Buang Air Kencing Terasa Panas? Waspadai Penyakit Disuria

air kencing terasa panas
Ilustrasi buang air kencing terasa panas. Foto: Istimewa

Pernahkah Anda buang air kencing terasa panas? Jika air kencing panas hanya terjadi sesekali mungkin masih wajar dan normal. Namun jika Anda mengalami kondisi semacam ini dalam frekuensi yang sering sebaiknya waspadalah. Karena bisa jadi itu pertanda penyakit.

Buang air kecil merupakan proses alami tubuh untuk membuang sampah dari dalam tubuh. Sampah yang dibawa urine ini terdiri dari garam, air dan limbah. Selain melalui urine, sampah tubuh juga dibuang melalui BAB dan keringat.

Jika air kencing terasa panas berarti terdapat masalah. Teorinya air kencing atau urine sebelum dibuang akan disimpan dalam kandung kemih. Kondisi suhu dalam kemih pada kondisi normal akan sama dengan suhu tubuh. Sehingga saat dikeluarkan akan terasa hangat biasa dan bukan panas.

Namun dalam kondisi tertentu tak jarang air seni yang dikeluarkan terasa panas. Bahkan kondisi ini biasanya diikuti dengan warnanya yang lebih kuning dari biasanya.

Penyebab Air Kencing Terasa Panas dan Sakit

Jika Anda sering mengalami kondisi semacam ini sebaiknya waspadai gejala disuria atau air seni panas. Ada sejumlah penyebab air kencing terasa panas dan berwarna kuning, diantaranya:

Radang Prostatitis

Pembengkakan dan peradangan kelenjar prostat juga bisa menyebabkan rasa sakit saat buang air kecil. Prostat yang terletak di bawah kandung kemih pria jika terkena infeksi bakteri juga bisa menyebabkan urine berubah panas dan kuning.

Interstitial Cystitis

Ini merupakan penyakit kronis yang menyerang kandung kemih umumnya menyerang kaum wanita. Salah satu gejalanya adalah saat buang air kencing terasa panas dan kadang diikuti rasa nyeri.

Peradangan Epididimitis

Peradangan epididimis juga bisa menyebabkan sensasi seperti terbakar saat buang air kecil. Kondisi ini bisa terjadi akibat adanya infeksi bakteri atau jamur. Selain banyak dialami pria, wanita pun sering mengalaminya.

Infeksi Saluran Kencing (ISK)

Buang air kencing terasa panas juga bisa terjadi akibat infeksi pada saluran kencing. Bakteri E. coli yang menyusup masuk ke saluran kemih bisa menyebabkan infeksi dan menyebabkan urine panas serta kadang berbau atau keruh.

Luka Setelah Persalinan

Wanita yang baru saja melahirkan bisa mengalami robekan perineum yang terjadi di sekitar antara vagina dan anus. Jika saat buang air kecil dan menyentuh luka ini juga bisa menyebabkan rasa nyeri dan urine terasa panas.

Akibat Penyakit kelamin

Air kencing terasa panas dan sakit juga merupakan gejala umum penderita penyakit kelamin. Penyakit ini menular melalui hubungan badan. Karena itu saat Anda sering mengalami kondisi ini sebaiknya segera periksakan ke dokter.

Kondisi Pasca Menopause

Saat wanita memasuki menopause maka produksi estrogen juga makin menurun. Kondisi ini akan membuat perubahan fisik kelamin yang menjadi semakin sensitif dan kering. Hal ini juga bisa menyebabkan sakit saat buang air kecil.

Terjadinya Luka Dekat Uretra

Luka atau cedera yang terjadi pada kulit di sekitar lubang kencing juga bisa menyebabkan air kencing terasa panas. Hal ini karena urine yang bersifat asam jika mengenai luka akan menyebabkan perih dan kencing terasa panas.

Penanganan Gejala

Jika frekuensi rasa sakit saat buang air kencing hanya sesekali mungkin itu hal yang lumrah dan normal. Namun jika kondisi itu diikuti dengan beberapa gejala berikut ini sebaiknya Anda perlu segera pergi ke dokter.

Gejala yang mengkhawatirkan itu diantaranya pembengkakan di alat kelamin atau uretra, urin berbau busuk, urin berwarna gelap dan keruh, kesulitan buang air kecil, demam, mual dan muntah serta adanya nyeri di punggung atau perut.

Sedangkan untuk penanganan awal saat timbul gejala air kencing terasa panas dan sakit biasanya tergantung penyebabnya. Namun minum air putih yang banyak ataupun minum antibiotik, umumnya efektif mengatasinya sebelum memeriksakan ke dokter. (R9/HR-Online)

Aegis Boost Pro