Selasa, Mei 17, 2022
BerandaBerita PangandaranData PJU Berbeda dengan PLN, Dishub Pangandaran Angkat Bicara

Data PJU Berbeda dengan PLN, Dishub Pangandaran Angkat Bicara

Berita Pangandaran, (harapanrakyat.com),– Dinas Perhubungan atau Dishub Kabupaten Pangandaran angkat bicara terkait kesimpangsiuran data jumlah PJU yang berbeda dengan PLN.

Adanya perbedaan data tersebut ditengarai lantaran tidak ada laporan ke Dinas ketika ada pemasangan PJU oleh masyarakat yang dilakukan melalui rekanan.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kabupaten Pangandaran, Ling Ling Nugraha Senjaya mengatakan, adanya pemasangan PJU baru oleh masyarakat tanpa ada laporan ke dinas, itu yang membuat data berbeda.

Pihaknya saat ini sedang melakukan faktualisasi bersama PLN, termasuk melakukan pemisahan dan verifikasi data antara Penerangan Jalan Umum (PJU) yang dibayar pihak pemerintah daerah oleh Dishub, dan juga lampu taman oleh Dinas LH.

“Kita sedang faktualisasi bersama PLN, juga data Lampu PJU dan Lampu Taman dipisahkan serta diverifikasi mana yang dibayar oleh Dishub dan mana yang punya LH, saat ini sedang di sortir,” jelas Ling Ling Nugraha Senjaya kepada HR Online, Jum’at (31/1/2020).

Baca Juga: PLN Rayon Pangandaran Benahi Data PJU dan Pelanggan Baru

Lebih lanjut Ling ling menambahkan, pembayaran rekening listrik, baik PJU dan taman sedang dipisahkan berdasarkan kewenangannya.

Namun, saat ini beban tagihan lampu taman sebanyak 14 titik masih ditagihkan ke Dishub, mengingat tahun 2019 di Dinas LH tidak ada anggarannya.

“Dinas LH tahun 2019 tidak ada anggaran untuk bayar lampu taman, ada dianggarkan tahun 2020. Dari 18 titik lampu taman baru diambil LH 4 titik, sementara yang 14 titik lagi masih dibebankan ke Dishub,” kata Ling Ling.

Masih menurut Ling Ling, data resmi PJU yang terdata di Dishub ada sebanyak 2.201 titik, dengan jumlah pembayaran PJU dan Taman sebesar Rp 7 milyar per

tahun. Saat ini sudah ada kesepakatan PJU oleh Dishub dan lampu Taman oleh Dinas LH.

“Kalau ada laporan terkait PJU Dishub segera tindak lanjuti, walaupun terkadang telat juga, karena masih ada keterbatasan kami dan untuk PJU yang sebagian berada di jalur nasional masih dikelola oleh provinsi, belum ada pelimpahannya,” tegas Ling ling. (Madlani/R7/HR-Online)

- Advertisment -