Akibat Retakan dan Pergerakan Tanah, Akses Jalan di Ciakar Ciamis Tidak Bisa Dilewati

pergerakan tanah
Akses jalan desa di Blok RT. 03 RW 12, Dusun Sindangjaya, Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, mengalami retakan dan pergerakan tanah. Foto: Edji Darsono/HR

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com),-Akses jalan desa di Blok RT. 03 RW 12, Dusun Sindangjaya, Desa Ciakar, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, mengalami retakan dan pergerakan tanah. Akibatnya, akses jalan tersebut tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.

Menurut keterangan warga, hal itu dipicu lantaran intensitas hujan yang melanda wilayah Desa Ciakar dalam sepekan terakhir, Selasa (07/01/2020).

Aris, perangkat desa Ciakar, ketika ditemui Koran HR, mengatakan, hujan deras yang terjadi sepekan terakhir mengakibatkan akses jalan desa di wilayahnya tidak bisa dilewati kendaraan roda empat.

“Sebab terjadi retakan dan  pergerakan tanah. Badan jalan mengalami pergerakan lebih dari 20 cm, sehingga sulit dilewati kendaraan. Motor saja hanya bisa melewatibahu jalan, itupun hanya sebelah,” katanya.

Menurut Aris, kontruksi tanah di Blok RT. 03 RW 12 terbilang sangat labil. Hal itu diketahui sering terjadi adanya peregerakan tanah. Meski warga sudah melakukan upaya menutup retakan-retakan tanah, namun upaya itu tidak mampu bertahan lama.

“Ini dilakukan untuk meminimalisir agar retakan dan pergerakan tanah tidak kembali terjadi. Tapi upaya yang dilakukan warga tidak mampu bertahan lama. Apabila hujan kembali terjadi, maka retakan dan pergerakan tanah pun mengikutinya,” katanya.

Suryana (59), warga sekitar, mengatakan, pergerakan dan retakan tanah pada bagian badan jalan itu mengakibatan kendaraan roda empat yang datang dari arah Sindangasih harus memutar arah ke jalan lainnya.

Meski rute jalan bisa dialihkan, kata Suryana, tidak menutup kemungkinan  pengemudi yang tidak tahu akan tetap melewatinya. Menyikapi hal itu, dia berharap ada bantuan dari pemerintah kabupaten agar akses jalan di Blok RT. 03 RW 12 segera diperbaiki.

“Agar kerusakannya tidak semakin bertambah parah. Meski, tidak bisa diprediksi akan terjadinya pergerakan tanah dan retakan susulan, di lokasi tersebut harus dibangun dengan kontruksi cor beton,” katanya. (Dji/Koran-HR)