Dalam Sepekan, Lima Kecamatan di Ciamis Terdampak Bencana

Dalam Sepekan, Lima Kecamatan di Ciamis Terdampak Bencana
Salah satu rumah warga Desa Mekarsari, Kecamatan Tambaksari, Kabupaten Ciamis tertimpa pohon akibat angin puting beliung yang melanda wilayah tersebut, Jumat (3/1/2020). Foto:Istimewa

Berita Ciamis (harapanrakyat.com).- Dalam sepekan terakhir, lima Kecamatan di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, terdampak bencana alam, mulai dari angin puting beliung, banjir hingga longsor.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ciamis, HM Soekiman menyebut, lima kecamatan yang terkena dampak bencana adalah Kecamatan Ciamis, Baregbeg, Rancah, Cisaga dan Tambaksari.

Semua bencana alam kata Soekiman, terjadi akibat hujan deras dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang.

“Daerah paling parah terdampak bencana yakni Tambaksari dan Rancah. Puluhan rumah rusak akibat angin puting beliung yang terjadi Jumat (3/1/2020) dan Minggu (5/1/2020),” ujarnya, Selasa (7/1/2020).

Pihaknya mencatat, akibat angin puting beliung yeng menimpa wilayah Desa Mekarsari, Kecamatan Tambaksari, sedikitnya 40 rumah warga mengalami rusak ringan, 17 rusak sedang dan 1 rusak berat.

“Bahkan satu sekolah rusak karena terjangan angin puting beliung,” ucapnya.

Pihak pemerintah daerah lanjut Soekiman, sudah melakukan penanganan bencana akibat angin puting beliung. Dibantu jajaran TNI/Polri serta masyarakat, BPBD melakukan perbaikan rumah warga yang rusak dengan bergotong-royong.

Soekiman, mengimbau masyarakat untuk mewaspadai ancaman bencana alam memasuki musim penghujan ini. Pasalnya, musim hujan berbagai bencana kerap terjadi dan menimpa masyarakat.

“Untuk mengantisipasi bencana akibat angin puting beliung, kami meminta kesadaran masyarakat untuk memangkas atau memohon dahan dan pohon yang sekiranya lapuk agar tidak menimpa bangunan,” ujarnya.

Diakuinya, setiap kali hujan turun di wilayah Kabupaten Ciamis, selalu ada saja korban angin puting beliung. “Itu kejadianya bisa tertimpa pohon ataupun yang atapnya rusak terbawa buihan angin puting beliung,” pungkas Soekiman. (Jujang/R8/HR Online)

Loading...