejutnya rusak. Kerusakan itu akan kelihatan dari oli pada shock motor yang bocor atau keluar.

Oli yang keluar itu bisa mengotori spare part lainnya menjadi kotor. Jika tidak segera diatasi, maka saat dikendara akan tidak normal atau stabil. Sedangkan bagian dari kotoran itu akan nempel di cairan pelumasnya.

Ban Belakang Goyang

Saat dikendarai bagian ban belakang tidak stabil atau bergoyang sendiri merupakan salah satu tanda lainnya dari shockbreaker motor yang rusak. Goyangan pada ban belakang itu terjadi ketika mengantam lubang atau jalan rusak.

Untuk itu, sebelum shockbreaker mengalami kerusakan yang makin parah, maka sebaiknya segera dicek dengan rutin di bengkel yang bisa dipercaya.

Pasalnya, shock baik di depan maupun belakang adalah bagian terpenting dari keselamatan berkendara. Jadi, jika Anda mengalami shockbreaker motor seperti diulas di atas, sebaiknya segera melakukan pengecekan ke bengkel. (Adi/R5/HR-Online)