Cegah Wabah DBD, Warga Sindangrasa Ciamis Lakukan Kegiatan Jumantik

Upaya pencegahan wabah demam berdarah dengue (DBD), puluhan warga Dusun Pasiripis, Desa Sindangrasa, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, melakukan kegiatan Jumantik
Upaya pencegahan wabah demam berdarah dengue (DBD), puluhan warga Dusun Pasiripis, Desa Sindangrasa, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, melakukan kegiatan Jumantik. Foto: Suherman/HR.

Berita Ciamis (harapanrakyat.com),- Dalam upaya pencegahan wabah demam berdarah dengue (DBD), puluhan warga Dusun Pasiripis, Desa Sindangrasa, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, melakukan kegiatan Jumantik (Juru pemantau jentik).

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan warga itu mendapat pendampingan dari Pemerintah Desa Sindangrasa, serta pihak Puskesmas Cigayam, Jum’at (24/01/2020).

Kepala Desa Sindangrasa, Egi Suprayoga Syamsu, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan kegiatan untuk mengantisipasi penanganan DBD, karena salah satu warga Sindangrasa sudah ada yang terjangkit DBD, dan dirawat di RSUD Ciamis.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari adanya kejadian DBD yang menyerang warga kami belum lama ini. Dari kejadian itu, kami bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Ciamis, melalui Puskesmas Cigayam, dan hari ini melakukan kegiatan Jumantik,” terangnya, saat ditemui HR Online, di sela-sela kegiatannya.

Lanjut Egi, kegiatan Jumantik dilaksanakan bersama warga di Dusun Pasiripis, RT. 07, RW. 02, karena wilayah tersebut termasuk salah satu wilayah yang perlu ada pengawasan serangan DBD.

“Belum lama ini satu orang balita suspek terkena DBD hingga harus dibrawat di RSUD Ciamis, dan kegiatan Jumantik ini adalah sebagai upaya pencegahan terhadap menjalarnya penyakit DBD di lingkungan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan Jumantik ini, pihak pemerintah desa, petugas Puskesmas, Bhabinmas, Babinsa, dan warga bersama-sama membersihkan lingkungan dari tempat-tempat yang biasa dijadikan sarang nyamuk.

Seperti halnya membersihkan genangan air serta sampah-sampah yang sekiranya dijadikan tempat bertelur nyamuk. Dalam kegiatan tersebut, banyak ditemukan bekas kelapa muda yang dibuang dengan kondisi terbuka, sehingga terjadi genangan air sebagai sarang nyamuk.

“Selain itu, botol bekas air mineral pun kita singkirkan dengan cara dikubur atau dibakar. Semoga dengan diadakannya kegiatan Jumantik ini, warga kami bisa peka terhadap lingkungan, terutama di bidang kesehatan,” pungkas Egi. (Suherman/R3/HR-Online)

Loading...