Bahaya Gaya Hidup “Mager” Bisa Picu Penyakit Mematikan

Bahaya gaya hidup “mager” (malas gerak) bisa memicu penyakit mematikan.
Bahaya gaya hidup “mager” (malas gerak) bisa memicu penyakit mematikan. Photo: Ilustrasi.

Bahaya gaya hidup “mager” (malas gerak) bisa memicu munculnya beberapa penyakit berbahaya yang mengancam kesehatan. Bahaya gaya hidup “mager” bisa dihindari dengan cara berolahraga atau melakukan aktivitas fisik lainnya.

Gaya hidup “mager” merupakan masalah yang kerap dialami penduduk perkotaan. Bekerja selama berjam-jam di depan komputer, lama terjebak macet di jalan, atau hobi bermain game tanpa dibarengi olahraga adalah bentuk gaya hidup malas gerak.

Keseringan menjalani gaya hidup seperti itu sangat tidak baik karena sejumlah penyakit mengancam kesehatanmu. Terlebih tidak didukung pola makan yang sehat dan istirahat yang cukup. Seperti dirangkum dari berbagai sumber, berikut ini penjelasannya.

Bahaya Gaya Hidup “Mager” untuk Kesehatan

Penyakit Jantung

Dalam jurnal Circulation yang dipublikasikan oleh American Heart Association menyebutkan, di Amerika Serikat ada sebanyak 250 ribu orang meninggal dunia dalam setiap tahunnya akibat jarang melakukan olahraga.

Penyakit jantung adalah 1 dari 5 faktor risiko yang diakibatkan oleh gaya hidup “mager”. Sedangkan, faktor risiko lainnya meliputi kolesterol tinggi, obesitas, merokok dan tekanan darah tinggi.

Diabetes

Bahaya gaya hidup “mager” selanjutnya yaitu mudah terserang penyakit diabetes. Studi yang dilakukan di Harvard School of Public Health pada tahun 2011, mengungkap, nonton televisi selama lebih dari 2 jam setiap hari bisa meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.

Sedangkan, jika menonton TV lebih dari 3 jam maka risiko kematian dini bisa meningkat, dan setiap tambahan waktu nonton televisi 2 jam per hari membuat risiko terkena diabetes tipe 2 bisa meningkat hingga 20 persen.

Obesitas merupakan faktor utama munculnya penyakit diabetes tipe 2. Menurut penelitian, mengurangi berat badan 5-7 persen bisa turunkan risiko tekena diabetes tipe 2 sampai 58 persen.

Kanker

Bahaya gaya hidup “mager” berikutnya adalah munculnya penyakit kanker. Menurut data yang tercatat di CDC (Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit) di Amerika Serikat, berhenti merokok dan olahraga teratur dapat menurunkan risiko terkena berbagai macam penyakit kanker.

Beberapa penelitian juga mengungkap bahwa olahraga secara teratur dapat menurunkan 50 persen risiko kekambuhan dan kematian pada pasien penderita kanker usus besar.

Bukan hanya itu, pasien kanker yang rutin berolahraga juga mengalami efek samping terapi seperti kelelahan, mual dan muntah lebih sedikit dibanding pasien penderita kanker yang sama sekali tidak melakukan olahraga.

Artritis

Bahaya gaya hidup “mager” bisa terkena artritis, yakni peradangan pada persendian. Rasa nyeri serta kekakuan pada sendi membuat pergerakan tubuh menjadi terbatasi.

Karena sendi akan semakin terasa kaku dan otot pun menjadi lemah. Nyeri sendi akan bertambah hebat diiringi dengan kekakuan yang kian berat.

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Harvard Medical School, Amerika Serikat, menyebutkan, pasien artritis yang secara fisik aktif serta olahraga teratur akan merasakan pergerakan sendi menjadi lebih baik, otot-otot juga lebih kuat sehingga stamina akan membaik.

Cara Mencegah Gaya Hidup “Mager”

Naik Turun Tangga

Naik turun tangga bisa mencegah munculnya bahaya gaya hidup “mager”. Untuk itu, mulai sekarang pilih naik tangga daripada naik lift.

Kalau tempat yang kamu tuju ada di lantai lebih tinggi, sebaiknya pilih menggunakan tangga. Atau kamu naik pakai lift dulu, kemudian dilanjutkan naik melalui tangga.

Parkirkan Kendaraan di Tempat Jauh

Untuk menghindari bahaya gaya hidup “magar” bisa dengan cara memilih lahan parkir yang jauh dari tempat yang kamu tuju.

Hal ini bisa diterapkan juga saat kamu menggunakan kendaraan umum, sehingga kamu punya banyak kesempatan untuk berjalan.

Mencari Inspirasi di Luar Ruangan

Jika kamu pekerja kantoran, cobalah berjalan kaki selama beberapa menit di sekitar gedung kantor untuk mencari inspirasi atau sekedar menghilangkan rasa jenuh. Tujuannya supaya kamu bisa terhindar dari bahaya gaya hidup “mager”.

Gunakan Meja Kerja Berdiri

Kalau kelamaan duduk, kamu juga bisa bekerja sambil berdiri. Supaya merasa nyaman, gunakan meja yang memiliki ketinggiannya cukup agar kamu dapat meneruskan kerja dengan nyaman.

Belanja di Pusat Perelanjaan

Situs belanja online memang sering memberikan potongan harga yang menggoda. Namun, kamu juga butuh sekali-kali berbelanja langsung ke pusat perbelanjaan atau pasar.

Selain bisa secara langsung melihat barang yang akan dibeli, kamu juga akan lebih banyak bergerak jika berbelanja di puast perbelanjaan.

Membereskan Rumah

Untuk menghindari bahaya gaya hidup malas gerak, lakukan aktivitas sederhana, misalnya membereskan atau membersihkan rumah.

Menyapu dan mengepel lantai rumah, atau mencuci pakaian tanpa menggunakan mesin cuci membuat kamu lebih aktif bergerak. Aktivitas tersebut bisa membakar kalori yang telah menumpuk di dalam tubuhmu.  

Perlu diwaspadai bahwa gaya hidup “magar” merupakan kebiasaan buruk dan harus segera diubah. Jangan menunggu penyakit berbahaya datang menyerang kesehatanmu. (Eva/R3/HR-Online)