Warga Sindanghilir Ciamis Masih Kesulitan Air

warga Kesulitan Air
Ilustrasi Kesulitan Air. Foto: Net/Ist

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),- Krisis air bersih yang terjadi dampak dari musim kemarau pada tahun ini, membuat warga masyarakat Dusun Sindanghilir, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, masih mengalami  kesulitan air.

Untuk memenuhi kebutuhan setiap harinya, warga terpaksa harus mengocek uang saku.

Acah, warga Dusun Sindanghilir, mengungkapkan, dampak musim kemarau panjang yang terjadi pada tahun ini mengakibatkan sumber mata air seperti sumur dan PAM milik desa mengering.

Menurut Acah, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga terpaksa harus membeli. Untuk air ukuran satu falcon cat 25 kg dibeli dengan harga Rp. 2.500. sedangkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih dalam setiap harinya bisa menghabiskan hingga 5 falcon. Dan sudah hampir satu bulan terpaksa harus merogoh kocek untuk membeli air.

Sukaerah, warga lainnya, mengatakan, musim kemarau pada tahun ini terasa sangat berdampak. Warga yang biasanya mengandalkan air dari PAM milik desa atau dari sumur pribadi terpaksa harus membeli.

Selama belum turun hujan, kata Sukaerah, PAM desa belum normal. Mau tidak mau harus memanfaatkan jasa penjual air. Menurut ia, air yang dibeli dari penjual tersebut tidak hanya untuk kebutuhan memasak, akan tetapi juga untuk pemenuhan MCK.

“Setiap harinya memerlukan beberapa falcon air.  Musim kemarau tahun ini betul betul berdampak sekali terhadap kehidupan,” katanya.

Sukaerah menjelaskan, kalau dihitung-hitung harga jual air setiap falcon ukuran 25 kg jatuh harganya bisa mencapai Rp. 5000,- Sebab, belum terhitung rokok dan makan.

Sumber HR yang dapat dipercaya, mengatakan, krisis air bersih hampir melanda di setiap daerah. Hal itu dimungkinkan adanya fenomena El-nino, sehingga air bawah tanah seperti sumur timba dan sumber mata air mengering.

Akibat kondisi tersebut, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, selain harus membeli masyarakat yang ingin memenuhi kebutuhan mandi cuci dan kakus banyak yang terpaksa berjalan kaki menuju sungai.

“Mudah-mudahan saja krisis air bersih tidak berkepanjangan. Dengan harapan untuk memenuhi  pemenuhan kebutuhan air bersih di setiap daerah dapat disuplay oleh pihak pemerintah. Terlebih di Dusun Sindanghilir, untuk kebutuhan berwudhu saja, di bak penampungan air beberapa hari terakhir sudah mengering,” katanya. (Dji/Koran HR)

Loading...