Situs Geologi Gunung Haur Pangandaran Tawarkan Pesona Wisata Alam Menakjubkan

Wisata Alam Pangandaran
Salah satu pemandangan di Situ Geologi Gunung Haur di Harumandala, Cigugur. Foto: Enceng/HR

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),- Kabupaten Pangandaran memiliki banyak destinasi wisata alam yang elok dan menakjubkan. Bahkan, hampir setiap Kecamatan memiliki wisata alam yang menarik untuk dikunjungi.

Seperti halnya di Desa Harumandala, Kecamatan Cigugur yang memiliki banyak potensi yang bisa menjadi destinasi wisata, mulai dari sungai, perbukitan yang menawarkan panorama indah serta lainnya.

Salah satu pegiat wisata di Desa Harumandala, Andang, mengatakan, di wilayahnya terdapat sebuah kawasan terasering persawahan yang terkombinasi dengan pemukiman penduduk. Dari pemandangan itu, menjadi daya tarik sendiri bila digali dan dikenalkan kepada masyarakat luas.

Tak hanya itu, kata Andang, di daerahnya juga terdapat beberapa air terjun yang tak kalah menarik, seperti Curug Leuwileutak, Curug Dengdeng, dan Curug Cibolerang.

“Maka dari itu, jika Harumandala menasbihkan diri menjadi Desa Wisata itu bukan sesuatu yang mengada-ada, akan tetapi potensi dan komunitas pelaku wisatanya memang ada dan layak untuk dikunjungi para wisatawan,” ujarnya kepada Koran HR, Senin (25/11/2019).

Andang menambahkan, salah satu destinasi wisata alam di Desa Harumandala  yang sekarang mulai banyak dikunjungi wisatawan dan terkenal dengan keindahannya adalah Situs Geologi Gunung Haur yang terletak di Dusun Cimapag.

Di situ tersebut, pengunjung dimanjakan pemandangan sunset dan sunrise yang menakjubkan. Bahkan, ia meyakinkan bagi pengunjung yang suka wisata jauh dari perkotaan, Desa Harumandala sangat cocok, terutama ke situs tersebut.

“Jika pagi hari atau sore menjelang malam, keindahan alamnya di sini bisa membuat siap saja terkagun-kagum, meski sebenarnya masih banyak bagian yang harus dibenahi,” paprnya.

Ia menjelaskan, narasi geologi yang muncul dari singkapan batuan breksi formasi jampang yang terbentuk sekitar 18 juta tahun silam, dan aktivitas warga yang dikemas dalam pengolahan lahan pertanian terintegrasi dengan wisata, semakin menambah daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

“Maka tak salah jika lokasi ini sering dijadikan tempat kemping para pecinta alam. Untuk ke sini bisa ditempuh menggunakan kendaraan roda 4 atau sepeda motor sekitar 1,5 sampai 2 jam dari pusat kota Pangandaran,” pungkasnya. (Enceng/Koran HR)

Loading...