Balawista Pangandaran; Selama Musim Libur 112 Wisatawan Terseret Arus Laut

Sepanjang musim libur akhir tahun 2019 kemarin, tercatat sebanyak 112 wisatawan terseret ombak
Sepanjang musim libur akhir tahun 2019 kemarin, tercatat sebanyak 112 wisatawan terseret ombak saat berenang di obyek wisata Pantai Barat Pangandaran. Foto: Entang SR/HR.

Berita Pangandaran (harapanrakyat.com),- Sepanjang musim libur akhir tahun 2019 kemarin, tercatat sebanyak 112 wisatawan terseret ombak atau arus saat berenang di obyek wisata Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat.

Sekjen Balawista Kabupaten Pangandaran, Asep Kusdinar, mengatakan, selama musim libur panjang, pihaknya menerima laporan mengenai wisatawan yang mengalami kecelakaan laut (laka laut), yakni terseret ombak sebanyak 112 orang.

“Wisatawan yang terseret arus atau ombak itu rata-rata berasal dari Tasikmalaya, Bandung dan Jakarta. Mereka terseret arus saat berenang di Pantai Barat. Namun, semuanya berhasil diselamatkan Tim Balawista yang bertugas di bibir pantai,” terangnya, kepada HR Online, Minggu (05/01/2020).

Asep juga mengatakan bahwa, lokasi wisatawan yang terseret arus laut rata-rata di sekitar Pos Jaga 3 dan Pos Jaga 4.

Padahal, pihaknya selalu mengimbau kepada para pengunjung pantai untuk selalu mematuhi rambu-rambu laut yang dipasang petugas penjaga pantai. Selain itu, tak ada salahnya jika berenang di laut menggunakan alat bantu renang.

Sementara itu, khusus untuk yang meninggal dunia di lokasi obyek wisata Pangandaran jumlahnya ada tiga orang, satu orang diantaranya saat berenang di laut, tepatnya di Blok Kampung Turis Pangandaran, dan dua orang lagi meninggal akibat serangan jantung.

“Ketiga wisatawan yang meninggal dunia itu masing-masing berasal dari Semarang dan Bandung,” pungkas Asep. (Ntang/R3/HR-Online)