Di Hujungtiwu Ciamis, Mahasiswa UPI Bahas Pentingnya Pendidikan

Di Hujungtiwu Ciamis, Mahasiswa UPI Bahas Pentingnya Pendidikan

Berita Ciamis, (harapanrakyat.com).- Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pendidikan (PMBP) menggelar diskusi bersama warga Dusun Pasirsugih, Desa Hujungtiwu, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis.

Dalam diskusi tersebut, mereka membahas mengenai pentingnya pendidikan untuk Dusun Pasirsugih yang lebih maju. Salah satu topik pembahasannya adalah mengenai rendahnya kesadaran melanjutkan pendidikan di lingkungan tersebut.    

Pada kesempatan itu, 12 mahasiswa UPI peserta KKN PMBP berperan sebagai fasilitator kegiatan diskusi. Selain warga, acara juga dihadiri oleh Kepala Dusun Pasirsugih, Nursholehudin dan Ketua Kampung KB, Dedi Mulyadi.  

Sofi Isma Mahmuda, mahasiswi UPI peserta KKN PMBP, menjelaskan, kegiatan diskusi tersebut dilaksanakan untuk mengetahui permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan pendidikan.

Diskusi ditujukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Permasalahan yang berhasil diungkap adalah kurangnya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA.

“Salah satu contoh permasalahan di lapangan, kebanyakan remaja lulusan SMP lebih memilih pergi merantau, bekerja di kota, ketimbang melanjutkan pendidikan ke SMA,” katanya.

Di Hujungtiwu Ciamis, Mahasiswa UPI Bahas Pentingnya Pendidikan (2)

Menanggapi hal itu, Ketua Kampung KB setempat, Dedi Mulyadi, mengapresiasi upaya mahasiswa UPI peserta KKN PMBP yang sudah menggelar kegiatan diskusi tersebut.  

Dedi mengakui, tingkat pendidikan masyarakat di wilayah tersebut masih di bawah rata-rata jika dibandingkan dengan daerah lain. Menurut dia, lulusan SMP/ MTs cenderung memilih ikut bekerja bersama saudara di kota ketimbang melanjutkan pendidikan ke SMA.

Pada kesempatan itu, Dedi juga memaparkan mengenai data dan fakta permasalahan pendidikan yang terjadi di kampung tersebut kepada warga peserta diskusi.

Dodoh, warga Pasirsugih, mengaku, setelah mengikuti diskusi, dia termotivasi untuk mendorong anaknya melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. (Deni/R4/HR-Online)